Bagaimana industri militer Indonesia?

Dilihat 2,29 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1


Pertahanan negara merupakan usaha untuk mewujudkan satu kesatuan guna mencapai tujuan nasional, yaitu untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.


Pertahanan negara memerlukan persenjataan militer yang dapat diperoleh dengan -salah satunya- mengembangkan industri pertahanan, juga disebut industri militer, dimana industri strategis nasional dapat dijadikan sebagai penopang yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan peralatan pertahanan negara.


Secara kontekstual, industri militer adalah proses pembuatan/produksi dan pengembangan berbagai barang/peralatan yang berkaitan dengan aspek pertahanan, khususnya militer, seperti senjata dan alutsista (Tank, Helikopter, Pesawat Terbang, Kapal Perang, Kapal Selam, dan lain-lain) dan peralatan pendukung lainnya.


Mengapa Indonesia harus bisa memproduksi sendiri senjata dan alutsista? Karena jika ada embargo militer, Tanah Tumpah Darah ini masih tetap bisa dijaga. Tanpa adanya peningkatan kekuatan senjata dan industri garuda militer, negara berpenduduk 250 juta ini bisa dipermainkan negara tetangga dan negara adikuasa.


Sangatlah tepat jika pemerintah berpandangan bahwa pertahanan yang kuat membutuhkan industri militer yang kuat. Jika industri militer tidak kuat, pertahanan pun tidak kuat. Saat terjadi embargo senjata dan alutsista, pertahanan Indonesia akan lumpuh. Kondisi itu tidak boleh terjadi.


Jadi,tujuan pembangunan industri militer adalah untuk mencukupi kebutuhan pertahanan negara sehingga tidak tergantung pada pasokan/supply dari negara lain, apabila negara yang bersangkutan terkena sanksi internasional, berupa embargo militer. 


Bagaimanakah perkembangan Industri militer Indonesia terbaru? Mari kita lihat ulasan secara singkat berikut ini.



Industri Militer Indonesia




Membangun industri militer lahir dari kesadaran akan pentingnya kesetaraan kekuatan persenjataan di antara negara-negara satu kawasan dan negara-negara besar di dunia


Saat ini Indonesia sedang berupaya meningkatkan kemampuan dan kapasitas industri militernya baik untuk kebutuhan TNI AD, AL dan AU. Walaupun teknologi industri militer Indonesia terbaru belum secanggih negara-negara lain tetapi kemampuan industri militer dalam negeri dapat bersaing dengan negara-negara lain yang memproduksi alutsista.


Dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan lain-lain, saya pikir industri militer Indonesia memang masih lemah. Namun di wilayah ASEAN, industri militer Indonesia sekarang sedang berusaha untuk mencapai yang terbaik.


Menurut saya, tujuan tersebut tidaklah mustahil setelah melihat Tentara Nasional Indonesia (TNI AD) mampu menjadi juara di Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015. Dalam kompetisi itu, Angkatan Darat menggunakan senjata SS2 yang dibuat oleh PT. Pindad - industri pembuatan senjata militer yang dimiliki oleh pemerintahan Indonesia - berhasil membawa pulang 30 medali emas, 16 medali perak dan 10 medali perunggu.

Senjata SS2 saat ini digunakan oleh garuda militer Indonesia dan polisi. 

Namun, bukan itu intinya. 


Intinya adalah senjata SS2 mendapatkan perhatian dari Amerika Serikat dan Australia - dimana mereka gagal menjadi juara – mereka meminta senjata tersebut dibongkar dan diperiksa. Tentu saja, permintaan tidak beralasan itu ditolak, selagi SS2 sedang disoroti. 


Karena performa SS2 tersebut - tanpa bermaksud meminimalkan keahlian para penembak - beberapa negara berencana untuk memesan senjata-senjata tersebut. Saya pikir, itulah peningkatan dari industri militer Indonesia.




Pentingnya industri militer yang kuat tidak saja menjadi pandangan pemerintah, melainkan sudah menjadi sikap negara. Bisa disimpulkan, meskipun tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia masih bermasalah, pembangunan industri militer yang sudah berjalan tidak boleh kendur, karena Indonesia membutuhkan garuda militer yang kuat. 


Bukan saja untuk bisa bertempur, akan tetapi Indonesia membutuhkan militer yang kuat untuk menjaga kekayaan Indonesia dari illegal logging, illegal mining, dan illegal fishing, untuk mencegah penyelundupan barang, narkoba, hingga perdagangan manusia dan untuk ikut menanggulangi bencana alam yang acap terjadi di negeri ini. 


Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang