Bagaimana mendeteksi sindrom usus bocor dalam komunitas medis?

Dilihat 601 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ada banyak teori terkait etiologi dari sindrom iritasi usus besar. Jutaan orang Amerika menderita gangguan ini, yang menyebabkan rasa sakit dan kram pada perutperubahan pada buang air besar. Banyak para ahli yang menyakini bahwa gangguan ini merupakan akibat dari neurotransmitter, sistem kekebalan tubuh dan hormon - hormon, yang mempengaruhi usus.


Sindrom usus bocor terkait dengan sindrom iritasi usus besar dan etiologi dari sensitifitas makanan. Usus bocor dapat berdampak pada tidak sempurnanya penyerapan makanan dan malnurtisi. Hal ini kemudian dapat memperparah penyakit kronis yang diderita pasien.


Sindrom usus besar didefinisikan sebagai peradangan pada lapisan dari usus, yang kemudian menjadi dapat ditembus atau "bocor" yang membuat zat - zat yang dapat di dalam usus dapat masuk ke aliran darah, dan memicu respon kekebalan tubuh. Permeabilitas dari usus dapat tercipta ketika terjadi perkengan jamur Candida albican, yang memicahkan dinding usus, yang membuat mikroorganisme dan makromolekul berbahaya dapat masuk ke pembuluh darah yang mengarah ke usus.

Penelitian yang dilakukan baru - baru ini terdapat pasien yang menderitas sindrom iritasi usus besar diare-dominan menemukan hambatan epitel yang rusak pada usus besar. Kekebalan tubuh merespon terhadap zat yang asing dan berpotensi patogen yang memasuki aliran darah dengan menciptakan antibodi yang melindungi tubuh dari patogen. Pada saat yang sama, tubuh mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Seperti itulah alergi terhadap makanan dapat terjadi.

Zat - zat yang memasuki aliran darah dari usus antara lain molekul protein, bakteri, virus, jamur, dan racun. Respon kekebalan tubuh selanjutnya menyebabkan peradangan dari saluran pencernaan. Fungsi sistem kekebalan tubuh aktif kronis mulai terganggu. Ini merupakan salah satu mekanisme dari gangguan autoimun, penyakit seperti radang sendi atau penyakit radang usus, yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi untuk melawan organ dan jaringan tubuhnya sendiri.


Salah satu dampak dari sindrom usus bocor adalah bahwa makanan yang biasanya kamu makan dapat dapat memicu respon kekebalan tubuh. Jadi, setiap kali kamu memakan makanan tersebut, sistem kekebalan tubuhmu akan menciptakan antibodi yang siap menyerang makanan yang sekarang mereka anggap sebagai patogen, dan menciptakan serangkaian siklus peradangan yang mengiritasi sistem saraf otonom yang melemahkan usus dan menyebabkan pelepasan yang tidak tepat dari zat peradangan dan neurotransmitter. 


Tips untuk meredakan Sindrom Usus Bocor mencakup pemulihan dari bakteri sehat di dalam usus. Antibiotik di dalam makanan dan teknik pengolahan mengeliminasi banyak bakteri yagng seharusnya kita butuhkan untuk menjaga kesehatan usus. Salah satu cara untuk memulihkan bakteri baik adalah dengan mengkonsumsi suplement probiotik, yang merupakan bagian yang penting untuk mengurangi permeabilitas dari usus. Cara lainnnya yang dapat membantu adalah dengan mengkonsumsi enzim pencernaan untuk menghancurkan makanan di dalam usus, jika kamu melihat adanya partikel yang tidak tercerna pada kotoranmu.

Jangan menggunakan antasida secara berlebihan yang dapat menyebabkan perkembangan berlebihan dari bakteri jahat dan jamur. Hindari gula yang merupakan sumber makanan utama bagi Candida. Tingkatkan asupan serat dengan sumber serat yang sehat seperti biji rami giling. Kegagalan mencerna makanan dengan benar dapat menyebabkan usus menahan racun selama berbulan - bulan dan bertahun - tahun. Konsumci dari asam lemak omega 3 mengurangi permeabilitas usus dan dapat ditemukan dalam bentuk minyak ikan.


Jika sindrom usus bocor memang merupakan penyebab dari sensitifitas makanan, yang kemudian menyebabkan peradangan pada seluruh tubuh, makan sebaiknya kamu mengambil langkah untuk menyembuhkan usus bocor dan dapat juga diuji dengan pengujian kadar logam seperti ImmunoBloodprint®, yang diikuti dengan diet eliminasi. 


Hasil dari penelitian terkendali ajak cukup menjanjikan. Karena alasan itulah para peneliti mempelajari efek dari makanan apda pasien yang mengalami sensitifitas saluran pencernaan pada usus dengan menggunakan pengujian kadar logam untuk mengetahui kamu sensitif terhadap makanan yang mana.


Dengan menghindari makanan - makan yang dapat menyebabkan sensitifitas terhadap usus, pasien pada penelitian yang dilakukan oleh Universitas Miami mengalami penurunan gejala sindrom iritasi usus besar dan mengalami peningkatan dalam kualitas hidup. Tidak ada makanan tertentu yang berhubungan  dengan sindrom iritasi usus besar, meskipun meningkatkan asupan serat dapat membantu mengurango konstipasi. Makanan - makanan yang dapat menghasilkan gas seperti kacang - kacangan dan kol, kafein, dan alkohol harus dihindari. Pengelolaan stress juga dapat membantu dalam mengurangi gejala yang dirasakan.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang