Bagaimana rasanya menjadi janda muda?

Dilihat 567 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tunangan saya meninggal beberapa bulan sebelum kami menikah, yang membuat segala semakin buruk bagi saya. Usianya 30 tahun ketika dia meninggal dan saya saat itu berusia 32 tahun. Menjadi kelompok janda muda sangat mengerikan apalagi ketika itu saya merupakan yang termuda dengan jarak sekitar 15 tahun. Saya tidak bisa menjalin hubungan dengan siapapun dan karena itu adalah tempat dimana saya seharusnya dapat berhubungan dengan orang - orang, hal tersebut membuat saya merasa semakin kesepian.


Saya yakin setiap punya cerita mengenai hal - hal buruk yang dikatakan oleh orang yang saat ereka seolah - olah berusaha untuk "membantu" - bagi saya sendiri, saya sering mendengar orang - orang berkata, "Untung kamu belum menikah", seolah - olah itu adalah kata - kata penghibur (saya masih belum bisa memutuskan apakah komentar tersebut lebih menyinggu atau tidak dibandingkan banyak orang - orang yang mengatakan mereka megerti apa yang kamu rasakan terkait kematian pasangan hidupmu karena mereka mengalami perceraian).


Saya merasakan bawah banyak orang merasa gelisah di sekitar saya, terutama karena banyak dari teman - teman, kolega, dan teman sejawat saya yang menikah dan memiliki anak. Mereka seakan - akan berpikir bahwa hal itu menular atau khawatir bahwa kesedihan saya akan mengurangi kegembiraan mereka.


Mereka tidak tahu bahwa saya tidak tertarik untuk meninggalkan rumah atau berpartisipasi dalam hal - hal yang menyerupai awal yang baru atau hidup yang terus berjalan. Bukannya saya tidak berbagia untuk teman saya, saya hanya tidak ingin menghadapi sesuatu yang tidak akan pernah saya miliki; sesuatu yang tidak akan pernah kami miliki.


Pada akhirnya saya berteman dengan seorang wanita yang kehilangan suaminya hanya beberapa bualn setelah tunangan saya meninggal. Dia cukup tua dibandingkan saya, tapi kamu akhirnya menjadi teman dekat. Saya juga berteman dengan dua orang lainnya secara kebetulan dan mereka berdua cukup membantu saya.


Saya belum pernah menikah kembali, atau bahkan terlihat dalam suatu hubungan sejak tunangan saya meninggal, tapi saya banyak memfokuskan diri untuk membangun kembali diri saya dan karir saya dan berhasil membangun kehidupan yang luar biasa dari abu diri saya yang sebelumnya. Mengenai apakah saya akan menikah, saya rasa kita lihat saja nanti. Saya bukannya tidak menyukai hal itu, tapi sulit untuk membayangkannya.

Terjawab 6 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang