Bagaimana rasanya mengalami depresi?

Dilihat 304 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Aku tidak bisa mendeskripsikan bagaimana rasanya, tapi aku bisa memberitahu kamu bagaimana kelihatannya. Rasanya seperti ada gumpalan kain dilorong. Gumpalan ini bergerak secara perlahan dan hampir tidak terasa. Dan gumpalan ini punya sebuah rambut panjang didalamnya, rambutku.  Sekarang gumpalan ini kembali bergerak di lorong dan dibelakang kaki. Gumpalan ini sangat aktif dan bergerak terus. Kenapa aku bisa tahu? Karena aku sedang berbaring di lantai. Di lantai dua dekat tangga. Kepalaku terbaring di lantai kayu rumahku, tubuhku mungkin di karpet. Aku tidak merencanakan untuk tidur disini, hanya saja aku merasa diselimuti kesedihan dan disinilah aku sekarang. Semua depresi sangat berbeda, inilah milikku. Aku merasa aku perlu menangis dan bersedih untuk semua hal. Pertama-tama, hanya bayangan kesedihan, wajah orang lain yang menangis, dan wajah orang-orang yan pergi dari hidupku terus muncul di pikiranku. Lalu muncullah kata-kata dan kalimat. Aku tidak bisa melihatnya, hanya bisa mendengarnya di kepalaku. Seperti misalnya "Aku tidak bisa menghadapi ini semua, kenapa aku sendiri, aku tidak punya siapapun untuk kuandalkan, pokoknya aku tidak bisa". Aku juga menangis karena ini. Dan ada juga momen kebahagiaan. Saat auk bebas dan tidak menjadi diriku sendiri ataupun berada dalam tubuh ini. Lalu aku hanya perlu memikirkan suamiku dan betapa kami sangat terhubung. Air mataku berhenti seketika. Tapi aku masih tidak siap untuk bangun. Aku masih mau berbaring disini selamanya. Biasanya aku selalu memili untuk pergi ke pojok ruangan atau berbaring di lantai saat depresi. Ada sesuatu yang halus pada lantai rumahku yang membuatku selalu ingin berbaring di atasnya. Kami juga memiliki ruangan dengan karpet, jadi terkadang aku juga pergi kesana. Aku merasa aman, seperti di suatu pulau. Dan aku merasa aku sedang dipeluk jika aku berada di pojok ruangan. Semua tempat ini membuatku merasa nyaman dan terlindungi. Sekarang aku berbaring disini, di atas lantai, dan tidak merasakan apa-apa. Hanya lelah seperti aku sudah beraktivitas selama berhari-hari. Aku ingin terus berada disini dan tidak perlu peduli terhadap apapun selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Biasanya aku menghilang, tidak membalas email atau bertemu dengan siapapun. Aku sangat sangat mengidamkan alkohol (meskipun aku tidak meminumnya karena aku tahu aku akan menjadi lebih parah). Aku tidak bisa mengurus diriku sendiri, hanya melakukan apa yang perlu saja. Aku hanya akan makan salad dan dressing karena aku tidak bisa keluar rumah. Aku bahkan tidak lapar! Ini bisa berlanjut selama berhari-hari atau bermingu-minggu. Aku sangat tidak berguna, tidak berpikir. tidak merasakan apa-apa, hanya bernafas dan tidur. Tapi setelah beberapa saat, aku bisa mulai merasakan lagi, dan kemudian aku bangun dari lantai atau pojok ruangan. Ini adalah siklus yang sedang aku lalu dan sudah aku lalui beberapa saat lalu. Bahkan gumpalan kain itu sudah bergerak sedangkan aku masih berada di tempat yang sama. Bagaimana ini mungkin? Kenapa aku tidak bisa melakukannya? Aku bahkan tidak tahu. Tapi aku tahu bahwa ini bukan salahku. Ada ketidakseimbangan kimia pada otakku yang membanjiri dengan stimulan. Ini tidak rasional, aku bahkan tidak bisa menemukan jalan keluar. Seandainya saja aku bisa tidak terlal terpengaruh. Sayangnya iya. Aku sudah melakukan semuanya, berobat, tapi terkadang semua ini tidak cukup.Yang pada akhirnya membuatku berbaring di lantai, memikirkan apa yang sekiranya bisa membuatku bangkit. Apa aku punya semangat itu? Aku masih disini, jadi ya...hanya saja aku tidak merasakannya. Jadi aku cuma berbaring disini dan merasa kosong. Lalu, tidak tahu berapa lama (satu menit atau sangat lama), aku kembali menemukan kehangatan saat memikirkan orang yang ingin aku temu dan tersenyum padaku. Kehangatan ini berubah menjadi dorongan yang kucari. Aku merasa perlu untuk menulis ini dan membagikannya sehingga orang lain merasa terbuka untuk juga menulis soal depresi ini. Aku menulisnya dan mempublikasikannya karena ini adalah hal yang wajar untuk dibagikan. Hal ini tidak membuatku lepas dari depresi, dan bahkan tidak menyelesaikannya. Depresi ini akan kembali, mungkin dalam beberapa jam atau mungkin besok. Tapi hal ini membuatku peduli terhadap seseuatu dan pada akhirnya membuatku bangkit berdiri.

 

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang