Bagaimana cara saya menjadi dokter gigi?

Dilihat 8,84 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kesehatan adalah nikmat paling mahal yang dimiliki makhluk hidup, kesehatan mulut dan gigi merupakan kunci seseorang menikmati adanya makanan lezat yang tersedia di bumi ini. Tanpa adanya nikmat yang satu ini, sekaya apapun manusia atau sejaya apapun kekuasaan yang dimilikinya, maka tidak akan ada satupun hal yang mampu menyenangkan hatinya kecuali nikmat sehat pada tubuh salah satunya adalah gigi. Oleh karena itu, profesi seorang dokter gigi sejak dulu sangat digandrungi meskipun ada dasarnya cara menjadi dokter gigi profesional tergolong sangat sulit.




Kedokteran gigi adalah ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan. Di Indonesia sendiri, ada banyak Universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran Gigi yang sudah teruji karena melahirkan ribuan Dokter Gigi tiap tahunnya. Sebut saja Pendidikan Dokter Gigi UI (Terakreditasi A), Pendidikan Dokter Gigi Unair (Terakreditasi A), Pendidikan Dokter Gigi Unpad (Terakreditasi A), Pendidikan Dokter Gigi UGM (Terakreditasi A), Pendidikan Dokter Gigi Unhas (Terakreditasi A), dan Pendidikan Dokter Gigi USU Medan (Terakreditasi B).


Spesialisasi Dokter Gigi


Dokter Gigi sendiri sebenarnya memiliki spesialisasi masing-masing. Ada 7 bidang dokter gigi spesialis, yang harus Anda ketahui, antara lain:


1. Pedodontist, Sp.KGA (Spesialis Kedokteran Gigi Anak)

Hampir semua permasalahan kesehatan gigi dan mulut anak serta remaja dipelajari oleh spesialis kedokteran gigi anak. Pedodontis akan melakukan pencegahan dan perawatan semua kelainan dan penyakit pada gigi dan mulut anak secara komprehensif, baik anak yang normal, maupun anak dengan kebutuhan khusus.

2. Orthodontist, Sp.Ort (Ahli Meratakan Gigi)

Untuk Anda yang ingin meratakan gigi, datang dan periksakan keadaan gigi pada Anda pada dokter yang bergelar Sp. Ort. Spesialis Orthodonti mempelajari tentang ilmu merapihkan gigi, jadi kalau yang berantakan giginya dapat dirapihkan oleh Sp. Ort ini,.

3. Endodontis, Sp.KG (Spesialis Konservasi Gigi)

Spesialis Konservasi Gigi (Sp.KG), mempelajari ilmu tentang mempertahankan gigi selama mungkin ada di dalam mulut, atau yang mungkin sering didengar tentang perawatan syaraf gigi, dll. Pada saat Anda datang, dokter akan memberikan pencegahan dan penanggulangan karies, restorasi, kosmetik gigi, perawatan endodontik konvensional, dan bedah.

4. Periodontist, Sp.Perio (Spesialis Periodonsi/ Ahli Jaringan Penyangga Gigi)

Dokter gigi spesialis ini akan melakukan perawatan penyakit, atau kelainan gusi dan jaringan penyangga pada gigi.

4. Oral Surgeon, Sp.BM (Spesialis Bedah Mulut)

Ingin mencabut gigi atau operasi sumbing? Segeralah periksakan kepada dokter spesialis bedah mulut. Karena dokter ini mempelajari berbagai macam ilmu bedah di area rongga mulut, baik itu tumor, trauma akibat kecelakaan, celah bibir dll.

6. Prosthodontist, Sp.Prost (Spesialis Prosthodonsi/Ahli Gigi Turunan)

Spesialis Prosthodontia (Sp.Prost) , para ahli yang mempelajari tentang pembuatan gigi tiruan. Penggantian gigi yang hilang dengan membuat gigi tiruan, dan perawatan sendi, hanya mampu dilakukan oleh dokter ini, bukan yang lain.

7. Oral Medicine, Sp.PM (Spesialis Penyakit Mulut)

Spesialis Penyakit Mulut (Sp. PM) ini mempelajari hal tentang kelainan yang terjadi pada jaringan-jaringan lunak lainnya yang ada di rongga mulut, misalnya penyakit mulut karena bakteri dan jamur, halitosis, dan perawatan sendi dan rahang.


Profesi dokter gigi adalah profesi yang membanggakan. Namun jika Anda ingin menjadi seorang dokter gigi maka pastinya Anda harus melewati banyak perjuangan.Mulai dari perjuangan fisik, waktu, sampai finansial. Tahapan demi tahapan harus dilalui karena profesi ini bukanlah profesi sembarangan. Berikut syarat- syarat menjadi dokter gigi:


1. Sehat jasmani dan rohani

Menjadi seorang dokter gigi tentunya harus memiliki tubuh yang sehat baik secara fisik maupun mental. Ini dikarenakan sebagai dokter gigi, kita akan memeriksa pasien dan untuk menghindari kesalahan-kesalahan saat proses memeriksa pasien.

2. Tidak buta warna

Saat memeriksa pasien, seorang dokter gigi akan dihadapkan dengan berbagai organ fisik dari pasiennya. Hal ini memungkinkan seorang dokter gigi tidak boleh buta warna untuk menghindari kesalahan saat memeriksa pasien. Selain itu, jika sampai terjadi kesalahan saat memerika, ini akan berakibat fatal bagi pasien yang diperiksanya

3. Bebas Narkoba dan Obat-obatan Terlarang

Calon dokter gigi pun harus bebas dari konsumsi obat-obatan terlarang. Karena seorang dokter gigi harus fokus terhadap kondisi pasien dan harus benar-benar tepat saat menentukan penyakit dari gejala-gejala yang dimunculkan pasiennya.

4. Menguasai keterampilan dokter gigi

Menjadi seorang dokter gigi juga harus menguasai beberapa keterapilan seperti keterampilan pengetahuan sebagai dokter, komunikasi, keterampilan membimbing dan menganalisa informasi pasien, keterampilan bekerjasama dalam tim, keterampilan dalam menangani masalah dengan baik dan cekatan.


Selain syarat- syarat non akademis di atas, untuk menjadi dokter gigi harus lulus secara akademis. Berikut ulasan yang akan kami paparkan mengenai tahapan cara menjadi dokter gigi.


CARA MENJADI DOKTER GIGI


1. Pendidikan Akademik




Tahapan pertama untuk menjadi dokter gigi yaitu menjalani pendidikan Pendidikan akademik. Banyak mahasiswa kedokteran gigi menyebut jenjang S-1 tersebut sebagai masa preklinik, lamanya adalah kuliah 8 semester (4 tahun). Namun rata- rata mahasiswa FKG dapat menempuh hanya selama 3,5 tahun (rata-rata). Terdapat cukup banyak institusi pendidikan dokter gigi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hingga harus cerdas memilih FKG. Perlu diketahui, FKG yang terbaik adalah FKG yang terkreditasi A.


Namun seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, syarat masuk fakultas kedokteran gigi sangatlah sengit. Di sebagian besar institusi, seorang mahasiswa harus mendapatkan tiga nilai A di ujian pra-universitas mereka.


Tidak hanya syarat masuk fakultas kedokteran saja yang berat, masa- masa pendidikan kedokteran juga dikenal sebagai pendidikan yang tidak mudah. Kuliah kedokteran gigi identik dengan banyaknya materi yang harus dipelajari, dihafal, dan dipahami. Tidak seperti kuliah teknik atau sains yang banyak bermain logika.


2. Pendidikan Profesi


Setelah lulus sarjana dan mendapat gelar S.KG “sarjana kedokteran gigi”, seorang calon dokter gigi harus melaksanakan pendidikan profesi atau istilahnya menjadi seorang koas (istilah kerennya dokter muda). Jenjang profesi biasa pula disebut sebagai masa klinik karena proses ini dilaksanakan di rumah sakit pendidikan. Tahap ini merupakan tahap pengaplikasian ilmu kedokteran yang telah dimiliki selama kuliah kepada pasien sebenarnya. Jadi pada tahap ini calon dokter sudah bertindak sebagai dokter namun masih di bawah pengawasan pembimbingnya. Pendidikan profesi biasanya ditempuh selama 1,5-2 tahun (rata-rata). Setelah menyelesaikan pendidikan profesi, maka sudah bisa mendapatkan titel dokter (drg.)


3. Ujian Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (UKDGI)


Setelah sah mengenakan titel dokter gigi (drg.), dokter tadi belum bisa langsung bebas melaksanakan praktek kedokterannya. Dokter tersebut harus mengikuti UKDI atau ujian kompetensi dokter indonesia. Setelah mengikuti Ujian Kompetensi Dokter Gigi (UKDGI) dan dinyatakan lulus, kemudian barulah dapat dinyatakan sebagai Dokter Gigi yang sudah memiliki kompetensi untuk membuka praktek pribadi atau menjadi dokter di rumah sakit. . Ujian ini dilaksakan 4x setahun.


Menjadi seorang dokter gigi profesional memang tidak mudah, namun dengan usaha keras dan doa maka semua itu dapat diraih oleh siapapun yang menginginkannya. Demikian mengenai artikel yang menjelaskan cara menjadi dokter gigi ini. Semoga dengan adanya artikel ini bisa memberikan pemahaman kepada anda mengenai tatacara menjadi seorang dokter gigi profesional yang berguna bagi sesama.


Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang