Bagaimana rasanya hidup dengan herpes genitalis?

Dilihat 536 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Penyakit Herpes Genitalis adalah infeksi yang disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (terutama HSV=Herpes Simplex Virus type II), ditandai dengan timbulnya vesikula pada permukaan mukosa kulit (mukokutaneus), bergerombol di atas dasar kulit yang berwarna kemerahan. Hal ini menyebabkan borok atau luka di daerah kelamin. Hal ini terkait dengan virus yang menyebabkan sekitar mulut umum luka dingin atau lecet demam. Orang yang terinfeksi tetap terinfeksi untuk hidup dan dia akan mengulangi serangan dari luka herpes genital di masa depan.

Sekarang, mungkin banyak orang yang penasaran seperti anda tentang rasanya hidup dengan penyakit Herpes ini, bukan? Mau tau seperti apa rasanya? Baca penjelasan saya sampai selesai, ya! :)


herpes genitalis


Apa itu Herpes?
Herpes adalah masalah kulit yang umum dan biasanya ringan; kebanyakan infeksi tidak diketahui dan tidak didiagnosis. Ada dua jenis virus herpes simpleks: virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) dan herpes simpleks virus tipe 2 (HSV-2). Kebanyakan kasus herpes mulut disebabkan oleh HSV-1 dan sebagian besar kasus herpes kelamin disebabkan oleh HSV-2; namun keduanya HSV-1 atau HSV-2 dapat terjadi di daerah kelamin atau daerah mulut


Bagaimana Herpes Menular?
Herpes menular melalui hubungan kulit dengan kulit. Hal ini terjadi saat daerah kulit yang menular berhubungan dengan luka kecil pada kulit atau selaput mukosa, terutama pada mulut dan kelamin. Herpes kelamin dapat tertular melalui hubungan seks pada waktu ada gejala dan kadang kala bila tidak ada gejala. Kalau soal penularan herpes genital dari objek lain misalnya WC, tempat mandi, atau handuk itu masih belum terbukti. Herpes adalah virus yang sangat rentan, yang tidak tahan hidup lama pada permukaan.


Bagaimana Rasanya Hidup dengan Penyakit Herpes?

Saya telah mempunyai genital HSV-2 sejak tahun 1994. Karena itu adalah infeksi herpes pertama saya, bulan-bulan pertama sungguh berat secara fisik dan saya mengalami trauma. Saya mendapatkan gejala-gejala yang sungguh ekstrim dan menyakitkan, dan saya benar-benar merasa bahwa hidup saya akan segera berakhir. Saya 'bersembunyi' selama empat tahun, hingga akhirnya saya bangkit dan menemukan komunitas HSV, lalu menghadiri pertemuan langsung pertama saya di tahun 1998. Dalam waktu 4 tahun tersebut, jumlah frekuensi, kekuatan, dan durasi dari gejala fisik herpes yang saya derita telah banyak berkurang. Penyakit ini pun kini jarang kambuh, dapat dihitung jari dalam setahun.

Dengan mengunjungi pertemuan yang pertama, menunjukkan padaku betapa besar komunitas HSV yang sebenarnya, baik secara online maupun secara langsung, dan itu telah mencerminkan jumlah populasinya yang sungguh besar. Virus herpes sesungguhnya tidak menghancurkan. Pengidap herpes semuanya berhasil bertahan hidup. Kami tidak sendirian. Dr. Anna Wald dari Universitas Washington, salah satu peneliti dari komunitas HSV, belakangan memberi tahu kami bahwa 75% orang Amerika memiliki salah satu dari dua macam tipe virus herpes. Sejak saya sering mendatangi berbagai macam pertemuan, baik lokal, regional, dan nasional, kini saya benar-benar telah terjun dan bergabung dengan komunitas sebagai pemimpin support dan perencana acara, dan bertemu teman-teman yang memiliki kondisi yang sama denganku. Pada tahun 2010, saya menikah dengan seorang suami yang luar biasa, kami bertemu pada acara nasional H pada tahun 2006.

Untuk sebagian besar dari kami, hal yang paling sulit mengenai virus herpes ini adalah stigma sosial yang secara tidak langsung mengikutinya. Ini dapat menimbulkan kesulitan secara emosional setelah diagnosa, dan beberapa permasalahan lain seiring berjalannya kehidupan. Bagaimana pun, beberapa memilih untuk menganggap herpes sebagai sebuah kesulitan kecil dan menemukan berbagai cara untuk mengatasinya dengan baik, seperti dengan mengonsumsi obat-obatan anti virus, atau dengan jalan alternatif seperti obat-obatan herbal dan suplemen. 


penyebab herpes


Meskipun virus herpes ini akan tetap ada didalam sistem tubuh untuk seumur hidup, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi resiko perpindahan atau penularan virus ke pasangan yang bukan penderita herpes (meskipun tidak benar-benar menghilangkannya). Ini termasuk konsumsi obat-obatan antivirus yang dikonsumsi setiap hari dengan rutin, menggunakan kondom untuk setiap kontak seksual, dan penolakan terhadap setiap gejala-gejalanya. Apabila langkah-langkah ini dilakukan bersama, dapat menjadi jalan terbaik untuk mengurangi resiko penularan kepada pasangan yang bukan positif penderita herpes.Dalam berbagai kasus, keterbukaan kita akan keadaan penyakit herpes (atau penyakit seksual lain) yang kita derita sebelum melakukan kontak seksual dengan pasangan yang baru, adalah satu dari perintah komunitas HSV. Sebagai tambahan, sangat direkomendasikan untuk mengetes keadaan kedua belah pihak kita kita memulai sebuah hubungan yang baru, sebagai suatu keterbukaan dan kepedulian dalam sebuah hubungan. 

gejala herpes

Banyak, sungguh banyak orang-orang yang menderita herpes bekencan, menikah, membangun sebuah keluarga dan hidup bahagia. Walaupun ada orang yang imun terhadap virus herpes. Ini hanyalah bagaimana kita memilih cara pandang kita dalam mengatasi sebuah kehidupan dengan penyakit herpes. 

Nah, begitulah kira-kira bagaimana rasanya hidup dengan Penyakit Herpes Genitalis, anda perlu berjaga-jaga juga mulai sekarang dengan mempelajari lebih tentang penyebab dan pengobatan herpes genitalis serta tanda-tanda dan gejalanya!

Terjawab 10 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang