Bagaimana luka sembuh?

Dilihat 1,07 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain


Pada tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut. Penyembuhan luka merupakan suatu proses penggantian jaringan yang mati/rusak dengan jaringan baru dan sehat oleh tubuh dengan jalan regenerasi. Luka dikatakan sembuh apabila permukaannya dapat bersatu kembali dan didapatkan kekuatan jaringan yang mencapai normal.


proses penyembuhan luka


Ketika jaringan tubuh rusak karena trauma, operasi, hipoksia atau proses yang merusak lainnya, tubuh akan langsung bereaksi dan memulai proses penyembuhan luka


Bekas luka karena operasi yang ditutup dengan intervensi primer akan sembuh dengan lebih cepat dan biasanya tidak membutuhkan tindakan atau dukungan medis tambahan. Luka kronis dan luka-luka yang disebabkan oleh intervensi sekunder akan membutuhkan perhatian lebih dari tim medis. Setiap kejadian luka, mekanisme tubuh akan mengupayakan mengembalikan komponen-komponen jaringan yang rusak tersebut dengan membentuk struktur baru dan fungsional sama dengan keadaan sebelumnya. 


Proses penyembuhan tidak hanya terbatas pada proses regenerasi yang bersifat lokal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor endogen (seperti: umur, nutrisi, imunologi, pemakaian obat-obatan, kondisi metabolik).  



Bagaimana Proses Penyembuhan Luka?


Kebanyakan literatur yang menggambarkan fase-fase penyembuhan luka menuliskan pemeriksaan dari luka akut yang bersih dan rangkaian serta waktu kejadian mendeskripsikan hanya yang terkait dengan luka akut. Hal itu mengasumsikan bahwa luka kronis melalui proses yang sama dengan waktu yang lebih lama dibanding luka akut.


perawatan luka


Segala jenis luka harus melewati tiga proses pengenalan fisiologis untuk mencapai penyembuhan, di antaranya:

 
  • fase peradangan
  • fase perkembangan
  • fase pematangan

Kita dapat melihat tahapan-tahapan dari penyembuhan luka sebagai peristiwa yang berbeda-beda dengan titik akhir atau tujuan yang harus dicapai dalam rangkaian yang benar agar penyembuhan berhasil. 


Pada kenyataannya, terdapat tumpang tindih antara fase dan luka individual mungkin berada pada beberapa fase pada saat yang sama. Ketika seluruh tahapan sudah tercapai pada permukaan luka, penyembuhan akan selesai. 


Berbeda dari luka akut atau luka karena operasi yang sembuh melalui per primam - luka yang disebkan oleh jahitan, staples, strip perekat - , ulkus kulit dan luka bakar sembuh melalui per sekundem, pembentukan dari jaringan granulasi, kontraksi luka dan epitelisasi.


Luka normal sembuh dari waktu sekitar 21 hari dalam fase peradangan, perkembangbiakan dan pengubahan bentuk yang terorganisir, tapi luka kronis seringkali terhenti pada fase peradangan dan perkembangbiakan, yang menciptakan luka yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, atau bahkan menjadi luka permanen


Fisiologi luka dibedakan menjadi tiga fase, yaitu:


  • fase pertahanan
  • fase perkembangbiakan
  • fase pematangan

Dimana setiap fase harus terjadi tanpa halangan agar penyembuhan dapat berhasil. Fase pertahanan terjadi sejak terluka sampai dengan tiga hari kemudian dan ditandai dengan hemostatis dan peradangan. 


Pembekuan darah akan dimulai, dan sel darah putih dikerahkan untuk mempertahankan dan melindungi area tersebut dari serangan bakteri.


luka


Vasodilatasi dan eksudat serosa mempermudah penyingkiran sisa-sisa dan pengiriman nutrisi ke jaringan yang terluka. Perkembangbiakan berlangsung selama dua hari sampai area tersebut sembuh dan melibatkan granulasi, kontraksi dan epitelisasi. 


Granulasi terdiri dari angiogenesis dan pembentukan kolagen. Jaringan granular berwarna pink pucat ke merah daging, berkilauan dan memiliki permukaan yang kasar karena endapan pembuluh darah dan kolagen. Kontraksi terjadi sebagai akibat dari myofibroblasts menarik kolagen ke arah sel tubuh, dan epitelisasi adalah perpindahan dari sel epitel untuk melapisi area tersebut kembali. 


Pematangan merupakan fase terakhir dari penyembuhan dan melibatkan pembentukan ulang bekas luka setelah penutupan luka dan dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun. Pematangan mengubah bekas luka dari merah ke ungu/pink ke putih dan dari tidak rata menjadi rata.


Prioritas pengelolaan luka terdiri dari:


  • Mengurangi atau menyingkirkan faktor penyebab (tekanan, pergeseran, gesekan, kelembaban, kerusakan sirkulasi,dan/atau penyakit saraf).
  • Menyediakan dukungan sistem untuk penyembuhan (darah, oksigen, cairan, nutrisi, dan/atau antibiotik), dan,
  • Memberikan terapi permukaan yang tepat (menyingkirkan jaringan nekrotik, menyingkirkan infeksi, menyingkirkan ruang mati, menyerap eksudat, menjaga kelembaban lingkungan, melindungi dari trauma dan serangan bakteri dan menyediakan isolasi termal.

cara menyembuhkan luka dengan cepat


Cara Menyembuhkan Luka Secara Cepat


Produk kebersihan yang diguankan harus aman untuk penyembuhan jaringan dan dalam menyingkikan bekas luka. Pepatah, "Jangan letakkan apapun pada luka sesuatu yang tidak akan kamu letakkan di dalam matamu" merupakan penjelasan yang baik. Banyak produk kebersihan dan antiseptik yang sitotoksik. Frekuensi pembersihan luka berbeda-beda tergantung dari jenis luka.


Selain itu, makanan juga berpengaruh pada penyembuhan luka, berikut ini beberapa makanan yang membantu mempercepat penyembuhan luka:


  • Makanan yang Mengandung Protein 

Penyembuhan setelah operasi membutuhkan asam amino untuk memperbaiki dan membentuk jaringan di dalam tubuh Anda. Protein merupakan sumber nutrisi kaya akan asam amino. Selain itu protein dapat meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit yang dapat memperlambat penyembuhan. 


Makanan tinggi protein dapat Anda temukan di dalam ikan, putih telur dan ayam. Maka jangan heran bila setelah operasi dokter sering meminta Anda untuk mengkonsumsi banyak putih telur. Sumber asam amino lainnya bisa Anda dapatkan di daging tanpa lemak, produk susu rendah lemak dan kacang panjang.



  • Makanan yang Mengandung Vitamin C dan Flavonoid 

Vitamin C dan Flavonoid adalah dua zat yang sangat baik untuk membantu proses perawatan luka pasca operasi. Hal ini karena 2 zat tersebut mengandung jaringan ikat yang mampu membantu menunjang penyembuhan luka. Beberapa makanan yang mengandung Vit C dan Flavonoid bisa Anda temukan dalam buah Blueberry, teh hijau, coklat hitam, brokoli, Paprika dan bayam.



  • Makanan yang Mengandung Vitamin E 

Konsumsi makanan yang mengandung Vit E dipercaya dapat meningkatkan penyembuhan dan mengurangi pembentukan bekas luka. Vit E biasanya mengandung antioksidan yang dapat mengurangi peradangan dan juga menungkatkan stabilitas memberan sel. Makanan yang mengandung Vit E diantaranya : Gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, almond, dan kacang tanah.



  • Asupan Zinc yang Cukup 

Mineral seng / zinc sangat membantu dalam pembentukan kolagen dan sistesis proteun, Zinc biasanya ditemukan dalam makanan seafood, daging, ayam, keju dan susu.



  • Makanan yang Mengandung Zat besi 

Zat besi penting dalam pembentukan hemoglobin. Hemoglobin merupakan senyawa dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke jaringan. Oksigen ini penting dalam metabolism sel dan proses penyembuhan setelah operasi. Makanan sumber zat besi antara lain kerang, hati dan daging merah.



  • Karbohidrat kompleks 

Karbohidrat mengandung glukosa yang penting sebagai sumber energy yang juga kaya nutrisi sehingga dapat membantu menjaga sistem imun tubuh, selain itu juga mengandung serat yang berperan mencegah dan mengatasi sembelit saat penyembuhan setelah operasi. Makanan sumber whole grains, antara lain roti gandum, nasi merah, sup barley, oatmeal.


makanan penyembuh luka


Meskipun proses penyembuhan luka sama bagi tiap orang namun hasil yang dicapai sangat individual tergantung dari lokasi serta luasnya luka, usia, kondisi fisik dan psikologis. 


Dengan memahami proses penyembuhan luka diharapkan perawat mampu merawat luka dengan baik dan mampu menganalisa proses penyembuhan luka yg sedang terjadi, sehingga setiap fase penyembuhan luka terlewati dengan baik sehingga lukapun dapat sembuh dengn baik. Mungkin diantara kalian ada yang memiliki kebiasaan dalam menjilat luka-luka kecil. Saya rasa menjilat luka bukanlah sesuatu yang baik


Jika menemukan luka yang tak kunjung sembuh dimana fase-fase penyembuhan luka tidak terlewati dengan baik maka jangan ragu untuk segera menghubungi perawat spesialis luka atau klinik perawatan luka agar luka anda segera pulih.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang