Bagaimana orang-orang menikmati makanan yang tidak disukainya?

Dilihat 840 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tidak suka dengan brokoli, kol atau bayam? Jangan takut. Anda bisa melatih otak anda untuk menyukai sayuran.


Salah satu dari teman terbaik saya ketika masih remaja tidak makan apapun kecuali yang ada pada tas kertas yang ia peroleh dari drivethrough. Sekarang ia menjadi orang dewasa yang tidak sehat. Saya tak pernah seekstrim itu saat berusia 17 tahun, tapi saya juga tentu saja tidak mencampurkan banyak makanan berwarna-warni. Melainkan, saya terbiasa dengan kacang-kacangan, nasi, ayam dan putih telur sebagai keseharian saya yang menyehatkan.


Hari ini, saya makan setiap warna yang ada dalam bentuk buah dan sayuran. Itu terjadi pada saya tidak dalam semalam saja. Tapi merupakan hasil latihan yang terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Saya tidak sadar jika ini sudah terjadi, tapi ada penjelasan ilmiah di balik pola perilaku saya. Dari Men's Fitness : "Anda bisa melatih pusat pemberian penghargaan di otak anda untuk menyukai makanan-makanan yang lebih menyehatkan, yang rendah kalori daripada makanan sampah, seperti yang dinyatakan oleh peneliti di Harvard dan Tufts U. Dan itu jauh lebih mudah daripada yang anda bayangkan."


Saya sebetulnya meragukan bagian yang menyatakan hal itu mudah, tapi majalah ini setidaknya bagus dalam membuat kenyataan itu menjadi sensasional. Saya melanjutkan membaca dan mempelajari penelitiannya. "Dalam enam bulan, orang-orang dewasa obesitas mengikuti desain ilmiah 'iDiet' ". Ughhh. Anda tahu yang kita rasakan tentang diet. Terlebih lagi, saya jadi berpikir para peneliti di Harvard seharusnya bisa memberi nama dengan yang lebih kreatif lagi. Saya mencoba untuk tetap terbuka. "Diet itu menetapkan apa saja makanan-makanan yang menyehatkan dan membantu orang-orang ini memahami "insting makanan"-nya --contohnya, rasa lapar, ketersediaan, familiaritas-- dan belajar untuk mengendalikannya. Pada akhirnya, hasil MRI menunjukkan pusat pemberian penghargaan di otak para pelaku diet itu menyala lebih intens saat melihat foto makanan-makanan sehat ketimbang foto-foto makanan yang tidak sehat yang mereka terbiasa olehnya."


Ternyata, triknya adalah selalu menjangkau makanan-makanan sehat saat anda lapar sampai saatnya nanti hingga menciptakan sebuah respon kebiasaan dalam otak. Singkatnya, ini juga berhasil pada saya karena saya benar-benar menyukai buah dan sayuran secara reguler dan jarang sekali mencari makanan sampah. Saat saya menginginkan sesuatu yang manis, saya puas dengan sebuah apel. Entah bagaimana, sekarang sains jauh lebih menarik bagi saya ketimbang saya saat berumur 17 tahun.

Cobalah.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang