Bagaimana menghancurkan penyakit yang mirip dengan influenza Spanyol dari 1918-1920 yang ada di dunia saat ini?

Dilihat 456 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kita tidak tahu, tapi pandemi yang potensial bisa jadi sangat buruk. Coba kita lihat jumlah yang terjadi pada tahun 1918 untuk kita analisa pada konteks ini. Pandemi sakit flu tahun 1918 membunuh sekitar 25 sampai 100 juta orang di seluruh dunia dalam waktu kurang dari satu tahun, kebanyakan di antaranya terjadi dalam waktu dua bulan. Di Amerikan saja, 200,000 orang meninggal di bulan Oktober, dengan mungkin sekitar 5 sampai 20 juta orang terinfeksi.


Di jaman sekarang, penyebaran dapat terjadi dengan lebih cepat. Meskipun sakit flu 1918 menyebar dengan cukup cepat dengan teknologi yang ada saat itu, sakit flu tahun 2009 menyebar dengan lebih cepat lagi. Kepadatan jumlah orang pada suatu tempat dapat meningkatkan penyebaran menjadi lebih cepat lagi.


Tidak diragukan lagi, bidang kesehatan sudah mengalami banyak kemajuan sejak tahun 1918. Tapi ketika menghadapi pandemi, sistem kesehatan tetap saja kewalahan. Bahkan pandemi yang cukup ringan di tahun 2009, dinyatakan sebagai situasi yang genting, bukan hanya itu, sakit flu yang tidak menjadi pandemi di tahun 2012/2013 saja membuat banyak rumah sakit kewalahan. Bagaimana bisa sistem kesehatan kita mengatasi 20 juta orang yang sakit dalam satu bulan?


Bukannya tidak mungkin para pekerja medis akan ikut terkena sakit flu ketika mengahadapi epidemi. HCW memiliki resiko yang lebih tinggi dan survey menunjukkan bahwa banyak di antaranya yang memiliki perasaan campur aduk ketika berada dalam situasi yang membahayakan bagi mereka (dengan demikian, sejarah menunjukkan bahwa orang - orang jauh lebih heroik dibanding yang mereka pikirkan, dan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menghadapi bahaya demi menyelamatkan orang lain dibanding yang mereka prediksi). Selain itu sumber daya juga akan habis dengan cepat. Tidak tersedia antivirus dalam jumlah banyak dan seandainya kita membutuhkan antibiotik, ini juga pada akhirnya akan habis. Kecepatan dari pandemi berarti bahwa tidak ada waktu untuk menghasilkan lebih banyak sumber daya sehingga pengobatan akan sulit dilakukan.

Bagaimana dengan vaksinasi? Mari kita anggap bahwa kita bisa memprediksi hal ini terjadi dan sudah menyiapkan 100 juta persediaan vaksin yang siap digunakan. Tapi itu hanya cukup unutk 1/3 orang Amerika, bagaimana dengan orang lain di seluruh dunia? Siapa yang akan memutuskan siapa saja yang bisa mendapatkan vaksin? Apakah anak - anak akan lebih diprioritaskan ketimbang para pekerja medis? Tapi dimana kita akan mendapatkan 100 juta dosis vaksin? Tentunya satu bulan tidak cukup untuk membuat vaksin sebanyak itu. Bahkan jika seandainya kita mengabaikan aturan FDA dan memberikan vaksin yang belum diuji kepada orang - prang, prosesnya tetap akanmemakan waktu setidaknya 6 bulan. Memang saat ini terdapat persediaan vaksin, tapi jumlahnya jauh dari itu. Jadi untuk melawan tingginya angka penyebaran penyakit jaman sekarang, kita memiliki periode yang singkat dari sistem kesehatan yang lebih baik, diikuti dengan sumber daya yang terbatas, dan akan kembali pada gaya pengobatan di tahun 1918.


Pemahaman yang lebih baik dari dinamisme sakit flu, epidemiologi dan seterusnya akan membantu karantina dan mengurangi penyebaran. Penggunaan terapi dan vaksin yang tepat sasaran dapat memperlambat atau mengurangi penyebaran dan memberikan waktu yang lebih banyak untuk penanganan. Jadi kita masih memiliki harapan.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang