Bagaimana Indonesia akan menjadi negara ke-4 yang memiliki GDP tertinggi (oleh PPP) di tahun 2050 menurut IMF?

Dilihat 235 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Projeksi itu sebenarnya datang dari hasil konsultasi dengan PriceWaterhouseCoopers, menggunakan projeksi pertumbuhan IMF dengan tahun 2020 sebagai titik mulainya. Berdasarkan estimasi IMF, GDP di Indonesia yang disesuaikan oleh PPP adalah yang terbesar ke-9 didunia di tahun 2013, dibelakang Perancis, Brazil, Rusia, Jerman, Jepang, India, A.S. dan China (dalam urutan). Brendan Sechter itu pastinya benar ketika dia bilang kalau Indonesia akan meningkat ke peringkat ke-4 dengan bertumbuh. Tapi, coba letakkan beberapa angka di titik tersebut. Karena ukuran populasinya yang besar, pertumbuhan yang terus bertambah akan membiarkan total GDP Indonesia mengalahkan beberapa negara yang memiliki populasi lebih sedikit dan pendapatan per kapita yang jauh lebih tinggi, terutama kalau pertumbuhannya bertumbuh dengan lambat.

Nyatanya, menurut estimasi IMF, Indonesia sudah mengalahkan Perancis di tahun 2014. Kalau semua sisa negara terus bertumbuh dengan tingkat pertumbuhan yang sama yang saat ini diramalkan IMF untuk tahun 2013-2020, Indonesia akan mengalahkan Brazil di tahun 2019, Rusia di tahun 2021, Jerman di tahun 2023, dan Jepang di tahun 2028. Tapi tentu saja tujuan aslinya tidak hanya meningkatkan GDP, tapi lebih meningkatkan GDP per kapita – dan untuk melakukannya dalam cara yang inklusif, untuk meningkatkan standar kehidupan semua orang Indonesia. Indonesia sudah melakukan kerjaan yang bagus tentang hal ini dalam beberapa dekade ini, tapi menjaga pertumbuhan adalah tantangan yang terus berlanjut – hal itu tidak akan pernah bisa diambil untuk diberikan. 

Analisis baru-baru ini menunjukkan beberapa masalah yang perlu diperhatikan untuk membantu memastikan Indonesia terus bertumbuh: mengurangi korupsi; meningkatkan peraturan lingkungan (seperti mengurangi "pajak mengganggu"); meningkatkan pelaksanaan kontrak; meningkatkan hak properti dan mengurangi biaya masa pendaftaran tanah bagi petani; dan terus melanjutkan investasi di pelabuhan, jalanan, dan kekuatan listrik. Tantangan, tapi perlu untuk Indonesai supaya meningkatkan pendiriannya sekarang dalam istilah GDP per kapita yang disesuaikan oleh PPP. Saat 2013, Indonesia berdiri di angka 102 dalam dalam tabel liga.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang