Bagaimana orang-orang dengan gangguan bipolar berpikir ?

Dilihat 1,77 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tentunya saya tidak bisa mewakili semua orang yang menderita gangguan bipolar, tapi saya akan berbagai mengenai perkembangan gangguan bipolar yang saya alami secara umum. 


Fase Mania:


  • Bagus, saya punya tenaga. Mungkin pada akhitnya saya menyesuaikan diri dengan obat - obatan yang saya konsumsi. Saya rasa saya mulai olahraga di pagi hari (catatan:saya bukan orang yang suka bangun pagi). Saya dapat menyelesaikan tugas saya dengan cepat. Saya hebat sekali dalam melakukannya! 
  • Saya harus mengatur ulang lemari pakaian saya. [pergi ke toko dan menghabiskan 5 juta membeli keranjang dan kotak sepatu - semua itu benar - benar saya butuhkan dan masing ada beberapa hal yang harus saya miliki. Lalu saya menghabiskan waktu 3 jam untuk menjadi barang - barang tersebut secara online]
  • [Teman saya kesulitan membayar kontrakan] Saya akan memberikannya uang yang dia butuhkan! Saya akan menjadi semacam donatur untuknya! Saya memang orang yang baik.
  • [Pekerjaan kantor lainnya selesai. Bos merasa senang] Pekerjaan itu memang merupakan pekerjaan yang penting. Saya harus membangun fondasi untuk fokus terhadap pekerjaan semacam itu. 
  • Siapa yang perlu tidur? Ada banyak sekali hal yang harus dilakukan!!
  • Ayo kita minum - minum dan berkeliling kota pada jam 3 pagi!! Saya memang yang terbaik.
  • Apa sih yang bos ku tahu? Aku tahu jauh lebih baik. Dan saya melakukan sesuatu yang sangat penting, begitu pentingnya sampai - sampai saya melampaui dia. Dunia membutuhkannya. Ini takdir
  • [Bangun jam setengah 6 pagi. Lagi 10 K, pergi berbelanja, dan membuat 6 tumpuk kue kering sebelum pergi kerja untuk dijual lalu disumbangkan. Sial, saya dalam fase manik. Saya pikir saya tidak mengalami fase manik lagi (karena saya melakukan meditasi]. Saya pikir ini lebih baik dibanding dulu ketika saya menghabiskan puluhan juga untuk berbelanja sepatu [emosi saya mulai bergejolak. Semua hal membuat saya kesal]


Fase Depresi:

  • Oh Tuhan, saya merasa kelelahan. Apakah saya sakit [menghabiskan waktu 2 jam mencari tahu gejala - gejala penyakit lupus]
  • Kenapa saya tidak bisa fokus? Oh Tuhan, saya merasa malas, saya harus merasa termotivasi kembali. Bagaimana dulu saya melakukannya? 
  • Mungkin saya akan mencari tahu mengenai beberapa hal sebelum saya kembali bekerja. Tapi apa yang harus saya cari tahu? Semuanya terasa membosankan 
  • [Diajak keluar oleh teman - teman]. Tuhan, kelihatannya itu melelahkan. Tapi saya harus pergi. Mungkin saya akan merasa lebih baik ketika saya di sama. [ketika sudah sampai, menghabiskan waktu berusaha untuk fokus dan terlihat tertarik. Bersusah payah untuk tersenyum dalam cara yang alami - bagaimana cara melakukannya?
  • [Melihat acara yang biasanya ingin sekali saya datangi]. Wah, coba lihat, ini acara favorit saya. Tapi itu berarti saya harus keluar. Saya tidak punya tenaga untuk keluar. Lagipula mungkin tidak akan sehebat yang saya pikir. Pasti sangat merepotkan. 
  • Saya mau menonton TV di tempat tidur. Tapi tidak ada acara yang menarik. Kalau begitu saya tidur saja.
  • [teman - teman tidak menghubungi saya selama beberapa hari] Apakah dia sudah melupakan saya? Pasti dia sudah bertemu teman baru - yang lebih asik untuk diajak jalan dan dapat mengikuti percakapannya. Bagaimana kalau dia merasa marah terhadap saya? Dia hampir marah ke saya. Mungkin karena belakangan ini saya berantakan - pasti dia berpikir kalau saya tidak tertarik dengan apa dia katakan. Sejak kapan saya lupa caranya berinteraksi dengan seseorang? Bagaimana kalau dia benar - benar marah ke saya? Tapi saya bahkan tidak sanggup memikirkan apa yang harus saya katakan kepadanya. Saya tunggu saja dan lihat apakah nanti dia akan menghubungi
  • [alarm berbunyi]. Saya tidak percaya saya harus menghadapi hari yang baru lagi - hari yang baru tanpa apapun yang menarik. Saya bilang saja kalau saya seadng sakit dan saya akan tidur sepanjang hari [terbangun di sore hari]. Sial, sekarang saya tidak akan terjaga sepanjang malam. Malam yang sama sekali tidak menarik.  
  • Apakah saya dapat merasakan sesuatu lagi? Oh sial, - saya sedang depresi! [menelpon psikiater dan ahli terapi]. Kenapa saya bisa mengalami hal ini lagi? Sebenarnya apa yang salah dengan saya? Saya sangat hancur dan tidak ada yang dapat memperbaiki saya lagi.
  • [di tempat kerja]. Kalau saya bisa menahan diri mungkin saya keadaan saya akan membaik, dan saya dapat menyelamatkan pekerjaan saya. 
  • [tidak secara spesifik berpikir tentang bunuh diri, tapi setiap kali saya melihat pisau atau sebotol pil - pil, saya dapat membayangkannya]
  • [Psikiater mengatakan kepada saya untuk mengambil cuti. Suami saya menyembunyikan pisau dan pil - pil]. Oh Tuhan, saya benar - benar menyedihkan. Saya mengecewakan semua orang. Mereka akan jauh lebih baik tanpa saya. Saya selalu membuat mereka melalui penderitaan ini setiap tahunnya. Tunggu - saya tidak bisa membiarkan diri saya berpikir seperti itu. Saya butuh pengalihan.
[Pada akhirnya kembali normal]


Oh Tuhan, efek samping dari obat - obat yang saya konsumsi sunggul menjengkelkan. Tapi saya tidak bisa berhenti mengkonsumsinya. Apa yang akan terjadi kalau saya mengatakan kepada orang - orang bahwa saya menderita gangguan bipolar. Tidak, bos saya tidak akan percaya lagi kepada saya. Teman - teman saya akan menghakimi saya. Ibu mertua saya tidak akan pernah membiarkan saya sendiri. Saya tidak bisa memberitahu hal ini kepada orang lain - lebih baik seperti ini.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang