Bagaimana pilot pesawat tempur buang air kecil dan besar?

Dilihat 4,91 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Menjadi seorang pilot pesawat? Wah, keren sekali kedengarannya kan? Sebagian besar dari kita ketika masih anak-anak, ditanya apa cita-citanya, pasti banyak yang ingin menjadi seorang pilot. Kehidupan seorang pilot memang terlihat sangat menyenangkan, terlihat gagah dengan seragam, gaji yang lumayan menggiurkan dan tentu saja prestise yang didapat dengan menyandang gelar seorang pilot. Apalagi jika kita berhasil menjadi pilot pesawat tempur. Mengemban tugas sebagai abdi negara menjadikan penyandang profesi ini memiliki kebanggaan tertentu.


Tapi, pernah gak terlintas dipikiran kamu, apa jadinya jika pilot pesawat tempur "kebelet hajat" di tengah menjalankan tugas? Pilot pesawat komersial sih pasti menganggap ini bukan masalah besar, karena di dalam pesawat komersial sudah disediakan toilet untuk kru pesawat termasuk untuk pilot pesawat. Lalu apa jadinya dengan pilot pesawat tempur ya? Simak penjelasannya berikut ini:



Pada pesawat komersial, karena jarak tempuh yang rata-rata lebih dari satu jam, sudah pasti tersedia toilet yang dirancang khusus untuk pesawat. Pilot pesawat, kru kabin dan penumpang dapat menggunakan toilet ini saat pesawat masih terbang. (Baca: toilet pada pesawat). Tapi pilot pesawat tempur tidak bisa melakukan hal ini. Dengan ruang yang sempit dan tugas berat yang diemban, akan menjadi masalah jika pilot "kebelet" ketika masih bertugas.


Menjadi pilot pesawat tempur bukanlah hal yang mudah. Seorang penerbang dapat menjadi pilot pesawat tempur (wingman) melalui beberapa tahapan:

1. Selama menjalankan siklus pelatihan sampai jumlah jam tertentu, siswa transisi akan menjalani ujian tulis dan ujian terbang yang meliputi Normal Procedure, Emergency Procedure, General Flight, Instrument Flight, Aerobatic, Formation Flight, Night Flight, Air To Ground (Bomb, Rocket), Air To Air (Basic Fighter Maneuver, Air Combat Maneuver), LowLevel Navigation dan diakhiri Surface Attack Tactic.

2. Bila dinyatakan lulus ia berhak menyandang kualifikasi wingman.

Selanjutnya setelah sekian ratus jam menjadi wingman, penerbang tempur bisa dilatih menjadi element leader. Element leader harus mampu membawa flight kecil yang terdiri dari dua atau tiga pesawat.

Setelah menjalani latihan selanjutnya dilaksanakan ujian tertulis dan ujian terbang dengan memimpin flight dalam misi Air To Ground, Air To Air dan Surface Attack Tactic.

3. Sebagai element leader, seorang penerbang tempur setelah sekian waktu dikirim untuk mengikuti Sekolah Instruktur Penerbang, bisa di dalam atau di luar negeri.

Setelah lulus sebagai Instructor Pilot diharuskan mengajar terlebih dahulu di sekolah penerbang.

4. Sekembali di skadron asal penerbang tempur ini harus menjalani refreshing selama beberapa waktu untuk mengembalikan skill terbang sebagai wingman dan element leader.

Bila skill sudah kembali maka ia akan menjalani pelatihan atau kursus menjadi instruktur di pesawatnya.

5. Dia harus belajar memberi instruksi dari kursi belakang atau dari pesawat lain dengan materi pelatihan sama dengan saat mendapatkan kualifikasi wingman, hanya kali ini dari belakang dan dengan jam terbang atau jumlah sorti yang lebih sedikit.

Diharapkan sebagai instruktur ia bisa mengajar seorang siswa transisi menjadi berkualifikasi wingman. Setelah lulus menjadi instruktur maka selanjutnya si penerbang akan menjalani lagi pelatihan sebagai leader.

6. Sebagai leader harus mampu membawa sebuah flight yang terdiri dari dua atau lebih element flight dalam berbagai misi.

Ujian tertulis dan ujian terbang mirip saat ujian element leader, bedanya lebih banyak jumlah pesawat yang dipimpin dan misinya lebih rumit dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Setelah dinyatakan lulus akan menyandang kualifikasi leader.

Seorang leader bisa mengikuti sekolah Fighter Weapon Instructor yang melatih kemampuan mengenali lebih dalam taktik dan kemampuan pesawat serta persenjataan sendiri, menganalisa taktik dan kemampuan lawan, baik dalam flight mandiri atau dalam flight gabungan, dalam misi serangan darat atau pertempuran udara ke udara.

Kualifikasi ini ibaratnya menjadikan seorang Master in Air Combat Art & Science dan diharapkan bisa meningkatkan kemampuan tempur kesatuannya secara keseluruhan.

 

Pilot pesawat tempur tentu saja "buang hajat" di toilet, sama seperti kita. Karena rata-rata jam terbang untuk sekali tugas hanya berkisar 1 setengah jam saja. Beberapa pilot pesawat tempur yang diharuskan untuk bertugas lebih lama, seperti ketika terjadi perang (yang bisa sampai 7 jam) tentu saja bermasalah dengan hal ini. (Baca: Tugas pesawat tempur). Kebanyakan dari mereka akan menahan "hajat" sampai dengan pesawat mendarat. Tapi jika kondisi sudah tidak memungkinkan, biasanya pilot pesawat tempur menggunakan kantung air.




Tetapi, pilot pesawat tempur saat ini diharuskan untuk bertugas lebih lama dan lebih jauh, sehingga penggunaan kantung air yang semula hanya digunakan ketika kondisi darurat menjadi suatu hal yang maklum digunakan. Tentu saja, hal ini hanya berlaku untuk buang air kecil. Lha kalau buang air besar bagaimana? Tentu saja harus ditahan sampai peswat mendarat. Atau anda harus siap ditertawakan rekan terbang anda karena anda menduduki tinja sepanjang misi terbang. (Baca: Pesawat tempur juga menggunakan air conditioner)

Beberapa tipe pesawat tempur sudah memiliki sistem buang air, yang dapat menghisap air kencing saat di udara. Sebagai contoh adalah pesawat tempur tipe TA-F9J yang sering digunakan saat latihan. Tapi tentu saja, hal ini tidak berlaku untuk buang air besar. Jadi gimana, masih punya cita-cita menjadi pilot pesawat tempur?

 

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang