Bagaimana rasanya mengelola sebuah bioskop?

Dilihat 1,57 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Berdasarkan pengalamanku, memiliki bioskop akan sangat memuaskan daripada menjadi pesuruh di bioskop. Ayahku dulunya adalah seorang "eksibitor", nama industri original untuk manajer bioskop. Pada awal tahunku, auditorium yang digelapkan dulunya adalah penjaga anakku-- hingga kita pindah ke Texas, dimana dia dipekerjakan untuk menjalankan beberapa bioskop drive-in di Coastal Bend. Untuk anak muda yang bertumbuh pada ditahun 50an, kurasa hal itu keren.

Ayahku menikmati pekerjaannya, mungkin karena dia memiliki jumlah otonomi tertentu, ditambah pula ia menyukai "ballyhoo", sesuatu yang secara virtual menghilang. Contohnya, kalau kita mempunyai pembukaan film bajak laut, ia akan menyuruh penerima tamu untuk memakai pakaian bajak laut. Untuk mempromosikan film hantu, sebuah peti mati akan diletakkan di lobi dengan tangan muncul dari dalamnya. Ketika ia mengatur bioskop drive-in di Texas, ia memesan Dusk-Til-Dawn Horrothon klasik dan mengirim staf mudanya yang memakai rambut palsu dengan topeng karet yang menyeramkan untuk menakut-nakuti pengunjung yang ada dalam mobilnya---suatu hal yang pasti akan membuatmu lari. Ekspresinya mungkin tidak seperti orang-orang yang menjalankan bioskop sekarang ini karena cara bisnis mereka telah berubah secara drastis.

Kalau ia masih hidup, mungkin ia akan sangat gembira dengan inovasi-inovasi seperti proyektor digital, stereo Dolby dan multiplex dengan kursi stadiun. Apa yang akan mengagetkannya? Aku pastikan hal itu adalah:

  1. Home Video dan fakta kalau bioskop masih berkembang walaupun sudah ada penemuan seperti itu. 
  2. Kembalinya 3D, dan yang paling penting, 
  3. Tingkat kesulitan dalam mengurusi pengunjung.  

Yang ketiga itu merupakan alasan terutama aku tidak melanjutkan karir menjadi eksibitor. Aku memang pernah menjalankan bioskop--selama enam bulan di Waco, Texas, dimana aku mendapatkan kesempatan untuk mengatur sebuah bioskop kecil yang kembar didekat kampus Baylor University.  

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, hal ini lebih membosankan dari yang kubayangkan. Satu-satunya pengalaman yang memuaskan untukku adalah diperbolehkan, oleh si pemilik, untuk memesan Midnight Movies kami. Filmnya juga pilihanku, aku membuat semua promosi dengan radio dan selebaran (mirip gaya ballyhoo lama). Aku merasa sangat senang melihat bioskop kecil itu terisi, kemudian melihat para pengunjung menemukan batu permata yang telah lama dilupakan yang ingin aku bagikan kepada mereka.

Pada saat rilisan ulang STAR WARS, dua wanita datang kepadaku, mereka telah menonton setengah filmnya dan meminta uang mereka kembali. Mereka kecewa karena mereka tidak tahu kalau film tersebut merupakan film tentang "luar angkasa". Sesuatu dalam diriku hanyut. Bukan hanya karena momen itu, tetapi puncak dari seluruh ketidakpuasan pada musim panas tersebut. Kalau kamu ingin mengoperasikan bioskop, bagaimanapun, jangan bekerja dalam rantai pekerja. Memiliki bioskop merupakan hal yang harus dilakukan. Hanya pesan gambar yang kamu percayai dan bagilah penemuanmu yang indah itu dengan pengunjung. Hal itu akan melumpuhkan ketidakpuasan dan frustrasi yang datang dalam pekerjaanmu.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang