Bagaimana glukosa disimpan dalam hati?

Dilihat 275 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Hati merupakan organ yang besar dan sangat penting. Organ berwarna merah kecoklatan yang berada di bagian kanan atas perut dan memiliki berat sekitar 1,5 kg ini merupakan organ paling besar yang berada di dalam tubuh (secara keseluruh organ yang paling besar adalah kulit). Hati bertanggung jawab untuk mengelola tugas - tugas yang memusingkan, termasuk mencerna lemak, memproduksi dan menyimpan glukosa, dan menjadi pusat penetralan racun di dalam tubuh.


Gudang glukosa. Hati merupakan organ yang dipandu oleh insulin. Kinerja hati berubah - ubah terjadi tingkat hormon insulin yang ada di dalam tubuh dan seberapa sensitif hati terhadap insulin tersebut. Setelah makan, tingkat gula darah meningkat, yang pada orang yang tidak menderita diabetes memicu pankreas untuk melepaskan insulin ke dalam darah.


Insulin merupakan sinyal bagi tubuh untuk menyerap glukosa dari darah. Hampir seluruh sel - sel hanya menggunakan glukosa sebagai sumber energinya. Tapi hati memiliki tugas istimewa terkait dengan glukosa. Ketika tingkat glukosa (dan sebagai dampaknya insulin) tinggi di dalam darah, hati merespon terhadap insulin dengan menyerap glukosa. Hati mengemas gula ke dalam ikatan yang disebut glikogen. Butir - butir glukosa tersebut mengisi sel - sel hati, jadi hati menjadi semacan gudang untuk kelebihan glukosa. 


Ketika tingkat glukosa turun drastis, produksi insulin juga akan jauh menurun. Kekurangan insulin di dalam darah merupakan tanda bahwa hati harus melikuidasi asetnya, mengirimkan glukosa kembali ke dalam darah untuk menjaga tubuh tetap berenergi di antara jam makan. Hati membagikan simpanan glukosanya dan memiliki kemampuan tunggal untuk membuat glukosa dari awal. Ini merupakan fungsi kritis yang membuat seesorang tetap hidup di tengah kelangkaan makanan.


Tapi pada orang yang diabetes, liver tidak memproses dan memproduksi glukosa secara normal, yang menambah tantangan terhadap pengendalian glukosa darah. Hati tidak dapat mendeteksi tingkat glukosa darah secara langsung, hati hanya mengetahui apa yang dikatakan insulin kepadanya. Jadi jika terjadi kekurangan insulin, atau hati tidak menyadari keberadaan insulin, hati akan berasumsi bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak glukosa, meskipun jika tingkat glukosa darah sudah meningkat. Karena itulah orang yang menderita diabeter dalam mengalami kenaikan glukosa darah yang sangat tinggi  meskipun jika mereka belum makan


Terjawab 11 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang