Bagaimana cara mengetahui jika seandainya saya terkena virus Zika?

Dilihat 631 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

      virus zika

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan virus Zika sebagai darurat kesehatan masyarakat dunia. Para ahli khawatir bahwa virus ini akan menyebar secara cepat dan meluas dengan konsekuensi besar. Hal ini tak lain dikarenakan penyebaran virus ini tengah begitu masiv dan sedang terjadi di Amerika latin terutama negara Brazil dan Kolombia. Virus Zika di Indonesia sendiri telah ditemukan di Jambi pada tahun 2015

Di sejumlah kawasan, status darurat nasional telah diberlakukan untuk mengatasi penyebaran virus Zika. Kebijakan ini tidak berlebihan mengingat sejumlah dokter menilai virus Zika kini sedang berkembang menjadi wabah. Untuk itu, para dokter mengimbau kaum perempuan di negara-negara yang terpapar Zika untuk menunda kehamilan. 

WHO kini menyatakan Zika berada dalam kategori yang sama dengan wabah Ebola. Wabah ini menyebabkan bayi mengalami kecacatan yang mengerikan dan kemungkinan akan membuat pertahanan kekebalan tubuh orang dewasa menyerang sistem syaraf.

Memang, hingga saat ini belum ada pasien yang divonis terinfeksi virus Zika di Indonesia meski virusnya sudah ditemukan. Tetapi tidak ada salahnya jika kita mengetahui tentang virus satu ini, sebab bagaimana pun, tetap saja semua virus harus diwaspadai.

Melihat begitu besarnya reaksi terhadap serangan penyakit ini, maka rasanya kita pun perlu memahami seperti apa sih virus Zika ini,  apa saja gejalanya jika seseorang terkena virus Zika dan bagaimana pencegahannya? Untuk itulah, dibawah ini kita akan bahas penjelasannya lebih lanjut. Mari kita lihat:.


Fakta tentang virus Zika :

  • Infeksi virus Zika terjadi melalui perantara gigitan nyamuk Aedes.
  • Orang yang terkena virus Zika gejala nya yaitu (biasanya) memiliki demam ringan, ruam kulit (eksantema) dan konjungtivitis. Gejala ini biasanya berlangsung selama 2-7 hari.
  • Tidak ada pengobatan khusus atau vaksin yang tersedia saat ini.
  • Cara terbaik dari pencegahannya adalah perlindungan (menghindari) terhadap gigitan nyamuk.
  • Virus ini diketahui beredar di Afrika, Amerika Asia dan Kepulauan Pasifik. 

Kapan Virus Zika Ditemukan?

Virus Zika pertama ditemukan pada seekor monyet resus di hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947 melalui jaringan pemantauan demam kuning sylvatic. Hal ini kemudian diidentifikasi pada manusia pada tahun 1952 di Uganda dan Republik Tanzania. Wabah penyakit virus Zika telah tercatat di Afrika, Amerika, Asia dan Kepulauan Pasifik. 

  • Genre (garis virus) : Flavivirus
  • Vector (garis vektor) : nyamuk Aedes (yang biasanya menggigit pada jam-jam pagi dan sore)
  • Reservoir: Unknown (Tidak diketahui)


Tanda dan Gejala Virus Zika

Masa inkubasi (waktu dari paparan gejala) penyakit virus Zika belum diketahui sampai saat ini, tetapi mungkin beberapa hari. Virus Zika gejala nya yang mirip dengan infeksi arbovirus lainnya seperti demam berdarah, adapun gejala yang terdeteksi sampai saat ini adalah:

  • demam
  • kulit mengalami ruam
  • konjungtivitis (peradangan pada selaput mata)
  • nyeri pada bagian sendi
  • sakit kepala ringan

   gejala zika

Gejala-gejala ini biasanya ringan dan berlangsung selama 2-7 hari.

Pada saat terjadi wabah besar di Polinesia Perancis dan Brasil pada tahun 2013 dan 2015, otoritas kesehatan nasional melaporkan adanya potensi komplikasi neurologis dan auto-imun penyakit virus Zika.

Baru-baru ini di Brazil, Otoritas Kesehatan Nasional mereka melaporkan terjadi peningkatan infeksi virus zika tersebut, yang paling berbahaya adalah bayi yang dilahirkan penderita virus Zika ini mengalami mikrosefali di wilayah timur laut Brasil.

Tim peneliti menyelidiki bahwa adanya bukti tentang hubungan antara virus Zika dan mikrosefali. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan sebelum memahami hubungan antara mikrosefali pada bayi dan virus Zika. Penyebab potensial lainnya juga sedang diinvestigasi oleh mereka



Pencegahan penyakit Zika

Nyamuk dan tempat perkembangbiakan mereka menimbulkan faktor risiko yang signifikan untuk infeksi virus Zika. Pencegahan dan pengendalian bergantung pada pengurangan nyamuk dari sumbernya (misalnya dengan menghilangkan dan merubah tempat perkembangbiakannya) dan juga sebisa mungkin mengurangi kontak antara nyamuk dan manusia.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit virus Zika, antara lain:

  • menggunakan obat nyamuk
  • mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh (sebaiknya berwarna terang)
  • Gunakan kelambu pada tempat tidur
  • Pastikan pintu dan jendela tertutup

      jendela tertutup


  • Mengosongkan dan membersihkan wadah-wadah yang dapat menampung air, seperti ember, pot bunga atau ban-ban bekas. Hal penting untuk dilakukan, sehingga tempat di mana nyamuk dapat berkembang biak dapat dihapus. 

Perhatian khusus dan bantuan harus diberikan kepada mereka yang mungkin tidak mampu melindungi diri mereka sendiri secara memadai, seperti anak-anak, orang sakit atau orang-orang tua. 

Selama terjadinya wabah, otoritas kesehatan disarankan melakukan penyemprotan insektisida di daerah tersebut. Insektisida yang juga direkomendasikan oleh Skema Evaluasi Pestisida WHO yaitu menaburkan larvasida pada wadah air (penampungan air) yang bentuknya relatif besar.

Disarankan bagi wisatawan yang mengunjungi  daerah terjangkit virus Zika, untuk mengambil tindakan pencegahan dasar yang dijelaskan di atas untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.


Demikianlah beberapa penjelasan singkat mengenai ancaman virus Zika. Melihat reaksi yang begitu besar terhadap penyakit ini, maka sudah semestinya kita turut serta dalam menjaga dan menggalangkan hidup sehat. Agar demikian, segala ancaman sakit dan resiko dari serangan virus akan dapat diminimalisir, setidaknya virus Zika di Indonesia tidak akan menyebar. Semoga informasi diatas bermanfaat untuk anda dan kita semua.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang