Bagaimana penyakit alzheimer didiagnosa ?

Dilihat 579 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Penyakit Alzheimer biasanya didiagnosa melalui proses eliminasi. Biasanya, pasien akan datang dan mengeluh, atau melaporkan mengalami kehilangan daya ingat dan terkadang, perubahan karakter. Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah kebiasaan tidur - Bagaimana orang tersebut tidur? Berdasarkan penerian, pada orang parub baya, kurang tidur sangat mempengaruhi fungsi kognitif. Jadi, jika seseorang mengalamie kesulitan tidur, dokter akan mengobati hal itu dahulu untuk melihat apakah itu yang menjadi masalah.


Begitu pula dengan stress yang berlebihan - terutama jika baru terjadi. Stress dapat mempengaruhi daya ingat, atau stress dapat mempengaruhi kualitias tidur dan pasien biasanya tidak menyadarinya. Tapi kita anggap saja seandainya pola tidur dan kondisi mentalnya baik - baik saja. Maka akan ada pertanyaan dan pemeriksaan lain - diabetes, oksigen/pernapasan, jantung/sirkulasi dan sebagainya. 


Lalu ada tes SLUM tradisional yang merupakan serangkaian pertanyaan yang menguji berbagai jenis fungsi kognitif. Pemeriksaan ini memperhitungkanusia dan tingkat esukasi dan terdiri dari satu halamanan yang herannya cukup akurat. Sulit untuk menyembunyikan penyakit Alzheimer dari tes ini. Tes slum akan melihat berbagai ketidakcocokan dan selanjutnya tergantung dari neuropsikolog atau ahli terapi bicara untuk tes kognitif selanjutnya - jika dibutuhkan. Pencitraan juga mungkin akan dilakukan, tapi pada stadium awal, kerusahaan pada penyakit Alzheimer tidak dapat terdeteksi melalui pencitraan. Tapi jenis dementia lain mungkin dapat terdeteksi, jadi tes ini dapat berguna juga.


Tapi, diagnosa biasanya berasal dari proses eliminatsi. JIka orang tersebut berada pada usia tertentu (biasanya di atas 65 tahun), memiliki pola tidur yang baik dan tingkat stress yang rendah, tidak memiliki penyakit organik, hasil lab yang bagus, tes SLUM menunjukkan masalah daya ingat/fungsi kognitif, maka pasien akan didiagnosa terkena dementia. Beberapa dkoter mungkin menyebut masalah ini sebagai penyakit Alzheimer, tapi karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan dementia, diagnosa yang paling aman melihat ke dalam otak untuk memeriksa jaringan otak biasanya lebih sebagai dementia dibanding penyakit Azheimer.


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang