Bagaimana cara mendeteksi gejala kanker serviks?

Dilihat 3,06 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

              


Salah satu jenis kanker yang merupakan penyebab kematian tertinggi bagi wanita adalah kanker serviks. Kanker Serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada leher rahim wanita (bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim). 


Gejala kanker serviks tidak selalu bisa terlihat dengan jelas, bahkan ada kemungkinan gejalanya tidak muncul sama sekali dan dalam beberapa kasus baru terlihat saat kanker sudah memasuki stadium akhir. Sebenarnya dapatkah kita mengetahui gejala dan pencegahan kanker serviks? Nah, untuk lebih jelasnya simak terus yuk uraian di bawah ini sampai tuntas…




Penyebab Kanker Serviks



Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kanker serviks namun penyakit ini sebagian besar disebabkan oleh virus human papilloma virus (HPV) yang menyerang leher rahim. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan setelah beberapa minggu, virus akan berkembang biak dan menyebabkan meluasnya infeksi pada leher rahim. 


Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan sebagian besar kasus kanker serviks. 


Perlu diketahui bahwa Infeksi virus HPV tidak menimbulkan gejala serius pada tahap awal, banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Akan tetapi virus dapat dengan mudah terdeteksi dengan melakukan pemeriksaan pap-smear, selain itu saat ini juga telah tersedia vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang berisiko menyebabkan kanker.







Satu hal yang perlu digarisbawahi jika infeksi HPV tidak segera ditangani, maka dalam jangka waktu 10 hingga 30 tahun kemudian infeksi ini akan berubah menjadi kanker ganas.



Gejala Kanker Serviks


Kebanyakan wanita tidak dapat mengetahui gejala kanker serviks pada tahap awal, karena biasanya memang tidak muncul sampai sel kanker telah menyebar ke jaringan lain atau organ sekitarnya. 


Oleh karenanya, penting untuk selalu memperhatikan setiap perubahan pada tubuh. Dengan mengenali gejala sedini mungkin, maka dapat dilakukan penanganan yang cepat dan tepat yang dapat menentukan keberhasilan pengobatan selanjutnya sebelum kanker tersebut sampai ke stadium akhir. 


Berikut ini adalah gejala yang perlu Anda waspadai:


  • Pendarahan yang tidak normal pada vagina - Ini adalah gejala yang paling umum. Setiap wanita sebaiknya mengetahui periode menstruasi mereka. Pendarahan yang tiba-tiba terjadi di luar masa menstruasi, setelah menopause atau pendarahan yang keluar setelah hubungan seksual harus diwaspadai.
  • Keputihan - Waspadalah jika Anda mengalami keputihan yang tidak normal, keluar cairan berlebih tanpa berhenti dari vagina dengan bau yang berbeda dari biasanya, berwarna merah muda, pucat, cokelat, atau mengandung darah.
  • Nyeri dan rasa sakit selama berhubungan seksual. 
  • Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya - misalnya menstruasi yang lebih panjang dari biasanya atau keluar darah menstruasi dalam jumlah yang sangat banyak.
  • Nyeri di sekitar panggul  
  • Rasa nyeri pada punggung atau pinggang. - Penderita kanker serviks akan merasakan nyeri yang amat menggangu pada bagian punggung.
  • Rasa sakit dan nyeri pada perut bagian bawah.
  • Nyeri atau Pembengkakan pada salah satu kaki.
  • Terjadi sembelit yang kronis, peningkatan frekuensi buang air kecil yang tidak normal, bermasalah saat buang air kecil, mengalami rasa sakit/ kesulitan saat buang air kecil atau terdapat darah dalam urine
  • Turunnya berat badan secara drastis – Biasanya Penderita kanker stadium akhir akan mengalami penurunan berat badan yang drastis serta massa otot yang disertai dengan penurunan/ hilangnya nafsu makan secara mendadak.
  • Pusing dan kelelahan – Sebaiknya Anda perlu waspada jika mudah sekali merasa pusing dan merasa lelah/lemah sepanjang waktu walaupun telah beristirahat. Kondisi ini bisa semakin memburuk hingga menyebabkan kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani. 
  • Nyeri pada tulang atau mudah mengalami patah tulang.   



Itulah beberapa gejala kanker serviks yang kerap ditemui pada beberapa kasus, namun apabila seorang wanita mengalami beberapa gejala diatas janganlah diartikan bahwa dia pasti menderita kanker serviks, karena tentunya masih harus dilakukan serangkaian test untuk memastikan kondisi kesehatannya.








Pencegahan Kanker Serviks


Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Tentunya kalimat ini harus menjadi pegangan bagi kita semua, terlebih lagi dalam penanganan penyakit kanker. Meskipun belum diketahui secara pasti bagaimana mencegah penyakit ini, namun faktor-faktor penyebabnya dapat kita kendalikan. 


Berikut ini beberapa langkah pencegahan kanker serviks yang bisa dilakukan:


  • Rajin membersihkan organ intim - Dengan rajin membersihkan organ intim akan membuat rahim menjadi sehat. Untuk membersihkan organ intim Anda bisa menggunakan air bersih. 
  • Lakukan screening/ Pap Smear - Screening kanker serviks atau yang juga disebut dengan pap smear adalah metode untuk memeriksa kesehatan sel pada jaringan organ leher rahim. Tes Pap Smear merupakan cara untuk mendeteksi kanker serviks yang paling umum. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sel dari leher rahim untuk mengetahui apabila terjadi kelainan yang berpotensi menjadi kanker. 
  • Melakukan Suntik Vaksin HPV - Memberikan vaksinasi secara rutin sangat dianjurkan bagi anak perempuan yang berusia 11 atau 12 tahun. Sebaiknya vaksin di berikan sejak usia dini sebelum melakukan hubungan seksual pertama kali. Untuk anak perempuan vaksin yang diberikan dapat mencegah hampir 100%.
  • Berhenti Merokok 
  • Menjaga berat badan – Hindari obesitas dengan cara perbanyak konsumsi buah dan sayur serta rutin berolahraga 
  • Hindari kehamilan di bawah umur - Usia yang tepat untuk memulai masa kehamilan adalah diatas 25 tahun. 
  • Tidak berganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual - Sebuah penelitian menunjukan bahwa wanita yang memiliki banyak pasangan dalam berhubungan seksual beresiko besar terkena kanker serviks. Apabila sering berganti pasangan, maka resiko atas penularan terhadap virus hpv sangatlah besar. Meskipun menggunakan kondom dalam berhubungan, hal tersebut tidaklah membantu, karena melalui sentuhan kulit dengan bakteri yang terkandung, seseorang juga dapat terjangkit virus hpv.
  • Hidup Sehat - Melakukan gaya hidup sehat sehari-hari dengan memakan makanan yang kaya akan serat, tidak merokok, tidak minum-munam beralkohol, konsumsi vitamin serta melakukan olahraga secara teratur akan dapat meningkatkan kekebalan pada tubuh  
  • Sebaiknya Hindari penggunaan sabun selesai buang air kecil atau buang air besar, karena kemungkinan PH kulit dan sabun berbeda. Cari sabun pembersih yang sesuai dengan rekomendasi dokter 
  • Gantilah pakaian/celana dalam secara rutin minimal 2x satu hari.
  • Pada saat haid, ganti pembalut sesering mungkin 
  • Gunakan pembalut yang menggunakan bahan baik, berkualitas, dan tidak berbau. 
  • Jangan memegang area intim jika dalam kondisi tangan kotor.
  • Hindari makanan yang menyebabkan keluarnya lendir keputihan secara berlebihan.
  • Konsumsi makanan sehat yang mengandung zat yang dapat mencegah kanker, seperti : kubis/kol, buah alpukat, brokoli, blueberry, raspberry, teh hijau, tomat, buah jeruk, wortel, coklat, minyak zaitun. 
  • Pendekatan Agama- Inilah cara yang paling utama, pertama dan paling penting dilakukan. Mengapa? kita telah mengetahui bahwa berganti pasangan merupakan salah satu penyebab penularan virus HPV. Dengan menjadikan agama sebagai pegangan, maka tidak ada lagi aktivitas hubungan seksual selain dengan pasangan hidup yang sah. Pencegahan kanker serviks sangat penting dilakukan dengan menghindari seks bebas. Hal ini berarti sangat penting untuk mengurangi resiko terkena penularan virus HPV sebagai penyebab kanker serviks. 


     



Itulah beberapa tahap pencegahan kanker serviks yang dapat dilakukan sedini mungkin. Meskipun gejala kanker serviks memang sulit dideteksi sejak awal, namun dengan memahami gejalanya, penyakit ini dapat dicegah. Penyakit kanker tidak timbul secara tiba-tiba, sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan serangkaian test kesehatan lanjutan.



Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang