Bagaimana orang asing dapat memiliki tempat wisata di Bali?

Dilihat 1,54 rb • Ditanyakan lebih dari 3 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tempat wisata seperti apa yang diinginkan orang asing itu? Tempat tinggal atau properti bisnis? Selain menikahi WNI (yang bisa mengambil alih kepemilikan ketika pernikahan berakhir, atau menjadi milik keturunan saat kedua pasangan meninggal), pilihannya adalah untuk membuka bisnis dengan badan hukum -kami punya peraturan baru di tahun 2016 (koreksi jika saya salah) yang dapat dimiliki 100 persen oleh orang asing dalam bentuk hotel, restoran, bar dll. (pendiriaan perusahaan harus dilakukan oleh setidaknya dua orang, jadi kepemilikan 100 persen itu mustahil). Begitu bisnis mulai berjalan, orang tersebut dapat membeli tempat baru atas nama badan hukum tersebut. Ketika seseorang punya 99 persen modal dalam bisnis, artinya dia memiliki 99 persen dari propertinya. Durasi kepemilikan adalah sepanjang 50 tahun dan dapat diperpanjang menjadi 20 tahun, dan jika bisnisnya masih ada dapat diperpanjang lebih lama lagi. 

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang