Bagaimana rasanya hidup dengan mengidap asma akut?

Dilihat 676 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Dua tahun lalu, saya didiagnosa dengan asma ringan. Tempat berdebu, perubahan iklim yang mendadak, pilek/flu berkepanjangan (yang bisa menyebabkan dada yang mampat) bisa memperburuk asma. Saya harus membawa inhaler/ portable nebulizer kemanapun saya pergi (meskipun saya sering lupa). Bagaimana rasanya hidup dengan asma? Buat saya, saya selalu mendapat pandangan 'aduh kasihan sekali dia' dan 'ya Tuhan, jauh-jauh dari saya' dari banyak orang, terutama saat saya menggunakan inhaler dan portable nebulizer di depan umum. Menarik bagi saya bahwa orang-orang mengganggap nafas yang pendek adalah penyakit menular. Suatu kali, seorang pria pernah bilang, melihat saya mengeluarkan nebulizer dari tas saya membuatnya takut. Dia bilang, nebulizer tampak seperti gadget pada film Mission Impossible! Saat didiagnosa dengan asma, kalimat kedua dokter saya adalah, "Tidak apa-apa. Bahkan Amitabh Bachchan juga punya asma, Lihat saja bagaimana dia sekarang. Pernikahan dan memiliki keluarga tidak akan menjadi masalah. Jadi kamu tidak usah khawatir." Bahkan saat saya masih beripikir mengapa dia menyebutkan 'pernikahan dan keluarga', orang tua saya sudah memikirkan semuanya, termasuk memberikan saya daftar makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan. Tentu saya mengikuti daftar ini selama hampir setahun dan berhenti melakukannya secara bertahap seiring waktu karena saya kangen makan es krim. Dan curd serta kulfi. Saya harus berhati-hati (meskipun saya sedikit ceroboh) walapun sebenarnya tidak ada hal yang bisa saya keluhkan. Saya masih bisa menari, main sepak bola atau cricket  dan melakukan yang lainnya. Mungkin tidak seintensif mereka yang tidak punya asma, tapi ini tidak pernah mengganggu saya. Kalaupun suatu saat ini mulai mengganggu, saya hanya tinggal berhenti, menggunakan nebulizer kemudian bermain lagi.

Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang