Bagaimana evousi pada manusia saat mengggaruk luka yang hampir sembuh ?

Dilihat 427 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Anda tahu, saya tidak akan mengganggu proses penyembuhan luka dengan menggaruknya. Menggaruk luka dapat merugikan, demikian juga hal itu berlaku bagi hewan, dan dengan demikian tidak dapat dijelasskan secara langsung oleh evolusi atau proses seleksi alam.  Misalnya, kucing saya benar-benar bisa menjilati lukanya (dalam hal ini menjilati sama dengan menggaruk untuk manusia), dengan demikian kita harus  memakaikan  head cone  (kalung berbentuk corong) pada kepala kucing tersebut 


Pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa kita (hewan) menggaruk pada saat gatal ? Jawaban yang sederhana adalah gatal merupakan respon awal pertahanan untuk beberapa gangguan kecil melalui kulit kita, biasanya disebabkan oleh parasit (seperti serangga). Itu jelas merupakan pemberian respon evolusioner makhluk hidup, peringatan dini dari kemungkinan adanya gangguan, sehingga timbulnya gatal (dan proses menggaruk/menjilat pada hewan) mencegah kerusakan lebih lanjut yang mungkin ada, yang disebabkan oleh gangguan tersebut. Perhatikan bahwa mekanisme pendeteksi kontak kulit adalah tidak sempurna dan cukup sering salah arah. Misalnya, sikat pisau rumput yang tipis atau benda serupa bisa menipu respon tersebut. Hal ini juga didasarkan sebagian pada daya ingat. Sebagai contoh , jika anda kebetulan menangkap seekor semut, kutu atau serangga lainnya yang sedang merangkak di kaki anda, maka anda akan lebih cenderung memeriksa area yang sama setelah itu , meskipun tidak ada apa-apa di sana. 


Tetapi bagaimana itu bisa terjadi ? Singkatnya, kulit anda memiliki banyak ujung saraf yang terus menerus mendeteksi dan mengirim sinyal ke otak anda. Jadi jika daerah kulit anda rusak dan sedang diperbaiki, mungkin sementara waktu akan mengganggu proses umpan balik tersebut, yang menyebabkan otak anda melihatnya sebagai gatal palsu.


Perhatikan juga, bahwa  luka yang hampir sepenuhnya sembuh akan ditutupi oleh keropeng tebal, dalam hal ini timbulnya gatal mungkin merupakan reaksi yang menguntungkan, membuat kita (hewan) secara fisik tidak mau menyentuh keropeng tersebut dengan berhenti menggaruk atau menjilatnya

Terjawab 12 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang