Bagaimana rasanya mengalami kehamilan ektopik?

Dilihat 3,72 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya tidak bisa mengatakan sama rasanya bagi semua orang, tapi saya bisa mengatakan bagaimana rasanya bagi saya sendiri. Hal pertama yang saya tahu adalah bercak. Saya terus berpikir bahwa ini adalah awal menstruasi, tapi tidak pernah berlanjut. Semacam tiba-tiba muncul dan berhenti. Hal itu terus berlanjut selama beberapa minggu. Aneh, dan saya memutuskan untuk menemui dokter. Namun sebelum hal itu terjadi, ada perubahan mendadak. Suatu pagi ketika saya sedang mandi shower sebelum berangkat kerja saya terhuyung. Sensasi yang paling aneh yang pernah saya rasakan. Saya tidak bisa mendeskripsikannya. Kemudian rasa mual memenuhi tubuh saya, namun kemudian lewat begitu saja. Lalu saya pergi hampir sepanjang hari tanpa merasa tidak terlalu enak. Namun setelah bekerja, ketika sedang perjalanan pulang sensasi aneh itu datang lagi, diikuti oleh rasa mual yang lain. Kali ini setelah sensasi itu hilang, muncul rasa sakit. Semacam rasa berdenyut yang menyakitkan di abdomen bagian bawah saya dan punggung bawah. Secara fisik saya merasa sangat tidak nyaman. Saya kesakitan sepanjang malam, mengkonsumsi Tylenol dan meletakkan heating pad di perut, kemudian pindah ke punggung. Saya tahu ada yang tidak beres. Saya berencana untuk memanggil dokter di pagi harinya tapi kondisi semakin memburuk seiring menjelang pagi, sehingga saya harus masuk ruang gawat darurat.

Saya menjelaskan gejala-gejalanya dan langsung dilakukan uji kehamilan. Saya terkejut mengetahui bahwa saya positif. Saya juga tahu, tentu bukan ini saja penyebab rasa sakit saya. Ada yang tidak beres. Dokter menduga ektopik. Seseorang mengatakan pada saya bahwa ia akan menekan perut saya untuk melihat apakah ada yang sakit. Satu sisi sudah terasa sakit, sakit berdenyut yang saya rasakan. Saya katakan padanya untuk tidak menekan sisi yang sakit itu. Saya katakan lagi tidak perlu—sekarang saya merasakan sakit. Tapi dia tidak mendengarkan. Dia menekan sisi yang tidak sakit, dan saya tidak apa-apa. Saat dia baru saja menyentuh sisi lainnya, saya hampir melompat dari meja.

Selanjutnya saya diberitahu untuk melakukan uji lainnya : cul-de-centiscis. Saya tak pernah mendengar sebelumnya. Apa yang mereka lakukan adalah memasukkan jarum panjang melalui serviks dan terus melalui uterus hingga ruang di luarnya. Kemudian dokter menariknya kembali untuk melihat apa yang keluar. Dalam kasus saya, yang keluar ada darah encer yang mengindikasi ada pendarahan di saluran ovum dan darah mengalir darinya ke area luarnya. Jika pendarahan tidak dihentikan dalam beberapa jam, wanita penderita akan pingsan lalu meninggal. Tanpa pembedahan sesegera mungkin, kehamilan ektopik 100% fatal akibatnya. Saya mengira saat dokter menekan pelan perut saya itu sakit! Tapi ternyata sakit itu tidak ada apa-apanya dibandingkan saat jarum masuk ke tubuh saya. Rasa sakitnya luar biasa, mungkin saya pingsan beberapa detik. Saya menjadi tahu bahwa sensasi aneh yang saya rasakan dua kali sehari saat itu adalah ketika pendarahan terjadi. Saya menduga awalnya pendarahan itu sedikit, dan kemudian menjadi besar, dan kemudian muncullah rasa sakit yang saya rasakan. Saya diberitahu untuk dilakukan operasi dalam beberapa jam. Saya benar-benar tak sanggup. Saat saya terbangun di ruang pemulihan, irisan bedah terasa sakit namun rasa sakit yang berdenyut itu sudah hilang.

Saya berada di rumah sakit selama dua hingga tiga hari termasuk pembedahan yang dilakukan. Rasa sakitnya sudah lebih baik setelah seharian penuh pertama. Dalam enam minggu saya tidak boleh bekerja berat tetapi saya justru kembali bekerja setelah dua minggu. Saya menjadi lebih muda sekarang, jadi kulit saya pulih dengan cepat. Saya khawatir untuk hamil saat saya siap mencobanya, tapi, ketimbang lebih lama daripada umumnya, saya bisa hamil secara normal.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang