Bagaimana rasanya mengalami anemia defisiensi zat besi?

Dilihat 908 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Bukanlah sesuatu yang akan kubilang seu saat darah rendah, tapi saat saat remisi karena saya makan benar, tidak buruk juga. :) saya mengalami anemia defisiensi zat besi yang langka, sekarang sedang di remisi. Untuk menjaga tetap remisi, saya tidak punya pihilan selain makan produk hewan. Saya memilih sumber makanan hewan dan berkelanjutan makanan hewani, terkadang local atau organik. Saya coba semua pilihan dan mengobati anemia deisiensi zat besi termasuk suplemen, tidak berhasil. Suplemen yang berhasil untuk saya hanyalah suplemen hati yang dikeringkan dan dibekuka, yang mana setara dengan makan hewan.


Alasan ini terjadi karena keturunan genetic yang diturunkan ke saya, saya tidak bisa menukar zat besi tumbuhan menjadi haemoglobin. Jadi saya harus makan zat besi hewani, yang bisa saya tukar menjadi haemoglobin.


Saat anemia ku makin parah, kulit saya sangat pucat. Orang-orang bilang saya terlihat seperti hantu. Saya juga memiliki bibir ungu pucat, dan bantalan kuku berwarna ungu pucat. Saya memiliki masalah dengan merasa dingin setiap waktu- dan juga merasa lelah dan lemah, dan terkadang, merasa sedih. Di titik terburuk, anemia menyebabkan kuku menjadi cacat, pingsan, dan tidak bisa melakukan pekerjaan sehar-hari. Saya memiliki cuti sakit kuliah medis, sampai status nutrisi dan anemia sembuh.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang