Bagaimana cara pandang homoseksual tentang memiliki keturunan?

Dilihat 300 • Ditanyakan 11 bulan lalu
1 Jawaban 1

Bagi manusia, memiliki rasa ketertarikan secara personal, emosial, dan seksual terhadap lawan jenis merupakan hal yang wajar dan manusiawi. Hal ini biasa dialami saat seseorang mulai memasuki masa remaja yang mengalami pubertas. Banyak orang mengatakan bahwa bisa melampiaskan rasa cinta terhadap orang yang dikasihi adalah hal yang begitu indah. Dalam cerita fiksi, romansa menjadi genre yang populer, terutama bagi para kaum wanita. Setiap orang memiliki fantasi tersendiri tentang kisah romansanya bersama orang yang dicintai. Namun apa yang terjadi jika ketertarikan secara personal, emosional, dan seksual tersebut dirasakan oleh dua orang sesama jenis atau dikenal dengan nama homoseksual. Bukan hanya di luar negeri, pasangan homoseksual Indonesia kini juga sudah mulai terang-terangan membuka dan berani mengakui bahwa dirinya adalah seorang homoseksual.


Pasangan homoseksual


Homoseksual di Indonesia


Homoseksual adalah jenis penyimpangan seksual yang termasuk pada psikoseksual dimana seseorang memiliki rasa ketertarikan pada sesama jenis. Kalangan pria yang memiliki penyimpangan ini disebut dengan 'homo' atau 'gay', sedangkan bagi wanita disebut dengan 'lesbian'. Penyimpangan seksual ini tentunya menuai banyak perdebatan di kalangan masyarakat yang sejak dulu memang menganggap tabu jenis penyimpangan seksual ini. Kini semakin berkembangnya zaman, homoseksualitas mulai diterima di masyarakat khususnya di negara-negara Eropa. Sedangkan di Indonesia sendiri yang dikenal sebagai negara yang memiliki norma, etika, adat, dan agama yang kuat tidak begitu saja menerima pasangan homoseksual Indonesia di tengah kehidupan masyarakatnya. Warga Indonesia sangat mengecam penyimpangan ini apalagi masyarakat Indonesia yang beragama muslim yang sangat mengharamkan perilaku ini.


Pandangan masyarakat Indonesia terhadap homoseksual

Tidak hanya pasangan homoseksual Indonesia, sebagian besar pasangan homoseksual di negara mana saja biasanya akan merasa malu jika harus mengatakan kondisi yang dialaminya kepada orang lain apalagi keluarga. Mereka melakukannya dengan sembunyi-sembunyi demi menjaga nama baiknya dan nama baik keluarganya di mata masyarakat. Di indonesia, homoseksualitas dalam bentuk apapun jarang dibahas secara terbuka, dikarenakan adat istiadat yang ada di Indonesia tidak menyetujui hal apapun yang berbau seksualitas dan tidak ada perlindungan hukum yang dibuat untuk melindungi hak-hak kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender). Bagi masyarakat Indonesia, homoseksual adalah sebuah ketertarikan yang menyimpang dan memang tidak pantas menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. Homoseksual sering dianggap sebagai hal yang tabu bahkan sering dihakimi sebagai bentuk penyimpangan seksual yang sesat. Para penderita homoseksual selalu dikaitkan dengan masalah prasangka, stigma, dan diskriminasi inilah yang menyebabkan kaum homoseksual di Indonesia memilih untuk menyembunyikan kondisi mereka. Namun kini, ada beberapa diantara mereka yang berani membuka jati dirinya sebagai pasangan homoseksual dengan menerima resiko akan dikucilkan oleh maskarakat.


Pasangan gay di Indonesia

Hal ini tentu bukan tanpa alasan, Indonesia yang dikenal dengan negara yang selalu memegang teguh norma agamanya yang berdasarkan Al-Quran, alkitab agama lainnya, dan bahkan hukum alam, perilaku homoseksual dianggap salah dan menyimpang. Manusia secara alami diciptakan sebagai wanita dan pria agar umat manusia bisa berkembang biak secara natural sesuai dengan kodratnya. Selain karena alasan bertolak belakang dengan norma agama dan juga budaya, salah satu dampak negatif adalah homoseksual lebih beresiko besar terkena HIV yang akan membahayakan kesehatan masyarakat. Namun data hasil dari riset yang dikemukakan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, Yohana Susana Yembise mengatakan bahwa ada sekitar 3000-an anak Indonesia telah masuk jaringan LGBT, hal ini tentu sangat disayangkan. Dirinya mengaku akan mengajak Kemendikbud untuk memberikan penyuluhan terkait LGBT terhadap anak-anak. 


Asal mula perilaku homoseksual


Asal Mula Homoseksual?


Banyak orang yang bertanya-tanya apakah yang membuat seseorang menjadi seorang homoseksual dan memutuskan untuk mencintai sesama jenisnya?Padahal kebanyakan dari mereka lahir dari keluarga heteroseksual. Sebenarnya homoseksual adalah rasa ketertarikan romantis atau bahkan seksual antara individu yang berjenis kelamin sama atau memiliki gender yang sama. Untuk penyebabnya sendiri, para peneliti umumnya percaya bahwa yang menjadi faktor penyebab seseorang menjadi homoseksual diantaranya disebabkan oleh faktor budaya, lingkungan, emosional, hormonal, dan biologis. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa homoseksual adalah gaya hidup yang diakibatkan oleh gaya hidup masyarakat modern. Pemerintah Indonesia melarang penyebaran LGBT dalam bentuk apapun. Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin menegaskan bahwa penyebaran paham dan perilaku LGBT jelas bertentangan dengan pancasila dan agama. Selain itu, jika angka kaum LGBT semakin meningkat, maka hal ini juga akan mengancam jumlah populasi suatu negara yang akan menjadi menurun. Hal ini dikarenakan pasangan kaum LGBT tidak akan memiliki keturunan dan jika mereka mengadopsi anak, mereka akan terus menularkan penyimpangan seksual mereka kepada anak-anak mereka.


Pasangan lesbian di dunia


Sampai saat ini, kaum homoseksual mulai gencar menuntut hak-haknya sebagai warga negara yang ingin pernikahannya dilegalkan di mata hukum. Kini sudah banyak beberapa negara yang memperbolehkan pernikahan homoseksual bahkan melegalkannya di mata hukum, menyusul negara-negara barat seperti Amerika, Finlandia, Perancis dan beberapa negara lainnya yang sudah lebih dulu melegalkan pernikahan sesama jenis ini. Mungkin banyak yang mengira kalau pernikahan sesama jenis itu tidaklah penting. Namun dalam pandangan kaum LGBT melangsungkan pernikahan dengan pasangannya yang sesama jenis bukanlah semata-mata hanya agar dilegalkan ketika berhubungan seksual, akan tetapi juga tentang masalah perdata dan hak-hak sipil warga negara untuk membayar pajak. Sama halnya dengan kaum hetereoseksual, kaum LGBT juga memiliki hak dan kewajiban yang sama terhadap negara. Selain itu, sama halnya dengan kebanyakan orang yang menikah dengan alasan sangat mencintai pasangannya sehingga ingin mengikat dengan cara yang baik yaitu melalui pernikahan. Mereka memandang bahwa menikahi pasangannya secara legal dan memiliki sebuah keluarga dianggap hal yang sangat penting. Meskipun pasangan yang dinikahinya bukanlah lawan jenis.


Pandangan homoseksual tentang memiliki keturunan


Pandangan Kaum Homoseksual Tentang Memiliki Keturunan


Di negara seperti Amerika Serikat, dimana pernikahan sesama jenis sudah dilegalkan oleh negara, banyak kaum LGBT yang hidup normal layaknya pasangan menikah heteroseksual lainnya. Setelah menikah mereka hidup bersama. Untuk urusan keturunan, nampaknya mereka tidak ambil pusing dengan hal ini. Kebanyakan kaum homoseksual yang telah menikah memilih untuk mengadopsi anak karena tentu saja, mereka tidak bisa menghasilkan keturunan. Seperti yang kita ketahui, setelah menempuh pernikahan yang legal, tidak peduli apakah kedua orang tua mereka adalah pasangan homoseksual, anak yang diadopsi dan dibesarkan oleh orang tua yang telah menikah secara legal akan memiliki dokumen kependudukan seperti anak-anak dari pernikahan heteroseksual lainnya. Meskipun memiliki ketertarikan terhadap sesama jenis, semua perasaan yang dimiliki oleh kaum homoseksual bisa dibilang sama dengan kebanyakan pasangan normal lainnya. Mereka ingin hidup bersama dengan orang yang mereka kasihi dan memiliki keturunan.


Pasangan homoseksual dan anaknya


Saat tahu mereka tidak bisa memiliki keturunan, satu-satunya cara agar kaum homoseksual ini memiliki keturunan yaitu dengan cara mengadopsi anak. Mereka berpikir bahwa kehadiran anak bisa menambah kebahagiaan mereka dalam keluarga. Mereka yakin akan mendapatkan kebahagiaan yang sama seperti pasangan-pasangan heteroseksual lainnya meskipun tidak memiliki hubungan darah dengan anak-anak mereka. Saat mengadopsi anak sebagai keturunan mereka, banyak dari kaum homoseksual berpendapat bahwa menjadi orang tua bukan hanya semata-mata melahirkan anak, melainkan bagaimana orang tua tersebut merawat dan membesarkan anaknya tidak peduli apakah orang tua dari anak tersebut keduanya laki-laki atau keduanya adalah perempuan. Meskipun begitu, ada sedikit kekhawatiran yang dialami oleh pasangan homoseksual yang hendak mengadopsi anak untuk dijadikan keturunan mereka. Salah satunya adalah kekhawatiran jika anak tersebut tumbuh, dia akan mendapatkan perlakuan buruk dari lingkungan sekitarnya kelak karena memiliki orang tua yang berjenis kelamin sama. Kekhawatiran lainnya yang dialami pasangan homoseksual terhadap anaknya yaitu mereka takut jika anak mereka akan diperlakukan berbeda oleh lingkungannya.


Terlepas dari salah atau tidaknya perilaku mereka yang selalu dianggap menyimpang oleh masyarakat luas, kaum homoseksual memiliki hak dan kewajiban yang sama di hadapan hukum. Cara bagaimana mereka mengasihi sesama manusiapun sama, mereka memiliki perasaan yang tulus yang ditujukan untuk pasangan mereka sama seperti pasangan-pasangan kebanyakan. Bahkan mereka juga berpikir bahwa memiliki anak adalah hal yang penting untuk menjalin sebuah keluarga, walaupun hanya dengan mengadopsi anak. Mereka ingin dengan percaya diri mengatakan bahwa mereka adalah seorang homoseksual pada masyarakat. Walaupun di Indonesia sendiri masih banyak perdebatan keras yang menentang legalitas hubungan pasangan homoseksual, namun harapan mereka untuk diakui tidak pernah putus untuk mereka perjuangkan. Lalu, bagaimana menurut anda?

Terjawab 10 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang