Bagaimana caranya memilih kamera DSLR?

Dilihat 283 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Ini saran saya bagi para pemula yang mau membeli kamera DSLR atau siapapun yang ingin membeli kamera yang sesuai dengan kebutuhan mereka : Belilah kamera DSLR sesuai dengan anggaranmu. Kalau kamu yakin bahwa suatu hari nanti kamu akan serius menekuni dunia fotografi, maka saran saya belilah kamera Nikon atau Canon dan belilah lensa - lensa tambahan untuk investasi jangka panjang dan untuk investasi jangka pendek, belilah body kamera.

Saya punya koleksi lensa yang cukup banyak bahkan di antara ada yang berumur 25 tahun. Beberapa lainnya baru saya beli beberapa bulan belakangan. Walaupun ada setiap lensa mungkin memiliki versi yang lebih baru, lensa - lensa yang saya miliki saat ini masih banyak dijual di pasaran dan masih dianggap sangat bagus oleh perusahaan - perusahaan pembuat kamera.

Hal ingin saya sampaikan di sini adalah bahwa saya menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli berbagai maca lensa dibandingkan body kamera (5 atau 6) yang saya beli pada saat yang sama. Hal sama juga banyak dilakukan oleh para fotografer profesional dan seperti Canon dan Nikon menyadari hal tersebut sehingga mereka menghindari untuk membuat body kamera yang akan membuat koleksi lensa para fotografer menjadi usang dan tidak bisa dipakai lagi.

Kalau kamu sanggup untuk membeli lensa yang dirancang untuk kamera sensor penuh, maka saya sangat menyarankan kamu untuk membelinya. Lensa - lensa tersebut juga dapat digunakan pada kamera sensor crop untuk mengambil gambar pada bagian tengah lensa yang biasanya dapat menangkap gambar yang lebih tajam, menghasilkan kualitas gambar yang lebih dan lensa - lensa tersebut dapat mempertahankan nilainya dan kamu juga bisa menggunakannya pada kamera sensor crop ketika kamu menginginkannya. Jadi, belilah kamera dan lensa sesuai dengan anggaranmu tapi jangan lupa pada berbagai kemungkinan. Dalam jangka panjang, pembelian tersebut bisa membuat kamu menghemat cukup banyak uang.

Belilah kamera yang mendukup jenis fotografi yang kamu sukai. Buatlah daftar yang berisi apa yang ingin kamu lakukan dengan kamera DSLR saat ini dan mulai dengan target foto kamu. Misalnya : Orang - orang yang bepergian / lanskap wisata, olahraga di malam hari / cahaya yang redup. Lalu buatlah daftar yang berisi apa yang ingin kamu lakukan ke depannya. Ini merupakan hal yang lumrah bagi para pemula, kamu tidak sendirian.

Selain itu, ingatlah untuk memberikan sedikit ruang pada anggaranmu. Kalau kamu memang bisa menemukan kamera DSLR yang sesuai dengan kebutuhannya dan harganya masih di bawah anggaran yang sudah kamu tetapkan, maka tidak ada masalah. Tapi kalau seandainya kamu harus membayara agak lebih banyak dibandingkan anggaranmu untuk membeli sebuah kamera yang sesuai dengan kebutuhanmu, maka ada baiknya kamu mempertimbangkannya juga.

Tidak ada gunanya membeli kamera yang tidak bisa melakukan apa yang ingin kamu lakukan saat ini. Ketika kamu mempertimbangkan berbagai pilihan, bandingkan juga kemampuan setiap kamera dengan daftar hal - hal yang ingin kamu lakukan saat ini dan di masa depan.

Kalau kamu berencara untuk membeli kamera DSLR, kamu tidak perlu mempertimbangkan kebutuhkan di masa depan, karena kamera DSLR apapun yang kamu beli akan tergantikan dalam 3 - 4 tahun ke depan dan model baru akan diluncurkan ke pasaran (sama seperti ketika kamu membeli komputer atau hp). Tapi hal tersebut tidak berlaku ketika kamu ingin membeli lensa DSLR, karena lensa yang berkualitas dapat bertahan selama 20 - 30 tahun ke depan.

Saya seseorang yang punya keyakinan kuat bahwa kamu harus tahu cara menggunakan sebuah kamera sebelum kamu membelinya. Hal tersebut karena beberapa kamera menggunakan menu untuk mengubah pengaturannya, sedangkan beberapa lainnya tomol penyetel. Masing - masing orang mungkin memiliki preferensi yang berbeda untuk ini.

Biasanya, semakin canggih sebuah kamera, maka pengaturannya akan menggunakan tombol penyetel. Awalnya mungkin agak sulit, tapi setelah dipelajari, cara ini jauh lebih cepat dibanding menggunakan menu untuk pengaturan. Jadi sebaiknya kamu tidak langsung melakukan pembelian pada kunjungan pertama ke toko kamera. Cobalah kamera yang menarik perhatianmu dan lihat apakah kamu nyaman menggunakannya, laku pulanglah dan lihat ulasan tentang kamera tersebut untuk mengecek apakah kamera tersebut sesuai dengan kebutuhanmu.

Situs yang biasanya sering saya gunakan adalah DxOMark dari DxO Labs. Situs tersebut menyediakan ulasan yang objektif mengenai sensor kamera dan mengurutkannya berdasarkan kemampuan masing - masing kamera dan kemampuan kamera - kamera tersebut dalam melakukan hal yang kreatif. Tapi mereka tidak mengukur sistem fokus responsif atau shutter release lag, yang juga bisa menjadi faktor pertimbangan dalam menentukan sistem kamera secara keseluruhan. Tapi dengan mengetahui ukuran dari kemampuan sensor kamera dan lensa kamu bisa mengetahui apakah kamera tersebut sesuai dengan kebutuhanmua.

Kekurangan dari DxOMark adalah karena situs tersebut tidak menyediakan ulasan berbagai kamera dari sudut pandang seorang fotografer. Misalnya, fitur seperti kemampuan kamera untuk fokus pada objek yang bergerak atau cara mengendalikan kamera sacara intuitif. Untuk mendapatkan ulasan mengenai hal tersebut, biasanya saya akan mengunjungi situs seperti The Digital Picture.

Apakah kamu membeli kamera DSLR menengah atau yang murah? Hal ini bergantung pada gambar apa yang ingin kamu ambil saat ini dan mungkin di masa yang akan datang dan seberapa sering kamu melakukan fotografi. Hampir semua fotografer baik yang pemula maupun yang profesioanl menghasilkan banyak uang untuk membeli lensa (saya kembali mengulang hal ini untuk menekankan). lensa yang berbeda diberli untuk tujuan yang berbeda, misalnya macro, portrait, landscape atau fotografi olahraga.

Saya punya lensa - lensa yang baru dibeli belakangan ini dan ada juga yang sudah digunakan selama 25 tahun. Semuanya masih dapat berfungsi dengan baik dan diberli untuk memenuhi kebutuhan fotografi tertentu. Jadi saran saya, kamu kamu serius ingin menekun fotografi, hal yang harus dipertimbangkan pertama kali adalah lensa, baru kemudian body kamera.

Saya juga akan menghindari membeli lensa yang tidak mendukung sensor kamera penuh sekalipun kamera DSLR yang saya beli tidak menggunakan sensor kamera penuh. Dengan begitu, kalau kamu menghabiskan banyak uang untuk membeli lensa, kamu bisa menggunakannya ketika kamu meng-upgrade kameramu.

Selain itu, para pembuat kamera untuk kamera DSLR yang menengah dan pro jarang mengubah tempat lensa karena biasanya investasi pada berbagai lensa akan membuat fotografer terus menerus menggunakan sebuah merk (misalnya, fotografer yang menggunakan kamera Canon jarang berubah haluan menggunakan kamera Nikon, begitu pula sebaliknya karena mereka harus mengubah lensanya juga).

Saya memulai karir saya di dunia film dan body kamera yang pertama saya beli adalah Canon Rebel (saat itu saya hanya membeli body kamera dan menggunakan lensa yang sudah saya miliki). Belakarang saya menukarnya engan 5D karena saya suka sensor kamera penuh. Lalu saya menggunakan 5D Mark II karena kemampuannya untuk dapat menangkap gambar dalam pencahayaan yang redup (saya memfoto pertandingan olahraga di ruangan tertutup dan Mark II memiliki rentang ISO yang lebih tinggi).

Setelah itu saya menggantikan dengan 1Dx yang juga memiliki rentang ISO yang tinggi, dengan sistem fokus yang lebih baik dan frame rate yang lebih tinggi. Bahkan kalau semua itu dijumlahkan, nilainya masih di bawah nilai investasi saya ke lensa kamera. Kalau kamu berencana mulai dari model yang dasar dan kemudian menggantinya ke model yang lebih canggih, maka sebaiknya kamu memisahkan pembelian body kamera dan lensa kamera.

Misalnya, kamu bisa membeli lensa sensor kamera penuh yang baru atau bekas lalu menggunakannya pada body kamera yang kamu beli. Kalau kamu punya teman pencinta fotografi yang mau meminjamkanmu lensa yang ingin kamu beli body kameranya, kamu bisa mencoba berbagai macam lensa terlebih dahulu.

Cara lain untuk mulai membeli kamera DSLR adalah dengan membeli peratalan bekas. Saya tidak menyarankan untuk membeli kamera DSLR canggih yang harganya mahal sampai kamu yakin bahwa kamu membutuhkannya dan memang memiliki uang untuk membelinya.

Kamu bisa melihat ulasan kamera dan lensa yang ada saat ini dan yang sudah tidak dijual lagi pada situs yang sebelumnya saya sebutkan untuk mempelajari kemampuan kamera dari sudut pandang seorang fotografer dan analis untuk melihat kamera mana yang paling cocok dengan kebutuhanmu.

Fotografi awal yang saya lakukan adalah dengan menggunakan kamera film. Saat itu, sudah menjadi hal yang biasanya bagi saya untuk menghabiskan uang 6 juta untuk memproses hasil dari kamera film dari satu kejadian. Dari sini, kamu bisa melihat bahwa harga sebuah body kamera DSLR sebanding dengan menghindari biaya lab film (di luar biaya program komputer untuk memproses dan menyimpan foto)

Dalam beberapa hal, sensor digital lebih baik untuk film dalam menangkap sebuah gambar :

1. Kamu bisa langsung melihat hasil gambar pada bagian belakang kamera dan

2. Rentang ISO nya jauh lebih tinggi dibanding kamera film.

Tapi kamera film masih memiliki kelebihan dibanding kamera DSLR karena memiliki lintang eksposur yang lebih tinggi dan rentang sorotan yang lebih luas.

Apakah cara terbaik untuk membeli kamera DSLR? Menurut saya yang paling penting adalah kamu bisa menggunakan kamera DSLR tersebut sebelum kamu membelinya. Hal tersebut karena kamera yang kamu beli harus sesuai dengan kebutuhanmu dan kamu harus bisa mengendalikannya secara intuitif.

Ada beberapa faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kamera DSKR mu. Singkatnya, sebuah kamera harus bisa kamu gunakan dengan mudah. Kalau kamera tersebut sulit untuk digunakan, maka kemungkinan besar kamu memilih model yang tidak cocok (masing - masing orang memiliki preferensi sendiri - sendiri jadi model yang cocok untuk satu oran belum tentu cocok untuk yang lainnya).

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah apakah kamu ingin bisa mendatangi seseorang dan menanyakan kepada mereka cara mengatasi masalah yang kamu miliki dengan kamera DSLR mu. Saya dulu tinggi di Amerika dan satu toko yang saya rekomendasikan adalah Penn Camera (saat ini jadi Calumet). Di sana kamu bisa membandingkan berbagai body kamera. Kadang saya membeli kamera DSLR di sana dan kalau kamera saya bermasalah, saya akan membawanya ke sana dan meminta mereka memperbaikinya.

Saya memiliki pengalaman fotografi puluhan tahun dan jarang memiliki masalah dengan kamera saya. Tapi, kadang saya memilik masalah kompatibilitas. Misalnya saya punya body kamera Canon EOS 5D dan Canon EOS 5D MK-II. Saya juga punya Quantum flash yang kadang saya gunakan untuk mengambil gambar pada acara - acara (seperti pernikahan, dsb). Saya mencoba mengambil gambar acara pernikaha menggunakan 5D MK-II untuk pertama kalinya dengan Quantum flash dan ternyata tidak bisa berfungsi. Saya pergi ke Penn Camera dan mereka menyelesaikan masalah tersebut untuk saya sehingga saya dapat kembali melakukan pengambilan gambar untuk acara penikahan hari itu.

Jadi kamu juga harus mempertimbangkan apakah toko tempat kamu membeli kamera dapat membantumu memecahkan masalah yang kamu punya dengan kameramu, memberikan pelayanan yang cepat dan apakah harganya cukup bersaing. (terutama kalau kamu suah punya bayangan harga dari kamera yang kamu inginkan dan mau mencoba untuk menawar)


Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang