Bagaimana para dokter mencegah sebuah diagnosa yang dilakukan pasiennya sendiri agar tidak mempengaruhi diagnosa mereka?

Dilihat 426 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kebanyakan dengan cara dibuang begitu saja. Cara ini banyak sekali disukai karena merupakan strategi terbaik, untuk beberapa alasan.

Dari segi statistik: Mari kita mempertimbangkan dua sudut pandang: Seorang klinisi berpengalaman bertahun-tahun vs hasil pencarian google oleh seseorang tanpa pengetahuan kontekstual tentang fisiologi/anatomi/farmakologi/dll. Jika anda bertaruh $10.000 kepada siapa yang lebih besar kemungkinannya untuk benar, mana yang anda pilih? Sangat langka kasusnya dimana saya akan bertaruh pada pilihan yang terakhir.

Dari segi skeptis:  Tentu saja, internet dibanjiri oleh kisah-kisah yang mengklaim bahwa seorang pasien berhasil mendiagnosa dirinya sendiri. Saya yakin sebagian kisah-kisah itu benar, tapi internet juga dipenuhi oleh orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai pangeran dari Nigeria yang ingin memberikan jutaan dolar pada anda hanya dengan mengirim nomor kartu kredit dan informasi rekening anda di bank....

Dari segi metodologi: Gelar "dokter" telah diklaim oleh banyak orang yang tak pernah berkuliah kedokteran dan masih saja menganggap diri mereka berkualifikasi untuk memberikan saran kesehatan yang benar-benar absurd dan tak berdasar pada pseudosains. Jika seorang pasien melihat atau mengklaim dirinya adalah salah satu dari penipu ini, makan itu adalah sebuah kasus orang buta yang menuntun orang buta, jadi sudah tentu "dokter" ini bisa benar-benar salah.

Dari segi medis: diawali dengan pandangan yang segar, pada umumnya itu cara terbaik bagi pasien. Itu caranya untuk mencegah hal-hal menjadi terlewatkan!

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang