Bagaimana rasanya bekerja di Jepang?

Dilihat 457 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

kerja di jepang


Tidak bisa dipungkiri bahwa Jepang adalah salah satu negara maju di Asia dan merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia, dengan aneka ragam daya tarik, Jepang mampu membuat orang bermimpi untuk kelak mengunjungi negeri matahari terbit ini, atau bahkan ingin dan menghabiskan seumur hidupnya di sana.

 

Pada umumnya orang sering menyebutkan bahwa orang Jepang suka bekerja keras, suka berkelompok, dan sebagainya. Begitu asyik dengan pekerjaannya sehingga orang Jepang suka lupa waktu. Hal tersebut didorong oleh rasa tanggung jawab dan semangat kelompok. Pekerja di Jepang dikenal dengan dedikasi tingginya kepada perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka juga dikenal dengan kemampuan bekerja dalam waktu yang lama, hingga berjam-jam. Jepang bahkan memiliki istilah khusus, karoshi yang berarti etos kerja dimana bekerja sampai mati.


Bagaimana kondisi Jepang yang saat ini semakin tergerogoti jumlah angkatan kerjanya, akibat turunnya angka pernikahan dan angka kelahiran bayi secara drastis? mereka memilih tidak memiliki anak, atau cukup satu anak, karena pertimbangan biaya hidup dan biaya pendidikan anak di Jepang yang relatif mahal. Di sisi lain, angka/umur harapan hidup orang Jepang semakin tinggi. Artinya, saat ini Jepang makin dipenuhi oleh orang berumur diatas 50 tahun. Bahkan generasi tua Jepang dengan umur diatas 60 tahun juga masih memiliki tingkat kesehatan yang prima. Dengan kenyataan itulah ternyata pemerintah Jepang begitu membutuhkan kehadiran tenaga kerja profesional dari negara lain, seperti tenaga kerja dari Indonesia yang banyak mencoba mulai dari tenaga magang sampai bisa kerja di Jepang.


karyawan magang


Bagi para pemuda dan pemudi magang, Jepang adalah solusi yang paling tepat untuk bisa mengembangkan diri mencari ilmu dan pengalaman kerja di Jepang. Saat ini semakin banyak perusahaan Jepang di Indonesia yang merekrut tenaga kerja Indonesia untuk kerja di Jepang. Negara berkembang seperti Indonesia akan menghasilkan bisnis yang baik bagi para perekrut tenaga kerja karena populasi yang besar. Satu hal lagi yang menjadikan alasan mengapa dengan magang ke Jepang juga ada manfaatnya adalah bahwa di samping kita belajar budaya dan bahasa mereka, kita juga mendapatkan uang saku yang cukup besar selama menjadi pemagang di sana. Besarnya uang saku yang di dapatkan setiap bulannya adalah antara 8-9 juta rupiah, itu belum termasuk uang lembur apabila ada.



Peraturan Bekerja di Jepang


Walaupun dalam era globalisasi seperti saat ini yang dapat di katakan batas antar negara kabur tetap saja diperlukan strategi untuk bertahan hidup (suatu negara) maka diperlukan peraturan pada setiap negara. Di Jepang peraturan tentang imigrasi dan pengungsian telah mengalami revisi pada tahun 1990, perubahan penting yang terjadi adalah pada pengelompokkan status pekerja asing yang tujuannya adalah untuk membedakan dengan jelas orang asing yang dibolehkan bekerja dan yang tidak dibolehkan kerja di Jepang. Adanya peraturan ini juga meminimalisasi adanya pekerja asing ilegal yang masuk ke Jepang. Dokumen yang legal sangat dibutuhkan untuk menghindari kerugian akibat pekerja ilegal pada pihak penyedia kerja, pekerja legal dan secara umum juga pemerintah Jepang.


Beberapa hal penting lain yang perlu untuk di pertimbangkan oleh para pemegang kebijakan dan tanggung jawab atas pengiriman tenaga kerja ke Jepang ini adalah tentang terbukanya sistem penggajian, diskripsi/rincian kerja, struktur karir, jam kerja, asuransi kesehatan, dan kebutuhan khusus. Setiap tenaga kerja asing yang telah memenuhi standar kualifikasi yang ditentukan sebaiknya berhak menerima gaji sama dengan pekerja Jepang lainnya tanpa ada perbedaan, begitu pula dengan peningkatan karir kerja. Kerja lembur diperhitungkan sebagaimana peraturan yang biasanya telah ada di setiap perusahaan tanpa membedakan pekerja asing atau bukan.


Orang asing di Jepang ternyata memiliki kesan yang kurang baik di mata orang Jepang. Dari hasil survei diketahui bahwa sepertiga penduduk Jepang menolak pekerja asing yang bekerja di Jepang. Peningkatan jumlah pekerja asing sempat membuat mereka khawatir.  Ada pendapat dari kelompok di Jepang, bila Jepang menerima tenaga kerja asing, maka kesempatan untuk orang Jepang sendiri akan menjadi sempit, para pemuda hanya akan bekerja pada “3K” –kitsui (pekerja kasar), kitanai (pekerja kotor/ rendah) dan kiken (pekerjaan bahaya). Orang Jepang juga takut adanya isu terorisme dan kejahatan yang dilakukan warga asing seperti yang diberitakan di media massa Jepang. 


Migrasi tenaga kerja asing ke Jepang bukanlah hal yang mudah. Kepastian peraturan dari negara-negara yang berkaitan harus dipersiapkan dengan baik sebelum program mulai dijalankan. Pekerja asing seringkali berada pada posisi yang lemah, para pemegang keputusan bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada mereka.  Performansi yang baik harus ditunjukkan oleh orang yang akan bekerja di luar negeri, persiapan yang cukup sebelumnya sangat dibutuhkan agar dapat memenuhi kualifikasi sebagai pekerja asing di negara yang dituju. Kemampuan ataupun keahlian pada bidang tertentu saja tidak cukup, agar dapat bekerja dengan baik maka seorang pekerja asing yang akan bekerja ke Jepang hendaknya memiliki kemampuan bahasa Jepang yang memadai. 


Adaptasi pendatang ke Jepang selain dengan faktor cuaca dan bahasa adalah juga dengan disiplin kerja. Bagi bangsa Jepang disiplin kerja adalah nomor satu. Pekerjaan yang dilakukan buruh tidak berat, namun mereka perlu kerja cepat, karena umumnya mereka bekerja dengan menggunakan mesin. Kalau lengah sedikit maka kita tertinggal dan mesin jalan terus. Pekerjaan di Jepang memang serba pakai mesin dan pekerjaan di Indonesia dikerjakan secara manual. Bekerja dengan sesama manusia terasa santai dan bisa ngobrol sambil bekerja dan bekerja di Jepang memerlukan hasil maksimal.



maaf



Mengapa kedisiplinan sudah menjadi budaya orang Jepang?


Seperti kita ketahui, Jepang merupakan satu negara dari banyaknya negara di dunia yang selalu menjunjung tinggi nilai luhur akan budaya dan kedisplinannya. Hampir semua orang di seluruh dunia tahu jika orang jepang memiliki sifat positif yang luar biasa dan dikenal sangat loyal serta sangat disiplin dalam hal pekerjaan. Apalagi dalam hal tanggung jawab, di kala ada suatu masalah atau tidak tercapainya suatu target biasanya pemimpin di Jepang tidak akan mencari beribu alasan untuk meminta maaf. 

Termasuk menjadi seorang pekerja di Jepang pun sangatlah enak dan menyenangkan, walau dikatakan sangat loyal dan dituntut akan kedisiplinannya namun rakyat Jepang tak pernah ada yang protes. Sudah banyak yang menjadi buktinya orang Indonesia khususnya yang pernah pengalaman kerja di Jepang, saat pulang ke tanah air menjadi sangat beda dan lebih disiplin setelahnya.  

Berikut beberapa kelebihan dan juga nilai plus bagaimana bekerja di Jepang:  


  • Bekerja di Jepang Datang dan Pulang Selalu Tepat waktu 

Perusahaan Jepang sangat anti sekali terhadap jam karet. Mereka benar-benar menaati aturan 8 jam kerja bagi semua karyawan termasuk sang bos sendiri. Karyawan harus datang ke kantor tepat waktu begitu pula sebaliknya. Dengan tepat waktu inilah karyawan bisa menyeimbangkan kehidupan kerja dan pribadinya masing-masing.


  • Bekerja di Jepang Selalu di Awali dengan Olahraga 

Sudah menjadi suatu kewajiban hampir semua perusahaan Jepang termasuk yang ada di Indonesia selalu mengawali pekerjaan dengan senam pagi. Dan biasanya para karyawan 20 menit sebelum kerja dimulai akan diminta berkumpul di lapangan dan melakukan perenggangan ringan sebelum memulai pekerjaan. Latihan ringan seperti ini berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan mencegah stress. Jadi karyawan bisa memulai aktivitas dengan semangat.


  • Disiplin menjadi prinsip nomor satu 

Sudah menjadi rahasia umum jika orang jepang dikenal akan kedisplinannya. Tak heran jika di Jepang kita akan menemukan banyak hal yang serba teratur. Bahkan lampu perusahaan akan dimatikan setiap istirahat. Tujuannya cuma satu yaitu efisiensi maksimal.


  • Bekerja di Jepang tidak mengenal perbedaan kasta 

Di atas kertas persaingan memang harus ada untuk mendapatkan jabatan di suatu perusahaan, namun tidak untuk perbedaan kasta. Di Jepang tidak kenal usia atau ras yang bekerja, para karyawan akan mendapatkan perlakuan yang sama satu sama lainnya.


  • Ide baru dan perbaikan setiap hari 

Setiap perusahaan Jepang memegang prinsip kaizen (perbaikan berkelanjutan). Ini artinya karyawan dari setiap level diharapkan untuk menyumbang ide demi perbaikan proses kinerja di perusahaan. Setiap seminggu sekali, karyawan perusahaan biasanya akan membentuk kelompok kecil dan berdiskusi untuk membahas langkah perbaikan dalam SOP perusahaan. Nantinya usul yang diajukan oleh setiap kelompok akan ditampung dan dipertimbangkan.


  • Posisi berdasarkan prestasi, bukan sebaliknya 

Saat bekerja di perusahaan Jepang, kita akan merasakan nikmatnya naik ke puncak dengan jerih payah sendiri. Seseorang akan bisa mengukur seberapa besar kemampuan diri sendiri dan merasakan bahwa usahanya selama ini benar-benar dihargai sesuai dengan porsinya.


Jelas kiranya kedisplinan salah satu yang memegang peranan penting kesuksesan apalagi untuk suatu bangsa yang ingin maju. Arigatou Gozaimasu.


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang