Bagaimana perubahan Indonesia sejak pemerintahan Joko Widodo?

Dilihat 304 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Saya cenderung meyakini bahwa perubahan pada waktunya membutuhkan perubahan pada kepemimpinan. Maka selanjutnya perubahan kepemimpinan akan menyebabkan perubahan pada negara secara keseluruhan. Saya bisa jadi benar atau saya hanya seorang pecundang. (Omong-omong, saya tak memberikan suara saya untuk Jokowi). Indonesia telah banyak berubah di bawah kepresidenan Joko Widodo (atau kepemimpinan jika anda lebih menyukai istilah itu). Beberapa perubahannya antara lain:

  • Masyarakat tak lagi mempercayai media yang ada. Masyarakat terbiasa memperoleh berita dari media ternama seperti Kompas - Surat Kabar Grup Gramedia, Grup Metro, Grup Rajawali Citra, Grup Tempo. Sekarang ini masyarakat mengumpulkan berita mereka sendiri dan membuat kesimpulannya sendiri. (Catatan: saya tidak menyatakan bahwa kesimpulan mereka selalu benar!).
  • Masyarakat lebih sadar bagaimana cara kerja dunia elit politik
  • Masyarakat terbiasa meyakini bahwa sebagian politisi itu benar dan sebagian lagi diturunkan oleh Tuhan dari surga.
  • Masyarakat saat ini lebih sadar bagaimana keputusan dibuat oleh mereka yang kedudukannya lebih tinggi.
  • Masyarakat lebih sadar tentang ekonomi makro
  • Masyarakat hampir tidak memahami GDP di masa-masa sebelum tahun 2015. Itu kepanjangan dari Gross Domestic Product/Produk Domestik Bruto.
  • Sekarang orang-orang lebih sadar tentang defisit anggaran. Obligasi pemerintah. Tingkat pengangguran. Indeks Harga Konsumen.
  • Nasionalisme turun dan Rasisme meningkat cukup merajalela. Hal ini membuat saya sangat khawatir, dan sejujurnya saya menyalahkan kepemimpinan Jokowi (atau karena kurangnya kepemimpinan yang ia miliki).
  • Ia tak seharusnya melarang PSSI. Jangan salah. Saya adalah pejuang keyboard, saya benci sepakbola. Tapi di tahun 1998 kita pernah mengalami kerusuhan dan demonstrasi dimana-mana. Indonesia penuh dengan kerusuhan, dan bagaimana itu berakhir? Itu tiba-tiba berakhir saat TV mulai menyiarkan Piala Dunia 1998. Tak peduli seberapa korupnya komite sepakbola, (menurut pendapat saya) mereka seharusnya diijinkan beroperasi karena kejuaraan sepakbola berguna untuk menjaga kedamaian masyarakat (dan membangun identitas nasional pada prosesnya). 

Prabowo (kandidat presiden yang kalah) akan mempertahankan PSSI mengendalikan sepakbola Indonesia karena :

  1. Ia adalah kepala kelompok mafia Indonesia
  2. Ia tahu bagaimana menggunakan sepakbola secara efektif untuk mengelabui hati masyarakat

(Ya, saya juga bukan penggemar mati-matian Prabowo)

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang