Apa cerita romantis malam pertama pernikahan anda?

Dilihat 728 • Ditanyakan 10 bulan lalu

Saya seorang pria berusia 23 tahun. Saya sangat ingin tahu pengalaman anda.

1 Jawaban 1


Pernikahan adalah sebuah ikatan atau jalinan antara seorang wanita dan seorang laki-laki yang berjanji untuk membentuk suatu keluarga yang harmoni sakinah mawadah warahmah, dan tanpa paksaan.

Anda yang baru saja menikah, pastinya sudah merasa sangat lega karena nantinya tidak akan ada lagi pertanyaan,”Kapan nikah?” Eits, tapi sepertinya anda jangan terlalu senang dulu, karena akan ada pertanyaan-pertanyaan baru yang harus anda hadapi ketika sudah menikah. Yup, pertanyaan tersebut tidak kalah menyebalkan dari pertanyaan sebelumnya lho.

Salah satu pertanyaan yang paling menyebalkan yaitu pertanyaan mengenai malam pertama pengantin baru bahkan ada pertanyaan usil yang menanyakan tentang video malam pertama mereka. Rasa ingin tahu orang tentang urusan ranjang memang tidak bisa anda hindari. Siapa saja bisa mengajukan pertanyaan ini, baik orang tua anda, teman-teman dekat anda atau bahkan orang yang belum lama anda kenal sekalipun. Anda pun pasti akan merasa sungkan dan malu untuk menjelaskannya. Kalau semua baik-baik saja, maka yang bisa anda lakukan adalah senyum saja. Hal ini sudah menjawab semuanya.

Sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang sebaiknya jangan ditanyakan kepada pengantin baru, karena sebagian besar dari pertanyaan tersebut rata-rata menjurus ke ranah pribadi sehingga tidak etis untuk ditanyakan. Nah apa saja pertanyaan-pertanyaan tersebut? Yuk, langsung saja kita cari tahu : 


Pertanyaan Menyebalkan

   


Saat memasuki transisi status dari lajang menjadi menikah, akan ada bermacam-macam fase yang harus anda lewati. Fase paling nyata adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan dari orang lain mengenai rasanya menjadi pengantin baru. Untuk anda para pengantin baru bersiaplah mendengar kalimat semacam ini:

  1. Pertanyaan yang pertama muncul pasti mengenai malam pertama pengantin baru. “Malam pertama kamu gimana, romantis?“. Bikin video malam pertama ga?" Tidak wajib kok hukumnya untuk menjawab jujur.
  2. “Ciyeee, udah nggak tidur sendirian. Seneng ya?“ Pertanyaan ini tidak perlu diambil hati. Jawab dengan senyum meringis saja.
  3. Tunggu saja, pasti akan ada yang tanya tentang destinasi bulan madu. “Jadinya, bulan madu kemana kemarin?“
  4. “Suami siaga nggak?” dan “Istri bisa masak?” adalah bentuk pertanyaan yang diajukan mereka di awal pernikahan anda. Jawab iya saja biar mereka lega.
  5. Bersiaplah, akan tiba saatnya yang menanyakan mengenai “Tinggal dimana nih sekarang? Rumah sendiri apa ikut mertua?“
  6. Mengenai momongan, pasti ada yang tanya. “Udah isi belum?” , pertanyaan ini akan mewarnai hari-hari barumu.
  7. “Ingin punya anak berapa?” kadang ditanyakan saat kamu baru menikah 3 minggu.
  8. Orangtua dan mertua pasti ingin segera menggendong cucu. Siapkan jawabannya saat ada pertanyaan dari mereka “Kapan Ayah Ibu dapat cucu?” 


“Malam pertama kamu gimana, romantis?“

   


Diantara pertanyaan di atas, yang paling menyebalkan adalah poin pertama, apalagi sampai menanyakan tentang video malam pertama atau cerita romantis malam pertama. Nah, untuk anda yang bertanya mengenai hal tersebut akan saya sampaikan sebuah cerita :

Suatu ketika dalam program pertemuan para pengacara, semua pengacara ditanya sebuah pertanyaan: “Ceritakanlah tentang pengalaman yang anda alami pada saat malam pertama pengantin baru ”.  Tiba-tiba seorang pengacara membantah pertanyaan tersebut dengan mengatakan:  “Tidak ada seorangpun yang mau berbagi cerita momen pribadi mereka di depan umum”.  

Sang koordinator menanggapinya dengan sangat baik dan berkata:

 “Saat anda tidak dapat berbagi pengalaman pribadi anda di depan 25-30 orang yang anda kenal di sini, bagaimana anda mengharapkan seorang korban pemerkosaan bersedia menjelaskan secara terperinci peristiwa yang dialaminya di depan banyak orang yang tidak dikenal?”

Seketika suasana menjadi hening. 

Nah, dari cerita di atas dapat kita ambil kesimpulan, bahwa seorang korban perkosaan yang jelas-jelas telah menjadi korban, ada rasa malu untuk berbagi cerita tentang apa yang dialaminya terlepas dari rasa trauma yang dia rasakan, apalagi mereka (orang biasa yang tidak mengalami hal tersebut) pastinya akan lebih sungkan lagi untuk menceritakan hal yang paling pribadi itu.

Saya harap anda mengerti maksud perkataan saya. Anda ingin tahu tentang malam pertama pernikahan seseorang hanya karena anda usil (baca:kepo) ??? Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa ada beberapa momen yang harus disimpan secara pribadi, tidak perlu semua orang tahu. 

Saya mengerti saat ini anda masih berusia 23 tahun dan sangat wajar memiliki pertanyaan tersebut di pikiran anda. Tetapi percayalah, tidak ada satu orang pun yang bisa menjelaskan kepada anda tentang hal itu, karena itu bukanlah perasaan yang bisa digambarkan dengan kata-kata. Saya punya ide yang lebih baik, daripada menyuruh orang lain bercerita tentang pengalaman mereka pada anda, lebih baik cintailah seseorang dengan sepenuh hati anda saat ini, dan rasakan momen ”Hati Yang Berbunga-bunga"  yang akan terjadi pada diri anda suatu hari nanti, dan saya yakin anda akan mengerti apa yang saya maksud.


Hidup itu indah, oleh karena itu diperlukan penglihatan "hati" untuk melihatnya.  Hidup memang mengharuskan anda berurusan dan bertemu banyak orang (entah ini kesialan atau keberuntungan), maka dari itu, kita harus peka terhadap perasaan orang lain, dan bisa memilah-milah pertanyaan apa yang layak untuk ditanyakan kepada mereka. Dengan begitu diharapkan tidak ada orang lain yang akan terganggu dengan pertanyaan anda. (Baca: Bagaimana cara membuat malam pertama begitu berkesan?)

Terjawab 10 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang