Bagaimana kanker payudara tumbuh?

Dilihat 2,57 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saat ini saya sedang menjalani perawatan kanker payudara. Saya didiagnosa pada stadium III labular carcinoma. Perawatan yang saya jalani cukup melelahkan baik secara fisik maupun psikis. Saya bukan seorang dokter, tapi saya sudah mempelajari banyak hal tentang penyakit ini. Kebanyak informasi yang akan saya bagikan di sini adalah informasi - informasi yang diberikan oleh dokter onkologi saya.


Pertumbuhan kanker melalui beberapa proses dimana sel normal yang tadinya sehat melewati tahapan - tahapan yang pada akhirnya mengubahnya menjadi sel yang abnormal yang tumbuh secara tak terkendali. Pada kebanyakan kasus, pertumbuhan kanker memakan waktu bertahun - tahun. Sel - sel normal yang ada dalam tubuh kita saling berkomunikasi satu sama lain dan mengatur perkembangbiakan (pembelahan) masing - masing. Pembelahan sel dilakukan untuk menggantikan sel yang rusak.

Ketika kanker terjadi, sel - sel tidak tumbuh dan berkembangbiak dengan normal. Hal tersebut dapat terjadi melalu berbagai jalan. Salah satu bagian dari pertumbuhan sel kanker adalah adanya kerusakan (mutasu dari gene yang bisanya mengatur perkembangbiakan sel). 


Serangkaian mutasi dari gen yang menekan tumor dan gen proto-onko akan terjadi sebelum kanker tumbuh. Kerusahan yang terjadi pada gen - gen tersebtu dapat menyebabkan perkembangbiakan sel yang tidak terkendali. Pada beberapa kasus, kerusakan yang lebih parah dapat menyebabkan sel - sel keluar dari tumor yang utama dan membentuk kanker pada bagian tubuh lainnya (metastasis).

Karena beberapa alasan, jaringan payudara merupakan jaringan yang sensitif untuk pertumbuhan kanker. Hormon estrogen yang ada dalam tubuh seorang wanita menstimulasi pembelahan sel payudara. Pembelahan tersebut dapat meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada DNA secara permanen. Terlebih lagi, sel payudara pada anak gadis dan wanita muda yang belum pernah hamil masih belum benar - benar matang. Sel payudara yang belum matang dapat mengikat karsinogen (zat penyebab kanker) dengan lebih kuat dan tidak terlalu efektif dalam memperbaiki kerusakan DNA seperti halnya sel payudara yang sudah matang.

 Atypical ductal hyperplasia (ADH) bukan merupakan jenis kanker payudara, melainkan sebuah penanda bagi wanita yang mungkin memiliki faktor resiko terhadap kanker payudara. Kalau hasil biopsimu menunjukkan adanya atypical ductal hyperplasia  pada salah satu payudaramu, dokter biasanya akan mengecek kesehatan payudaramu dengan sangat hati - hati. Setelah melakukan biopsi inti, seorang analis akan mengkonfirmasi mengenai keberadaan atypical ductal hyperplasia  di dalam jaringan payudara. Keberadaan ADH tidak bisa ditentukan hanya dengan melihat hasil mamografi atau pemeriksaan pencitraan payudara lainya dan juga tidak bisa dirasakan pada pemeriksaan payudara klinis. Jika pada pemeriksaan biopsi inti ditemukan adanya sel ADH, maka harus dilakukan biopsi eksisi untuk melakukan pemeriksaan pada jaringan lainnya.


Seringkali ketika sel ADH ditemukan pada biopsi inti, kanker dapat didiagnosa pada stadium awal. Wanita - wanita yang hanya didiagnosa terkena ADH tidak perlu melakukan mastektomi. Mereka memang memilik resiko terhadap kanker payudara yang lebih tinggi dibanding rata - rata wanita, tapi yang perlu dilakukan hanyalah pengamatan. Beberapa mungkin juga bisa mengkonsumsi obat - obatan seperti Tamoxifen, untuk mencegah tumbuhnya kanker payudara. Jika seorang wanita diketahui memiliki sel  ADH dan juga faktor - faktor kanker payudara lainnya, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengukur tingkat resiko dia terkena kanker payudara dan langkah - langkah pencegahan dapat dilakukan.


Beberapa hal yang perlu dilakukan termasuk perubahan gaya hidup, pengobatan atau operasi. Jika hasil temuan patologis hanya menunjukkan adannya sel ADH, berarti kamu tidak terkena kanker payudara. Walaupun itu berarti kamu memiliki resiko yang lebih besar terkena kanker payudara di kemudian hari. Hal yang terpenting adalah menemukan pusat kesehatan payudara yang dapat membantu kamu memonitor kesehatan payudaramu. Semoga informasi yang saya berikan dapat membantu.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang