Bagaimana seseorang bisa terjangkit meningitis?

Dilihat 9,28 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Meningitis adalah peradangan membran meninges sekitar otak dan saraf tulang belakang. Jangan disamakan dengan Encephalitis, yang merupakan peradangan otak. Penyebab meningitis adalah hasil dari virus, bakteri, jamur, atau infeksi parasit. Penyakit meningitis bisa muncul sebagai kanker dan reaksi kimia dari alergi obat. 


Anak-anak, remaja, dan usia muda memiliki resiko yang paling besar, meskipun kondisi ini juga dapat menimpa orang dewasa, terutama mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penyakit ini adalah penyakit yang cukup membahayakan jiwa penderitanya.


meningitis


Penyebab Meningitis


Berikut ini adalah penjelasan mengenai penyebab penyakit meningitis :


1. Bakteri


Meningitis bakteri muncul ketika bakteri masuk dalam aliran darah dan menyerang otak serta saraf tulang belakang. Ada beberapa jenis meningitis bakteri, antara lain:


  • Streptococcus Pneumoniae (pneumococcus)


Salah satu bakteri penyebab meningitis terbanyak yang menyerang bayi dan anak-anak. Jenis bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi paru (pneumonia), telinga dan bagian rongga hidung (sinusitis). 


  • Neisseria Meningitidis (meningococcus) 


Meningitis yang disebabkan oleh bakteri ini terjadi akibat adanya infeksi yang menyerang saluran pernafasan dibagian atas yang selanjutya bakteri masuk ke dalam peredaran darah dan berjalan menuju otak, sehingga menjadi penyebab timbulnya meningitis. Infeksi akibat serangan bakteri ini amat beresiko karena dapat menyebabkan kematian hanya dalam jangka waktu 24 hingga 48 jam.


  • Haemophilus Influenzae (haemophilus) 

Bakteri Haemophilus influenzae type b adalah jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pernafasan bagian atas dan telinga bagian dalam serta sinusitis. Infeksi yang ditimbulkan dari bakteri jenis ini bisa diatasi dengan pemberian vaksin.


  • Listeria Monocytogenes (listeria) 

Bakteri penyebab meningitis ini umumnya dapat dijumpai dibanyak tempat, bahkan pada makanan yang telah tercampur dengan bakteri ini. Bakteri listeria ini berasal dari hewan yang dipelihara dan makanan yang memiliki potensi terkontaminasi bakteri dengan jenis listeria adalah keju, hot dog dan daging sandwich.


  • Staphylococcus Aureus dan Mycobacterium Tuberculosis 

Bakteri penyebab meningitis lainnya adalah bakteri Staphylococcus Aureus dan Mycobacterium Tuberculosis, yang merupakan salah satu penyebab TBC.



2. Virus


Meningitis virus disebabkan oleh enteroviruses. Meningitis jenis ini didapat karena berbagi peralatan pribadi. Contoh, jika anda tinggal di asrama atau barak yang jadi satu dengan ruang hidup inilah yang membuat tingkat meningitis tinggi pada kampus-kampus. 


Bisa juga karena memakai alat makan, sikat gigi, gincu, dan gelas. Anda juga bisa tertular dari ciuman. Bisa juga karena menghirup bersin orang.


penyebab meningitis



Gejala dan Pencegahan Meningitis


Penyakit meningitis memiliki gejala-gejala awal seperti penyakit yang tidak terlalu parah pada umumnya, sehingga kebanyakan orang akan berpikir bahwa itu adalah penyakit biasa. 


Berikut adalah gejala-gejala meningitis: 


  1.  Pada orang dewasa, gejala meningitis yang paling sering adalah sakit kepala hebat, yang terjadi pada hampir 90% kasus meningitis bakterial, diikuti oleh kaku kuduk (ketidakmampuan untuk menggerakkan leher ke depan karena terjadi peningkatan tonus otot leher dan kekakuan).
  2. Triad klasik dari tanda-tanda meningitis adalah kaku kuduk, demam tinggi tiba-tiba, dan perubahan status mental; namun, ketiga ciri-ciri ini hanya muncul pada 44–46% kasus meningitis bakteri. Jika tidak terdapat satu pun dari ketiga gejala tersebut, dapat dikatakan bukan meningitis. 
  3. Ciri lain yang dihubungkan dengan meningitis termasuk fotofobia dan fonofobia(intoleransi terhadap suara keras). Pada anak kecil, gejala yang telah disebutkan di atas seringkali tidak tampak, dan dapat hanya berupa rewel dan kelihatan tidak sehat. 
  4. Ubun-ubun (bagian lembut di bagian atas kepala bayi) dapat menonjol pada bayi berusia hingga 6 bulan. Ciri lain yang membedakan meningitis dari penyakit lain yang tidak berbahaya pada anak adalah nyeri kaki, kaki-tangan yang dingin, dan warna kulit abnormal. 
  5. Kaku kuduk terjadi pada 70% pasien meningitis bakteri pada dewasa. 
  6. Pemeriksaan lain, yang dikenal sebagai “jolt accentuation maneuver” membantu menentukan apakah terdapat meningitis pada pasien yang mengeluh demam dan sakit kepala. Orang tersebut diminta untuk memutar kepalanya ke arah horizontal dengan cepat; jika sakit kepala tidak bertambah buruk, artinya bukan meningitis. 
  7.  Ciri lain yang dapat membantu menentukan penyebab meningitis adalah tanda pada kulit yang disebabkan oleh penyakit tangan, kaki dan mulut dan herpes genitalis, yang keduanya berhubungan dengan beberapa bentuk meningitis virus.

gejala meningitis

Dengan begitu banyak gejala-gejala meningitis, penyakit tersebut masih bisa dicegah dengan cara-cara berikut ini:


  • Menjaga dan Meningkatkan Kebersihan 

Tranmisi penyakit meningitis ini dapat dicegah dengan meningkatkan tingkat kebersihan antara orang-orang dengan resiko infeksi dan diantara mereka yang mungkin menyebarkan penyakit. Hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan tangan, karena tangan adalah media yang paling beresiko untuk menularkan virus dan bakteri. Untuk itu biasakan mencuci tangan dengan menggunakan sabun antikuman dan bilas dengan air yang mengalir. 


  • Hindari Berbagi Peralatan

Berbagi peralatan seperti menggunakan piring, gelas, sedotan, handuk dan peralatan lain yang sama dengan si penderita akan memudahkan penyebaran bakteri meningitis, untuk itu hidari berbagi peralatan dengan penderita untuk mencegah timbulnya penyakit meningitis. 


  • Tutuplah Hidung dan mulut saat bersin
  • Konsumsi antibiotik saat sedang bersama-sama dengan orang yang terjangkit virus. Hal ini merupakan pencegahan terhadap bagaiamana mudahnya virus meningitis menyebar. Vaksin juga diperlukan.

Fase meningitis terdiri dari tiga stadium, yaitu stadium 1 atau stadium prodormal selama 2-3 minggu dengan gejala ringan dan tampak seperti gejala infeksi biasa. 


Pada anak-anak, permulaan penyakit bersifat subakut, sering tanpa demam, muntah-muntah, nafsu makan berkurang, murung, berat badan turun, mudah tersinggung, cengeng, opstipasi, pola tidur terganggu dan gangguan kesadaran berupa apatis. Pada orang dewasa terdapat panas yang hilang timbul, nyeri kepala, konstipasi, kurang nafsu makan, fotofobia, nyeri punggung, halusinasi, dan sangat gelisah.


Stadium 2 atau stadium transisi berlangsung selama 1–3 minggu dengan gejala penyakit lebih berat di mana pasien mengalami nyeri kepala yang hebat dan kadang disertai kejang terutama pada bayi dan anak-anak. Tanda-tanda rangsangan meningeal mulai nyata, seluruh tubuh dapat menjadi kaku, terdapat tanda-tanda peningkatan intrakranial, ubun-ubun menonjol dan muntah lebih hebat. 


Stadium 3 atau stadium terminal ditandai dengan kelumpuhan dan gangguan kesadaran sampai koma. Pada stadium ini penderita dapat meninggal dunia dalam waktu tiga minggu bila tidak mendapat pengobatan sebagaimana mestinya.


pencegahan meningitis

Jadi, pada dasarnya anda harus menghindari lendir, liur, dan dahak. Apabila ada gejala-gejala seperti yang saya sebutkan di atas, maka secepatnya penderita dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayan kesehatan yang intensif. 


Terkadang meningitis juga berpengaruh pada mental penderitanya. Kecepatan proses menyebarnya penyakit ini tergantung dari sistem kekebalan tubuh penderita. Tidak bisa ditentukan dengan pasti jeda antara tingkat-tingkat stadium. Semoga informasi ini dapat membantu anda.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang