Bagaimana hubungan rantai makanan dengan evolusi?

Dilihat 305 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1



Interaksi antar mahluk hidup yang terjadi dalam suatu ekosistem ada banyak sekali jenisnya. Salah satu yang paling sering terjadi adalah interaksi makan dan dimakan antar mahluk hidup yang biasa kita kenal dalam istilah rantai makanan. Rantai makanan adalah proses memakan dan dimakan dengan urutan tertentu. Ada juga yang mendefinisikannya sebagai berikut, rantai makanan adalah proses transfer energi dari tumbuhan melalui seri organisme, atau dengan kata lain suatu proses perpindahan energi antara jenjang organisme dari tingkat trofik yang rendah ke tingkat trofik yang tinggi.


Sedangkan evolusi merupakan proses perubahan makhluk hidup secara lambat dalam waktu yang sangat lama, sehingga berkembang menjadi berbagai spesies baru yang lebih lengkap struktur tubuhnya. Salah satu hal yang paling sering kita dengar adalah evolusi yang berkaitan dengan teori biologi yakni teori evolusi oleh Charles Darwin.


Teori Darwin sangat terkenal dan diyakini benar oleh sebagian orang. Menurut teori evolusi tersebut, makhluk hidup yang sekarang berbeda dengan makhluk hidup jaman dahulu. Nenek moyang makhluk hidup sekarang yang bentuk dan strukturnya (mungkin) berbeda mengalami perubahan-perubahan baik struktur maupun genetis dalam waktu yang sangat lama, sehingga bentuknya jauh menyimpang dari struktur aslinya dan akhirnya menghasilkan berbagai macam spesies yang ada sekarang. Jadi tumbuhan dan hewan yang ada sekarang bukanlah makhluk hidup yang pertama kali berada di bumi, tetapi berasal dari makhluk hidup di masa lampau.

Nah jadi bagaimana hubungan antara rantai makanan dan evolusi tersebut? Yuk kita lihat jawabannya dalam artikel di bawah ini: 


Hubungan Rantai Makanan dan Teori Evolusi


Jika suatu organisme atau makhluk hidup tidak dapat mempertahankan hidupnya, maka organisme tersebut akan punah. Dalam hal ini rantai makanan adalah salah satu faktor yang sangat menentukan kelangsungan hidup dari organisme atau makhluk hidup tersebut. Bagi makhluk hidup yang mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan maka makhluk hidup tersebutlah yang dapat bertahan hidup melanjutkan kelangsungan hidupnya.


Menurut Teori Darwin, evolusi disebabkan terutama oleh adanya seleksi alam yang terjadi pada populasi. Perkembangbiakan populasi suatu organisme diperlukan adanya ruang dan makanan yang cukup. Populasi memiliki daya reproduksi yang tinggi, tetapi dengan adanya persaingan memperebutkan tempat tinggal dan ketersediaan makanan, menyebabkan timbulnya seleksi pada populasi. Siapa yang kuat, dia yang akan bertahan. Jadi, posisi hewan dalam rantai makanan menentukan adaptasi evolusioner yang diwariskan kepada generasi mendatang. Hal ini sebagai bentuk dari "pertarungan senjata" dari evolusi.


Sebagai contoh, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kucing dan tikus keduanya memiliki telinga yang besar? Kucing memiliki telinga besar dan yang dapat digerakkan karena dengan tipe telinga tersebut kucing memiliki kemampuan untuk mengetahui dimana lokasi hewan mangsa kecil (seperti tikus atau hewan pengerat lainnya) itu berada, yang mana dapat terdeteksi melalui suaranya. Dengan begitu kucing dapat mencari makan lebih baik, bertahan hidup lebih lama dan meneruskan lebih banyak gen kepada generasi mendatang. 


Hal yang sama berlaku juga pada hewan mangsa kecil (seperti tikus). Tikus dengan telinga besar yang dapat digerakkan bisa lebih baik dalam hal mendeteksi datangnya predator seperti kucing. Oleh karena itu mereka dapat bertahan hidup lebih lama dan memiliki lebih banyak turunan utuk generasi mendatang. tikus tersebut kebanyakan memiliki telinga besar juga seperti induknya. Dari contoh diatas terlihatlah bagaimana pengaruhnya rantai makanan terhadap evolusi tersebut, dimana walaupun kucing sebagai predator (pemakan tikus), namun keduanya tetap bersaing untuk mempertahankan hidupnya sehingga keduanya bisa ber-evolusi.


Namun selain faktor makanan, ada juga beberapa faktor lain pembatas di alam yang mempengaruhi populasi, diantaranya adalah; air, cahaya, tempat hidup, predator, organisme penyebab penyakit, dan cuaca yang tidak menguntungkan. Tingkat kesuksesan perkembangbiakan menentukan pertumbuhan populasi makhluk hidup. Makhluk hidup yang paling adaptif adalah individu yang berhasil dalam perkembangbiakan. Individu yang mampu beradaptasi akan mewariskan sifat-sifat unggul pada generasi berikutnya. 




Demikianlah pembahasan mengenai hubungan rantai makanan dengan evolusi. semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua. Anda juga bisa membaca artikel lainnya tentang rantai makanan dengan meng-klik tautan berikut ini : Apa perbedaan rantai makanan dan jaring-jaring makanan? dan Mengapa manusia tidak berada paling atas dalam rantai makanan ?

 

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang