Bagaimana fibromyalgia didiagnosa?

Dilihat 625 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

10 Besar Gejala Fibromyalgia Yang Paling Umum


Orang-orang yang mengalami fibromyalgia seringkali mendeskripsikan gejalanya seperti infeksi semacam flu yang tak kunjung sembuh. Membuat anda merasa kelelahan dan tak mampu berpikir atau menemukan kata yang tepat (gejala kabut otak). Banyak orang-orang dengan Fibromyalgia kelelahan hingga menyebabkan pingsan. Tidur pun tak mampu menyegarkan kembali atau mengistirahatkan tubuh, dan seringkali nyeri ototnya membuat seseorang itu tak bisa tidur sama sekali. Gejala-gejalanya bisa melelahkan dan pasiennya sering merasa seakan mereka harus berusaha keras memaksa diri mereka hanya untuk melakukan hal-hal yang sederhana

  • Rasa sakit yang konstan di seluruh tubuh, seringkali di tangan, kaki, lengan, paha, punggung, leher dan dada. Rasa sakitnya tak ada hentinya, dan sering digambarkan seperti terbakar, menusuk, menyebar, geli, nyeri yang dalam, atau meluas. Nyeri ini tak bisa diredakan dengan obat pelawan rasa sakit, atau remedi umum lainnya, dan seringkali lebih sakit daripada yang orang normal rasakan. Sebagai contoh, jika anda menepuk bahu seseorang dengan pelan, itu tak akan menyakitinya, namun bagi seseorang dengan fibromyalgia, pelukan sederhana atau tepukan pada bahu bisa terasa seperti ditusuk. Sentuhan sedikit saja begitu menyiksa, karena tak ada alasan lain selain karena sarafnya menjadi terlalu sensitif.
  • Kelelahan yang tidak dapat dipulihkan dengan cara tidur atau kafein/minuman berenergi. Rasa lelahnya tidak seperti lelah yang normal dari seseorang yang bekerja keras dan kemudian menjadi lelah. Itu sejenis rasa lelah yang bertahan selama beberapa bulan, dan tak kunjung hilang. Melakukan kegiatan yang sederhana, seperti membuat makanan, mandi atau berpakaian pun melelahkan orang tersebut sehingga mereka merasa harus tidur siang. Saat melakukan kegiatan rumah rutin, mereka harus berhenti dan sering beristirahat sebelum pekerjaan itu selesai. Sederhananya, mereka hanya memiliki stamina sedikit atau tidak memilikinya sama sekali. Itu kondisi yang setara seperti orang "normal" yang mencoba hidup dan terjaga setelah tak tidur sama sekali selama tiga hari.
  • Kesulitan tidur, seperti insomnia, goncangan dan berputar-putar (karena rasa sakitnya), terbangun beberapa kali di malam hari, dan perasaan kurang istirahat di pagi hari, seakan tak tidur sama sekali. Orang tersebut biasanya tidak bisa melalui hari tanpa tidur siang, karena mereka begitu lelah dan tak tidur nyenyak di malam hari. Bantuan tidur pada umumnya tidak membantu. Otak benar-benar tidak masuk ke tahap tidur yang cukup dalam untuk beristirahat bagi seseorang dengan Fibro. Akibatnya orang tersebut tidak bermimpi sebanyak orang-orang tanpa Fibro
  • Kabut otak, ciri-cirinya adalah pelupa, masalah daya ingat, masalah konsentrasi, menjadi "melamun" dan tak bisa mengingat percakapan, fakta-fakta, angka atau nama, kendatipun dibantu oleh "trik ingatan" yang biasa digunakan, daftar tertulis, atau pengingat. Seringkali orang tersebut membaca lebih lambat daripada yang biasa mereka lakukan, dan kurang paham, atau mereka salah ucap atau terbata-bata mengatakan sesuatu. Seringkali mereka salah mengeja kata-kata karena secara harfiah mereka tak ingat cara mengucapkannya.
  • Kekakuan di pagi hari yang membuat "melompat dari kasur" menjadi tidak mungkin dilakukan. Seringkali kekakuan ini begitu parah hingga orang tersebut tak bisa bergerak dengan baik untuk beberapa menit atau jam di pagi hari. Peregangan otot yang sederhana tak bisa memulihkannya. Otot-otot tubuh terus menerus kencang, meskipun selalu dipijat dan dilakukan peregangan
  • Simpul otot, kram, lemas yang tidak diakibatkan karena kegiatan fisik yang berat. Hal ini dialami setiap hari meskipun sudah beristirahat dan minum air. Rasa lemas yang paling mudah diamati seringkali pada lengan dan tangan, dan kegiatan repetitif apapun itu (menaiki tangga, mengetik, berjalan, bersujud, menunduk, mengangkat, dll.) merangsang dan meningkatkan nyeri otot. Sering seseorang dengan Fibro tak bisa mengangkat beban normal yang kebanyakan orang mengangkatnya dengan mudah. Otot-otot mereka tidak bekerja dengan benar
  • Gangguan pencernaan dan metabolisme seperti IBS, mulas, tak sanggup mencerna, kram usus, diare dan konstipasi. Intoleransi gluten, resistansi insulin dan sensitifitas makanan lainnya tidak selalu merupakan satu-satunya hal yang perlu dikhawatirkan, tapi jika dipasangkan dengan gejala lainnya, maka merupakan bagian diagnosa dari fibromyalgia. Otak tidak mengirimkan sinyal yang benar ke tubuh untuk mencerna dan mengolah makanan dengan tepat
  • Sakit kepala/migrain biasanya merupakan gejala dari sensitifitas sensori atau terhadap bahan-kimia dalam tingkatan tertentu. Kebisingan, suara bernada tinggi, cahaya terang, sinar matahari, parfum atau bau-bauan kuat lainnya, atau bahan kimia tertentu pada makanan bisa menyebabkan sakit kepalanya lebih parah. Sakit kepala umumnya dan sering dirasakan seburuk seperti mabuk parah, tanpa kesenangan minum-minum. Obat-obatan pereda nyeri di toko obat pun tidak membantu
  • Masalah keseimbangan seperti pusing, melayang, dan pandangan kabur semuanya adalah bagian dari komponen saraf yang terdampak fibromyalgia pada tubuh. Seseorang dengan fibromyalgia akan sering terjatuh, tersandung, atau menjatuhkan sesuatu yang mereka pegang. Orang tersebut tidak ceroboh atau bodoh atau lambat. Itu dikarenakan hanya akibat otak yang salah sasaran, dan mengirimkan sinyal yang salah ke otot-otot dan saraf-saraf. Hal-hal ini terjadi setiap hari, bukan suatu saat saja.
  • Sensitifitas terhadap perubahan cuaca seringkali merupakan satu tanda utama dari fibromyalgia. Orang-orang dengan fibromyalgia sering kesulitan mengendalikan suhu tubuh mereka. Panas terik dari musim panas atau dingin luar biasa dari musim dingin seringkali diucapkan oleh seseorang dengan Fibro, karena mereka tak bisa mendinginkan atau menghangatkan tubuh mereka seperti orang normal. Mereka akan mengalami stroke panas atau hypothermia jauh lebih cepat daripada seseorang tanpa fibromyalgia. Ironisnya, kadang-kadang seseorang dengan fibromyalgia bisa merasakan tubuh mereka mendidih seperti akan mati pada suhu di bawah 20 derajat, atau kedinginan dan menggigil pada suhu 100 derajat di musim panas.

Seorang ahli Rematologi bisa mendiagnosa dan menguji seseorang terhadap Fibromyalgia. Prosesnya terdiri dari empat tahap: Wawancara tanya jawab, tes "menusuk jari", sinar-x untuk mendeteksi arthritis, dan tes darah untuk mendeteksi gangguan autoimun lainnya serta mencari penanda spesifik dalam darah yang mengindikasikan nyeri dan inflamasi tingkat tinggi. Jangan biarkan dokter manapun mengatakan bahwa Fibro itu tidak nyata, atau mereka yang menolak untuk melakukan tes untuk itu. Jika anda mengalami gejala-gejala ini, seorang dokter yang baik akan setidaknya mengetes anda untuk mendeteksinya.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang