Bagaimana cara menguasai depresi?

Dilihat 2,04 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Studi menunjukkan orang depresi memiliki pikiran yang keluyuran. Membiasakan berakal adalah kunci untuk mengalahkan depresi.


Pikirkan kembali saat kamu sangat tidak senang. Kamu mungkin menghubungkannya dengan situasi tertentu, seperti masalah yang kamu hadapi, atau mungkin kamu tidak punya hal yang kamu inginkan atau butuhkan. Kamu mungkin secara mental menentukan sebab dari ketidaksenanganmu ke faktor eksternal berikut.


Kita seringkali memikirkan ‘masalah’ kita - keadaan bermasalah hidup yang membuat kita tidak senang--dan itu jika keadaan kita berubah ke sesuatu yang lebih enak, maka kesenangan sangatlah gampang. Ternyata, bukanlah keadaan yang membuat kita senang atau tidak.


Studi belakangan ini menunjukkan kalau pikiran yang liar dan keluyuran secara langsung berhubungan dengan ketidaksenangan (1). Selama studi itu ditemukan yang secara konstan pikirannya keluyuran kemingkinan kecil lagi senang dan bisa fokus ke tugas.


Studi ini sepertinya mengonfirmasikan ajaran buddha, petapa, dan orang suci yang lama -- kalau pikiran kacau membuat ketidaksenangan dan disfungsi dan kunci kesenangan terletak pada menguasai pikiran tidak merubah faktor eksternal di hidup kita.


Bagian yang menakjubkan adalah, kalau ketidaksenangan tidak hanya datang dari pikiran yang keluyuran ke hal yang tidak enak. Studi menunjukkan orang dengan pikiran yang keluyuran ke hal netral oikirannya masih kurang senang dibandingkan yang tidak keluyuran (2).


Selama studi orang disuruh fokus ke aktivitas tertentu. Ditemukan kalu bahkan jika aktivitasnya beberapa paduan suara, peserta lebih senang jika pikirannya terfokus ke sana. Kesimpulannya adalah saat pikiran keluyuran (dan kebanyakan dari kita pikiran keluyuran setiap hari) secara drastis mengurangi kesenangan dan kesehatan kita (3).


Kesenangan adalah hidup di suatu saat.

Studi harvard belakangan ini hanya mengkonfirmasi hasil dari riset yang dilakukan saat meditasi selama lebih dari 40 tahun.

Salah satu riset terbesar didunia dalam psikologi positif, mengacu pada keadaan pikiran sebagai “aliran”.


Menjelaskan aliran sebagai sepenuhnya terhisap, atau terbenam, di aktivitas yang kamu lakukan. Tidak peduli apa tugasnya -- yang penting adalah kamu sepenuhnya fokus ke apa yang dilakukan.


Sering kali disebut kakek dari psikologi positif, menemukan kalau saat tersenang kita adalah saat kita ada di keadaan mengalir. DI keadaan ini, kita sangat waspada. Kita sepenuhnya terfokus di satu perhatian. Fokus ini adalah saat kesenangan nyata bersama” muncul (4).


Saat kamu fokus ke aktivitasmu, kamu tidak dipenuhi oleh penyesalan atau kekhawatiran; kamu tidak berencana atau menginginkan sesuatu. Kamu tidak meminjamkan tenaga ke proses berpikir dan mereka tidak mendominasi kewaspadaanmu.


Aliran membiarkanmu untuk benar” hidup dalam hidupmu. Mungkin inilah mengapa riset terakhir berlanjut untuk memastikan kalau fokus meningkatkan kesenangan-- untuk fokus adalah pengalaman hidup yang nyata dan membuat kebayakan momen”. 


Saya juga… menjadi senang

Beberapa orang memiliki kesulitan mempercayai kalau sebab dari kesenangan nyata sangatlah sederhana. “Saya terlalu miskin”, “saya mengkhawatirkan banyak hal”, dan “hidup tidak pernah baik untukku” adalah komplen yang paling sering. Pikiran akan coba menceritakan tentang semua ‘hal’ lain yang kamu butuh sebelum kamu bisa senang.


Tetapi, keadaan hidupmu mungkin memiliki lebih sedikit yang harus dilakukan dengan kesenanganmu daripada yang kamu pikirkan.


Asosiasi sains psikologi mencatat kalau peneliti menemukan orang dengan status ekonomi sosial yang tinggi tidak berkemungkinan senang daripada satus yang rendah (5).


Kesenangan bukanlah sesuatu yang datang dari tempat tinggal, apa yang bisa kamu dapatkan atau karir lebih baik atau hubungan. Semua bukti mendukung fakta kalau kesenangan ditemukan dari kebiasaan sehat dan lingkungan mental yang seimbang melalui belajar fokus, atau kata lain - dengan membiasakan kemampuanmu ada di keadaan mengalir.


Ada pepatah kuno: “Kesenangan adalah keadaan pikiran.” Ternyata, itu benar, dan kalau keadaan pikiran memiliki nama: Fokus. Bukti mensugestikan kalau belajar kemampuan ini adalah kunci dari terpenuhnya kebutuhan.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang