Bagaimana penyakit sifilis dites/diuji?

Dilihat 765 • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Diagnosa

Sifilis pada kemunculan awalnya sulit didiagnosa secara klinis. Kepastiannya bisa melalui tes darah atau pemeriksaan visual langsung menggunakan mikroskop. Tes darah lebih umum digunakan, karena lebih mudah dilakukan. Akan tetapi, tes diagnostik, tidak mampu membedakan tahapan-tahapan penyakitnya.


Tes Darah

Tes darah dibagi menjadi tes nontreponemal dan treponemal. Tes non-treponemal digunakan untuk awalannya, dan termasuk tes  veneral disease research laboratory (VDRL) dan tes rapid plasma reagin. Tapi, karena kadangkala hasil tes-tes ini positif palsu, konfirmasi diperlukan dengan sebuah tes treponemal, seperti treponemal pallidum particle agglutination (TPHA) atau tes fluorescent treponemal antibody absorption (FTA-Abs). Positif palsu pada tes nontreponemal bisa terjadi pada sebagian infeksi virus seperti varicella dan campak, begitu juga dengan lymphoma, tuberculosis, malaria, endokarditis, penyakit jaringan ikat, dan kehamilan. Tes antibodi treponemal biasanya menjadi positif dua hingga lima minggu setelah infeksi awal. Neurosifilis didiagnosa saat ditemukan jumlah lekosit yang tinggi (didominasi limfosit) dan tingkat protein yang tinggi dalam cairan cerebrospinal dalam kondisi infeksi sifilis yang sudah diketahui.


Tes langsung/direk

Cairan serous mikroskopis yang gelap dari chancre bisa digunakan untuk diagnosa langsung/direk. Tapi, rumah sakit tidak selalu memiliki peralatan atau staf yang berpengalaman, dimana pengujian harus dilakukan dalam 10 menit setelah sampel diambil. Sensitifitas telah dilaporkan mendekati 80%, karenanya itu hanya bisa digunakan untuk memastikan diagnosa tapi tidak untuk mengabaikannya. Dua tes lainnya bisa dilakukan pada sampel dari chancre-nya: tes antibodi fluorescent direk dan tes nucleic acid amplification. Pengujian fluorescent direk menggunakan antibodi yang ditandai dengan fluoresen, yng menempel pada protein spesifik sifilis, sedangkan nucleic acid amplification menggunakan teknik seperti reaksi berantai polimerase, untuk mendeteksi keberadaan gen spesifik sifilis. Tes-tes ini tidak sensitif-waktu, karena mereka tak memerlukan bakteri hidup untuk membuat diagnosanya.

Terjawab hampir 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang