Apa perawatan di rumah yang paling baik untuk anjing yang terkena diare?

Dilihat 254 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1



Diare bukan hanya terjadi pada manusia, karena hewan peliharaan pun bisa terkena diare. Diare merupakan gejala gangguan pencernaan makanan yang ditandai dengan pengeluaran feses/kotoran yang jumlahnya melebihi normal, dengan konsistensinya cair/encer dan frekuensi pengeluarannya juga melebihi normal. Feses dikeluarkan oleh penderita tanpa kesulitan karena pada diare terjadi peningkatan peristaltik usus. Penyakit diare dapat menyerang berbagai jenis hewan seperti unggas, sapi, kucing, dan anjing. 


Penyakit diare pada anjing sering terjadi pada anak anjing, terutama pada masa bayi sampai usia 4 bulan. Hal ini terjadi karena pada umur yang masih sangat muda, organ-organ tubuh belum berfungsi secara sempurna sehingga masih sangat rentan terhadap perubahan, baik dari faktor eksternal maupun internal. Anjing disebut diare jika anjing sudah lima kali mengalami defikasi/BAB dalam 24 jam. Biasanya feses yang dikeluarkan lebih banyak mengandung cairan daripada feses yang normal.


Dalam beberapa kasus, diare bukan penyakit yang serius dan bisa sembuh dalam waktu 24 jam, serta dapat kita atasi dengan pemberian obat diare atau perawatan sendiri di rumah. Akan tetapi dalam beberapa kasus lainnya, diare bisa menjadi pertanda masalah kesehatan lainnya yang perlu diwaspadai loh!  Apalagi jika sudah terdapat darah dalam feses, maka anjing anda harus segera dibawa ke dokter hewan.

Nah, yuk... Sebelum hal itu terjadi, mari kita kenali diare pada anjing, penyebab dan bagaimana tindakan yang harus dilakukan saat anjing kesayangan terkena diare! Simak terus ya.. 



Penyebab Diare


Faktor-faktor yang dapat menyebabkan diare pada anjing antara lain : 

  • Diet

Diare yang disebabkan faktor diet ini dapat berupa penggantian makanan secara mendadak, over-eating (porsi pemberian makanan terlalu banyak), intoleransi makanan, adanya benda asing yang tidak dapat tercerna misalnya plastik maupun sumber makanan yang tidak bersih misalnya dari sampah.


  • Infeksi virus

Yang paling sering ditemui dan biasanya bersifat fatal pada anak anjing yang belum divaksinasi adalah infeksi virus parvovirus dan koronavirus. Infeksi oleh virus ini menyebabkan diare berdarah akut disertai muntah dan dehidrasi parah. 


  • Parasit usus

Parasit usus pada anjing biasanya disebabkan oleh cacing whipworms (cacing pipih), hookworms (cacing tambang), roundworms (cacing gilig). Diare yang oleh cacing kadang disertai dengan darah sehingga dapat menyebabkan diare akut dan kronis pada anak anjing dan anjing dewasa.


  • Infeksi bakteri dan protozoa

Protozoa menimbulkan kerusakan sel-sel epitel usus dan diantaranya yang sering menyerang terutama pada anak anjing adalah giardia dan coccidia. Sedangkan penyebab diare oleh bakteri diantaranya E. Coli, Salmonella dan Campylobacter.


  • Obat-obatan maupun toksin

Obat tertentu dapat menimbulkan efek samping diare, diantaranya NSAID (non steroidal anti-inflammatory agent) atau obat anti radang non-steroid, yang mengandung aspirin. Beberapa obat jantung, obat cacing dan kebanyakan antibiotik juga dapat menyebabkan diare.


  • Gangguan emosional (Stress)

Anjing juga dapat mengalami diare saat mereka merasa gembira atau takut, sebagai contoh: saat mereka pergi ke dokter hewan atau acara dog show. Bahkan setiap perubahan mendadak dalam makanan mereka atau lingkungan hidupnya bisa menyebabkan diare karena emosional yang dirasakan anjing tersebut.




Mengobati Diare di Rumah

Beberapa kasus diare pada anjing bukanlah masalah yang serius, karena bisa sembuh dengan perawatan yang tepat di rumah. Dengan mengambil tindakan yang tepat, Anda bisa mengatasi serangan diare pada anjing dengan catatan diarenya tidak begitu parah serta tidak disertai dengan komplikasi penyakit lain. Langkah-langkahnya yaitu:

  1. Pada saat diare, cairan tubuh banyak yang ikut terbuang. Hal utama yang perlu dilakukan adalah mengupayakan masuknya kembali cairan ke dalam tubuh anjing. Caranya dengan memberikan cairan oralit sedikit demi sedikit, tetapi sering. Suapkan larutan oralit dengan menggunakan sendok atau spuit (alat suntik tanpa jarum). Atau campurkan sesendok gula pasir dengan sedikit garam dalam segelas air hangat. Anda juga bisa memberinya pedialyte. Pedialyte bukanlah obat diare, namun Pedialyte adalah cairan oralit untuk bayi, tetapi anda juga dapat menggunakannya untuk anjing. Obat ini mencegah anjing dari dehidrasi.
  2. Jangan beri makan dahulu (puasa) selama 24 jam apabila hewan sudah usia dewasa. Namun apabila masih berupa anak anjing cukup 12 jam saja.
  3. Beri makanan yang netral dan tidak mengiritasi pencernaan, misalnya nasi dicampur daging ayam rebus atau ikan tuna rebus yang diblender. Dapat juga diberikan kuning telur ayam rebus. Makanan jadi yang khusus untuk kondisi anjing yang terkena diare juga tersedia di pet shop.
  4. Tempatkan hewan ditempat tersendiri yang bersih, kering dan hangat.
  5. Obat diare seperti Kaopectat, Nifural, Newdiatabs juga dapat diberikan kepada anjing, namun harus benar-benar diperhatikan dengan baik dosis pemberiannya. (Baca: Apakah cara untuk menyembuhkan diare tanpa menggunakan obat?)


Jika kondisi ini berlangsung lebih dari dua hari sebaiknya segera langsung diperiksakan ke dokter hewan terdekat. Hal ini dikarenakan diare bisa menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan. Setelah dokter mengetahui penyebab diare, dokter akan memberikan terapi yang sesuai dengan penyebabnya. 



Itulah uraian singkat mengenai diare yang terjadi pada anjing. Intinya perlu adanya kewaspadaan dari para pemilik anjing kesayangan tersebut, sehingga penyakit diare yang timbul dapat dicegah atau dapat segera diatasi. Karena upaya mencegah terjadinya penyakit apapun pada prinsipnya jauh lebih penting daripada upaya pengobatan setelah terjadinya penyakit. (Baca: Bisakah alergi makanan menyebabkan diare?)

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang