Bagaimana perbandingan Filipina dengan Indonesia secara keseluruhan?

Dilihat 66,1 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Sebagai dua negara Asia Tenggara, Negara Filipina dan Indonesia memiliki hubungan yang sangat baik. Bahkan hubungan ini sebenarnya sudah ada sejak abad ke-9 yang terdapat dalam Prasasti Kepingan Tembaga Laguna yang ditemukan pada tahun 1989 di Laguna de Bay, Manila. 


Prasasti tersebut menggunakan bahasa Melayu kuno, terdapat kata-kata dari bahasa Sansekerta, bahasa Jawa Kuno, dan bahasa Tagalog Kuno, serta ditulis dalam aksara kawi. Dalam prasasti ini berisi tentang pernyataan pembebasan hutang emas terhadap seseorang yang bernama Namwaran, serta menyebutkan Kerajaan Medang di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya. 


Hal ini menunjukkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Filipina. Hubungan dua negara ini kembali dibentuk setelah memproklamasikan negara mereka. Pada tahun 1949, Negara Filipina dan Negara Indonesia membuat hubungan diplomatik secara resmi, kantor konsulat Indonesia resmi di bangun pada tahun 1950 dan membuat perjanjian persahabatan yang ditandatangani pada tanggal 21 Juni 1951.   


Selain hubungan baik yang terbentuk antar dua negara ini, Negara Filipina dan Negara Indonesia bisa dikatakan memiliki banyak kesamaan. Kedua negara ini memiliki banyak kesamaan dari segi geografis, dari segi fisik penduduk, serta tatanan ibukota dari kedua negara tersebut. 


Karena banyak kesamaan ini Indonesia dan Filipina bisa dibilang seperti saudara kembar. Kita sudah banyak mendengar tentang kesamaan yang dimiliki antara negara tersebut, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa ada perbedaan antara kedua negara ini, bukan? 


Ada banyak hal yang tidak ketahui tentang Negara Filipina yang membedakannya dengan Indonesia. Namun tidak perlu khawatir, di bawah ini akan saya jelaskan sedikit tentang Negara Filipina berdasarkan kunjungan saya kesana dan hal apa saja yang membedakannya dengan Negara Indonesia. 



Indonesia dan Filipina



Secara keseluruhan, Indonesia dan Filipina hampir sama. Paling tidak begitulah kalau kamu hanya membandingkan kondisi umum di daerah ibu kota.

Saya orang Indonesia berusia 22 tahun dan tahun lalu saya tinggal di Filipina selama hampir dua bulan untuk magang. Sebelumnya saya menanyakan tentang biaya hidup kepada teman saya yang tinggal di sana dan katanya hampir sama dengan Indonesia, jadi pergilah saya ke sana. 


Waktu saya sampai dan berjalan-jalan di Manila, (jalan dan naik kendaraan umum) rasanya seperti sedang jalan-jalan di Jakarta atau Tangerang, tapi bedanya cuma orang-orangnya tidak bisa bahasa Indonesia, dan saya tidak mengenal jalan-jalannya. 


Tapi di luar itu, orang-orangnya terlihat mirip, bangunannya terlihat mirip, begitu juga dengan jalanannya yang juga memiliki sejumlah kendaraan yang sama. Selain itu transportasi di sana juga hampir sama dengan di sini. Waktu saya jalan-jalan di Makati, rasanya juga mirip dengan di Jakarta, dan Quezon hampir sama dengan Depok. Tapi saya tidak melakukan aktifitas bisnis ataupun aktifitas-aktifitas spesial lainnya. Jadi yang saya bicarakan di sini hanya dari segi kesehariannya saja.




Perbandingan Antara Filipina dengan Indonesia



Makanan


Di Filipina ada banyak pilihan makanan (dan lebih murah) di restoran. Ada restoran yang menyajikan hidangan spesial atau masakan kebangsaan tertentu yang bisa ditemukan di mall. Tapi di Indonesia tidak begitu. Kalau kita mau makan sesuatu yang tidak biasa (misalnya makanan Pakistan atau Mesir) kita harus benar-benar mencarinya. 


Biasanya yang ada di food court restoran hanya makanan cepat saji, makanan Barat, makanan Jepang, makanan Cina, makanan Korea, dan makanan Indonesia. Kalau sedang beruntung mungkin kamu juga bisa menemukan masakan Thailand. Dan tentunya di Indonesia (terutama di kota-kota kecil), sangat sulit untuk menemukan babi, jadi waktu tinggal di Filipina, saya serasa ada di surga babi, dan harganya juga murah. 


Kita juga bisa menemukan masakan Pakistan/Mesir, tapi bukan di dalam mal dan harganya tidak murah. Harga makanan cepat saji jauh lebih murah. Harga pizza juga lebih murah. Selain itu harga daging juga lebih murah. 


Tapi sulit untuk menemukan sayuran. Sayuran masak. Kalau di Indonesia, kamu bisa dengan mudah menemukan sayur-sayuran. Kalau kita beli capcay, sayurnya pasti lebih banyak dibanding dagingnya. Tapi di Filipina, kamu akan menemukan lebih banyak daging dalam capcay dibanding sayurnya. Makanan kemasan, makanan dan minumam kalengnya hampir sama dengan di Indonesia. 


Di Filipina, orang-orang sangat suka makan buah. Dan mereka selalu menggosok gigi setelah makan.


Dan Filipina punya makanan cepat sajinya sendiri yang bisa menyaingin McDonalds, yang dinamakan Jollibee. Dan cukup mudah untuk menemukan minuman beralkohol. Kalau kamu berkunjung ke Filipina, jangan lupa mencicipi makanan populer Filipina lainnya.




       


Pakaian dan Aksesoris



Menurut saya, berbelanja pakaian dan aksesoris di Filipina lebih menyenangkan. Harganya lebih murah, modelnya lebih bagus dan bervariasi dan karena Filipina lebih dekat ke Jepang, Korea, dan Cina dibanding Indonesia, produk-produk dari negara-negara tersebut (yang disukai oleh orang Filipina dan Indonesia) jauh lebih murah dan mudah ditemukan di Filipina. 


Mal di Makati luar biasa, walaupun saya tidak melihat tokonya, tapi luasnya, bangunannya, arsitekrutnya serta lokasinya membuat mall tersebut jauh lebih baik daripada mall di Indonesia. Mereka menyatukan mall-mall tersebut dengan alam.

     


Transportasi



Transportasinya mirip, tapi transportasi di Filiipina lebih baik. Memang masih ada kemacetan, tapi sistemnya lebih canggih dibanding Indonesia, walaupun pelaksaannya sama dengan di Indonesia. 


Terdapat tiga jalur jalan dan lebih banyak kereta, jalur bis, dan MRT. Jeepney di Filipina sama dengan angkot di Indonesia. Tricycle di Filipina sama dengan becak di Indonesia. Delman juga ada di Filipina. Ongkosnya hampir sama tapi lebih mahal di Filipina. Tapi harga bensin di Filipina jauh lebih mahal.

                           


          


Pendidikan


Sistem pendidikan di Filipina berbeda dengan Indonesia, yang paling mencolok adalah pengelompokan umur. Kalau menurut saya, sistem pendidikan Indonesia lebih baik dibanding Filipina. Anak-anak di Filipina mulai kuliah di usia 16 tahun dan menyelesaikannya di usia 20 tahun. 


Menurut saya, sebagian orang mungkin cukup dewasa untuk mulai menghadapi dunia di usia segitu, tapi tidak semua orang begitu. Apa yang orang-orang katakan tentang beasiswa di Indonesia mungkin memang benar, tapi terkadang tidak langsung diterima oleh para pelajarnya.





Kebudayaan, Jalanan, Hiburan, Bahasa, Pariwisata



Orang-orang di Filipina itu lebih ramah. 


Saya sendiri bingung kenapa banyak orang yang bilang orang Indonesia sangat ramah. Orang-orang di Filipina sangat ramah. Bahkan para satpam, dan penjaga toko yang tidak saya kunjungi pun menyapa saya. 


Kebudayaan Filipina banyak terpengaruh dari budaya Spanyol dan Amerika. Merienda (waktu minum teh), tarian yang menarik, beberapa bahasa, serta bangunannya merupakan peninggalan Spanyol. Dan masih banyak orang Spanyol yang datang ke Filipina. 


Kalau untuk pengaruh Amerika, mereka banyak mengikuti sistem Amerika dan banyak mendapat bantuan dari Amerika. Dari segi jalanan, menurut saya lebih bagus dibanding Indonesia. Ada banyak jalan kecil, tapi bukan jalan buntu seperti di Indonesia. Saya sudah jalan kaki di dua negara tersebut dan menurut saya jalanan Indonesia lebih membingungkan. 


Mengenai bahasa, bahasa Inggris merupakan bahasa kedua orang Filipina, beberapa orang juga bisa berbahasa Spanyol. Orang Filipina pandai berbehasa Inggris, bahwa pada pedagang kaki lima juga bisa bicara bahasa inggris dasar. 


Di Indonesia tidak begitu. Ada orang yang sangat fasih berbahasa Inggris, tapi tidak semua orang bisa berbicara bahasa Inggris. Dari segi pariwisata, saya sangat menyukai bagaimana orang-orang Filipina sangat menyukai sejarah dan budaya. Terutama pertunjukan seni. Pantomim, teater, tarian, dll. Dan mereka juga menyukai museum. 


Museum-museum yang ada di sana jauh lebih bagus dari yang ada di Indonesia. Tapi harga masuknya juga lebih mahal. Saya pergi ke bukit Taal dan pulau Corregidor, dan terus terang, pemandangan di Indonesia jauh lebih baik, tapi tidak ada yang seindah Corregidor atau makam orang amerika. Selain itu juga tidak ada tempat seindah Kota Global Bonafficio.



            





Agama 



Di Indonesia mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, sedangkan di Filipina mayoritas adalah orang Katolik (negara dengan jumlah penduduk Katolik terbesar di Asia, salah satu peninggalan Spanyol lainnya). Kamu bisa melihat gereja di mana-mana, sama seperti kamu melihat masjid ada di mana-mana di Indonesia. 


Tapi dari yang saya lihat kerukunan beragama di Filipina lebih baik dibanding di Indonesia. 


Oh ya, sehubungan dengan agama.. Saya agak kaget waktu melihat seorang suster memegang kamera SLR di Filipina. Saya tidak pernah melihat hal itu di Indonesia. Saya juga kaget waktu melihat ada toko senjata di Flilipina.


Cuaca

Hal yang membuat saya merasa sangat bersyukur menjadi orang Indonesia setelah pergi meninggalkan Filipina adalah karena saya sempat mengalami badai Filipina. 


Itu bukanlah hal yang menyenangkan, saya terkunci di dalam kamar dengan teman saya yang orang Filipina, yang untungnya mengajari saya cara menghadapi badai tersebut. 


Di Filipina ada 3 badai yang membuat payung saya rusak dan bisa membanjiri jalanan hanya dalam waktu 5 menit sejak datangnya badai. Mungkin itu sebabnya orang-orang Filipina tidak boleh membawa payung dalam tasnya di bandara.

                            

Itulah beberapa hal tentang Filipina berdasarkan pengalaman pribadi saya. Dari sana juga saya menemukan banyak perbedaan dari kedua negara tersebut. 


Untuk tempat wisata, Filipina memiliki tempat wisata yang tak kalah menariknya dengan Indonesia. Mungkin anda juga tertarik untuk pindah dari Indonesia dan tinggal di Filipina. Itu saja yang bisa saya sampaikan, semoga bisa berguna bagi anda semua.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang