Bagaimana cara pilot pesawat tempur buang air kecil dan besar?

Dilihat 5,29 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1



Menjadi seorang pilot pesawat? Wah, keren sekali kedengarannya kan? Sebagian besar dari kita ketika masih anak-anak, ditanya apa cita-citanya, pasti banyak yang ingin menjadi seorang pilot. 

Kehidupan seorang pilot memang terlihat sangat menyenangkan, terlihat gagah dengan seragam, gaji yang lumayan menggiurkan, dan tentu saja prestise yang didapat dengan menyandang gelar seorang pilot. 


Apalagi jika kita berhasil menjadi pilot pesawat tempur. Mengemban tugas sebagai abdi negara menjadikan penyandang profesi ini memiliki kebanggaan tertentu.


Dan sekarang pertanyaanmu cukup unik, apa jadinya jika pilot pesawat tempur kebelet buang hajat di tengah menjalankan tugas?  :D

Pasti pertanyaan ini terlintas setelah melihat kecilnya ruangan bagi pilot dalam sebuah pesawat jet tempur.


Pilot pesawat komersial sih pasti menganggap ini bukan masalah besar, karena di dalam pesawat komersial sudah disediakan toilet untuk kru pesawat termasuk untuk pilot pesawat. Lalu apa jadinya dengan pilot pesawat tempur ya? Simak penjelasannya berikut ini!



Cara Pilot Pesawat Buang Air Besar dan Kecil


Pada pesawat komersial, karena jarak tempuh yang rata-rata lebih dari satu jam, sudah pasti tersedia toilet yang dirancang khusus untuk pesawat. Pilot pesawat, kru kabin dan penumpang dapat menggunakan toilet pada pesawat ketika masih mengudara. 


Tapi pilot pesawat tempur tidak bisa melakukan hal ini. Dengan ruang yang sempit dan tugas berat yang diemban, akan menjadi masalah jika pilot mendapatkan panggilan alam ketika masih bertugas :D


Sebenarnya lucu juga karena yang terpikir oleh kita adalah bagaimana cara mereka buang air ketika mengudara, padahal menjadi pilot pesawat tempur bukanlah hal yang mudah, lho! 


Misalnya saja, seorang penerbang dapat menjadi pilot pesawat tempur (wingman) melalui beberapa tahapan seperti:


  • Selama menjalankan siklus pelatihan sampai jumlah jam tertentu, siswa transisi akan menjalani ujian tulis dan ujian terbang yang meliputi Normal Procedure, Emergency Procedure, General Flight, Instrument Flight, Aerobatic, Formation Flight, Night Flight, Air To Ground (Bomb, Rocket), Air To Air (Basic Fighter Maneuver, Air Combat Maneuver), Low Level Navigation dan diakhiri Surface Attack Tactic.


  • Bila dinyatakan lulus ia berhak menyandang kualifikasi wingman. Selanjutnya setelah sekian ratus jam menjadi wingman, penerbang tempur bisa dilatih menjadi element leader. Element leader harus mampu membawa flight kecil yang terdiri dari dua atau tiga pesawat. Setelah menjalani latihan selanjutnya dilaksanakan ujian tertulis dan ujian terbang dengan memimpin flight dalam misi Air To Ground, Air To Air dan Surface Attack Tactic.


  • Sebagai element leader, seorang penerbang tempur setelah sekian waktu dikirim untuk mengikuti Sekolah Instruktur Penerbang, bisa di dalam atau di luar negeri. Setelah lulus sebagai Instructor Pilot diharuskan mengajar terlebih dahulu di sekolah penerbang.


  • Sekembali di skadron asal penerbang tempur ini harus menjalani refreshing selama beberapa waktu untuk mengembalikan skill terbang sebagai wingman dan element leader. Bila skill sudah kembali maka ia akan menjalani pelatihan atau kursus menjadi instruktur di pesawatnya.


  • Dia harus belajar memberi instruksi dari kursi belakang atau dari pesawat lain dengan materi pelatihan sama dengan saat mendapatkan kualifikasi wingman, hanya kali ini dari belakang dan dengan jam terbang atau jumlah sorti yang lebih sedikit. Diharapkan sebagai instruktur ia bisa mengajar seorang siswa transisi menjadi berkualifikasi wingman. Setelah lulus menjadi instruktur maka selanjutnya si penerbang akan menjalani lagi pelatihan sebagai leader.


  • Sebagai leader harus mampu membawa sebuah flight yang terdiri dari dua atau lebih element flight dalam berbagai misi. Ujian tertulis dan ujian terbang mirip saat ujian element leader, bedanya lebih banyak jumlah pesawat yang dipimpin dan misinya lebih rumit dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Setelah dinyatakan lulus akan menyandang kualifikasi leader.

 


Mari kembali ke bagaimana para pilot pesawat tempur buang hajat! :D


Sebenarnya saya memiliki beberapa sumber untuk menjawab pertanyaan ini dan cerita mereka mungkin cukup menjijikkan, jadi bersiaplah.


Para pilot pesawat tempur tentu saja buang hajat di toilet, sama seperti kita. Karena rata-rata jam terbang untuk sekali tugas hanya berkisar 1,5 jam saja. Beberapa pilot pesawat tempur yang diharuskan untuk bertugas lebih lama, seperti ketika terjadi perang (yang bisa sampai 7 jam) tentu saja bermasalah dengan hal ini. 


Kebanyakan dari mereka akan menahan buang air kecil dan besar sampai dengan pesawat mendarat. Tapi jika kondisi sudah tidak memungkinkan, biasanya pilot pesawat tempur menggunakan piddle-pack.


pilot pesawat


Piddle-pack adalah sebuah kantung berisi gel, dulu kantung ini berisi spons yang berguna untuk menyerap air kencing, Namun teknologi berkembang dan mereka kini menggunakan gel yang lebih efisien dalam menyerap cairan.


Kantung ini mudah digunakan oleh pilot laki-laki, lalu bagaimana dengan para pilot wanita?


Para pilot wanita juga memiliki alat yang bentuknya serupa dengan pembalut menstruasi, namun lebih besar hampir seperti popok bayi dengan daya serap lebih tinggi dan lebih canggih. Di Amerika, alat-alat ini disebut sebagai "Advanced Mission Extender Device".


cara pilot pesawat tempur buang air


Tentu saja, hal ini hanya berlaku untuk buang air kecil. Lha kalau buang air besar bagaimana? Tentu saja harus ditahan sampai pesawat mendarat. Atau harus siap ditertawakan rekan terbang anda karena menduduki tinja sepanjang misi terbang. 


Ada beberapa cerita menarik (menjijikkan) soal buang air besar di pesawat tempur ini. Rupanya, buang air besar di baju terbang (flight suit) memang merupakan sebuah pilihan di kalangan para pilot pesawat tempur mengingat saat ini waktu misi pesawat tempur sudah semakin panjang.


Bagaimana dengan baunya? Tidak masalah karena mereka menggunakan masker gas. Yang kasihan adalah para petugas bersih-bersih pesawat, mereka sering mengganti kain penutup kursi karena sangat bau dan kotor oleh tinja.


Seorang instruktur pesawat tempur T-45 menceritakan mengenai koleganya yang sangat kebingungan dan tidak mau buang air besar di bajunya dan tidak bisa menggunakan piddle-pack.


Jadi apa yang ia lakukan? Ia buang air besar di kantong helm! Tidak ada yang mau bertanya dengan apa ia membersihkan pantatnya, tidak ada juga yang mau tahu di mana ia menyimpan kotorannya sepanjang misi penerbangan :D


Namun tentu saja tidak semua pilot pesawat tempur akan mengalami hal semacam ini, karena ini benar-benar sebuah kejadian unik dan tidak akan terjadi pada semua orang, bisa dibilang sedang sial atau nasib buruk. Pada dasarnya, pilot pesawat tempur tidak diberi misi terbang secara mendadak. Para pilot sudah diberi tahu sejak beberapa waktu sebelumnya dan diwajibkan untuk menjaga makanannya agar tidak terkena diare dan menjaga agar tidak ingin buang air saat misi.


Selain itu, mereka juga diwajibkan pergi ke toilet sebelum terbang dan meminum obat khusus yang dapat menahan keinginan untuk buang air. Nah, tidak terlalu buruk kan?


Sebagai tambahan pengetahuan, sebenarnya ada juga pesawat tempur yang memiliki toilet dan dapur di dalam unitnya, yaitu jet tempur Su 34. Cukup sulit lho untuk menemukan gambar ini!


cara pilot pesawat tempur buang air

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang