Bagaimana caranya mengatasi orang tua helikopter yang memaksa kalau pramuka mereka harus lanjut ke bintang secepatnya setelah 4 bulan dalam kelas pertama saat pramukanya sendiri hampir tidak melewati batas minimum dan hampir tidak ada semangat pramuka?

Dilihat 587 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya rasa konteks disini sangat penting.

Apakah ada riwayat akhir-akhir ini kalau pasukan laki-laki di”tahan” karena berwujud seperti ini?

Jika ya, maka kasusnya jelas.”Seperti juga johnny tahun lalu, Jimmy butuh waktu sedikit lagi untuk mendemonstrasikan semangat pramuka dan mengembangkan kepemimpinan.”

Jika tidak, maka aku rasa guru pembimbing berada dalam masalah. Tidak secara legal, tentu saja, tapi di semangat, kepaduan, dan "optik”


Bagaimana pun juga, jika dia mau berdiri serius di “semangat pramuka” dan “kepemimpinan”, maka dia (atau komite) harus tahu tepatnya apa maksud dari memenuhi standar ini di masing-masing tingkat. Sebaliknya, sepertinya dia mengganggu seseorang, bisa karena anaknya bukan prauka yang paling rajin atau karena orang tuanya buruk.


TAMBAHAN: setelah merefleksikan ini semalaman, saya rasaa ada sesuatu yang lain di sini yang ditunjukkan ke aku, tapi tidak mungkin tidak benar. Saya ingin memperbaikinya.


Ada dua masalah yang terpisah disini (tapi terjalin). Faktanya, kebanyakan dari kita telah menjawab pertanyaan yang salah—pertanyaan yang kita maksud, tapi bukan pertanyaan yang tegas. Kita sudah tahu apa yang harus dilakukan tentang kemajuan pramuka itu, pertanyaannya adalah bagaimana cara menangani orangtua nya.


Pertama dan terutama, pembimbing harus memisahkan masalah lain dengan yang disebut orangtua “helicopter” dari masalaah kemajuan pramuka. Jika pramuka meminta BoR, maka berikanlah BoR (dan, kubilang, berikan setelah diskusi). Jika orangtua meminta untuk BoR, katakan ke mereka kalau permintaan harus dari pramukanya sendiri. Sementara, kerja keras di mengisolasi perasaan tentang orangtua dari perasaan tentang pramukanya. (Inilah yang membuat kita tersesat dalam menjawab pertanyaan)


Strategi jangka panjang adalah untuk kerja berbarengan dengan membantu pramuka untuk mengembangkan kemandirian, dan membantu orang tua untuk memberikannya tempat untuk melakukannya. Ini tidak bagus untuk pasukan dan pembimbing;itu—dan aku ngomong ini sebagai fakultas asisten belajar dari universitas—khususnya pertumbuhan personal pramukanya sendiri.


Kamu harus mulai ini secara halus. Pastikan ada aktivitas untuk orangtua (jika mereka mengikuti rapat/acara) terpisah dari program pramuka, dan menyemangati pramuka untuk berorganisasi/memimpin acara. Saya tidak akan mendukung orangtua untyk berpartisipasi dalam acara kecuali pemimpin pasukan—dan jika dia bagian dari tim kepemimpinan, mereka harus memiliki peran spesifik yang menetapkan mereka dekat dari anak mereka.

Lagi, proses ini tidak akan gampang, tapi perlu. Semoga orangtua akan mengetahui ini.


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang