Bagaimana rasanya menjadi seorang dokter gigi?

Dilihat 309 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan menjadi seorang dokter gigi:


Kelebihan menjadi seorang dokter gigi:

  • Pendapatan yang tinggi. Tidak diragunakn lagi kariri ini memungkinkanmu mendapatkan penghasilan yang tinggi dan stabil dan ada kemungkinan kamu bisa mencapai penghasilan yang luar biasa. Tapi jangan salah.. ada harga yang harus dibayar untuk semua itu. Dokter gigi merupakan pekerjaan yang sangat menantang yang membutuhkan tanggung jawab yang tinggi. Jangan harap kamu akan mendapatkan uang dengan mudah. Apakah kamu mau bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan yang besar itu? Jika tidak, ini bukan karir yang tepat untukmu.
  • Kemandirian. Jadilah bos bagi dirimu sendiri. Buatlh keputusan yang ingin kamu buat. Kamu tidak perlu melapor kepada siapapun. Tapi kamu juga harus menanggung semua resiko keuangan sendiri, kamu harus membuat keputusan yang sulit, dan penghasilanmu mungkin dapat berkurang. Apakah kamu mau menghadapi tanggung jawab semacam ini? 
  • Respek. Dokter gigi biasanya sangat dipercaya dan dihargai. Siapa yang tidak menginginkan hal itu?
  • Berhubungan dengan banyak orang. Kalau kamu sudah bekerja dengan orang lain, kamu pasti akan mendapatkan banyak waktu dari orang - orang. Dokter gigi merupakan profesi yang penuh kepedulian dan hubungan merupakan bagian terbaiknya. Berbeda dari bisnis - bisnis lainnya, dokter gigi lebihd ari sekedar masalah uang.
  • Variasi. Menjadi seorang dokter gigi merupakan pekerjaan yang menantang dan menarik. Tidak ada harimu yang akan berjalan sama. Ketika kamu berpikir kamu kamu sudah mempelajari segala hal yang perlu dipelajari, kamu akan melihat sesuatu yang baru. Apakah kamu menyukai perubahan dan belajar secara terus - menerus? Kalau kamu lebih sudah hidupmu monoton, maka dokter gigi bukan pekerjaan yang tepat untukmu.
  • Kegembiraan. Kamu tidak mengharapkan pekerjaan sebagai dokter gigi sebagaip pekerjaan yang penuh dengan tindakan, tapi ini bukan jenis pekerjaan dengan kertas kerja yang menumpuk di atas meja kerjamu. Kamu tidak akan pernah merasa bosan. Kamu mungkin akan bertemu dengan pasien yang eksentrik, menerima telepon dari asistenmu yang sakit, atau harus melakukan operasi darurat. Hari - harimu akan berlalu dengan cepat dan kamu tidak akan memiliki waktu untuk duduk santai, merasa bosan, melihat jam berharap waktu cepat berlalu.
  • Waktu kerja yang fleksibel. Kamu bisa mengatur waktu kerjamu sendiri. Kamu bisa melakukan pekerjaan ini paruh waktu yang memungkinkanmu menjaga gaya hidup yang seimbang. Ini juga merupakan karir yang sangat baik bagi wanita yang ingin berkeluarga.
  • Perasaan hangat. Ya, perasaan hangat itu nyata. Kamu punya kesempatan untuk menolong orang lain bahkan mengubah hidup mereka. Tugasmu adalah membantu membuat orang tersenyum - bukan tujuan yang buruk tentu saja. Setiap hari kamu memiliki kesempatan untuk memberikan solusi yang nyata dan konkret dan memperbaiki sesuatu untuk orang - orang.
  • Kreatifitas. Orang -orang mungkin tidak menyadari bahwa menjadi seorang dokter gigi melibatkan banyak kreatifitas. Pada beberapa tingkat, menjadi dokter gigi itu sangat pragmatis dan ilmiah, tapi pekerjaan yang sesungguhnya seperti mengukir dan memahat. Ini adalah seni. Kamu memiliki banyak kesempatan untuk menggunakan kreatifitasmu untuk memecahkan masalah.
  • Permintaan. Ini benar sekali. Orang - orang selalu membutuhkan dokter gigi. Sekarang ini memang kelihataannya persaingannya memang cukup ketat, tapi kala kamu bisa menemukan celah, pasien akan berdatangan.
Kekurangan menjadi dokter gigi:

  • Pendidikan. Bersiaplah menjalani pendidikan selama bertahun - tahun. Kamu akan membutuhkan waktu setidaknya 8 tahun (termasuk 4 tahun kuliah), tapi itu semua setimpal dengan hasil yang akan kamu dapatkan. Dan kalau kamu suka belajar sama seperti saya, ini merupakan hal yang bagus.
  • Biaya. Biaya pendidikan untuk menjadi dokter gigi cukup mahal. Kamu mungkin akan membutuhkan dana puluhan juta untuk belajar menjadi dokter gigi. Tapi jangan biarkan hal ini menghalangimu. Karena pada akhirnya, penghasilanmu akan setimpal dengan biaya yang kamu keluarkan. Selain itu, kalau kamu ingin selalu berada di garis depan, kamu sebaiknya terus belajar setiap tahun. Ini merupakan aspek yang menyenangkan dari karir sebagai dokter gigi, tapi ini juga membutuhkan biaya.
  • Tanggung jawab yang besar. Kamu bertanggung jawab terhadap kesehatan seseorang. Memberikan obat bius, meresepkan obat - obatan dan melakukan bedah pada gigi, semuanya merupakan tanggung jawab besar yang harus disikapi dengan serius. Jika ada hal - hal yang tidak diharapkan terjadi, meskipun kamu sudah melakukan segala sesuatunya dengan benarm hal itu merupakan tanggung jawabmu.
  • Stress. Dengan tanggung jawab yang besar, kamu mungkin juga akan mengalami tingkat stress yang tinggi. Bukan hanya kesehatan seseorang berada di tanganmu, tapi ini merupakan industri pelayanan. Kamu harus memastikan bahwa pasienmu merasa senang. Kalau kamu melakukan segala dengan benar, biasanya kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal ini. Tapi terkadang ada pasien yang sulit untuk dibuat senang, tidak peduli apapun yang kamu lakukan. Tekanannya ada pada melakukan yang terbaik yang kamu bisa dalam waktu yang terbatas, membuat pasien senang dan mengelola bisnismu. 
  • Biaya, lagi. Biaya buka praktek yang besar. Untuk membuka prakter dokter gigi sendiri, kamu membutuhkan biaya yang besar. Para pasien mungkin tidak mengerti kenapa biaya dokter gigi mahal. 
  • Panggilan. Kamu bisa saja menerima panggilan di akhir pekan. Sebagian orang tidak keberatan dengan hal ini, tapi saya membencinya. Bagi saya, akhir pekan merupakan waktu istirahat dari minggu yang penuh dengan tekanan dan ini "melanggar" waktu pribadi saya. Saya jauh lebih menyukai pekerjaan saya ketika saya tidak harus menerima panggilan. Tapi kamu harus menerimanya karena ini merupakan bagian dari tugasmu.
  • Pasien yang sulit ditangani. TIdak peduli seberapa hebat kamu berusaha menjalankan pekerjaanmu, kamu bukan satu - satunya faktor penentu di sini. Kalau pasien yang sulit ditangani membuatmu kesulitan melakukan yang tebaik dalam pekerjaanmu, hasilnya mungkin di bawah ekspektasimu.
  • Ketidakpastian. Kamu tidak akan pernah merasa bosan. Kamu mungkin akan bertemu dengan pasien yang eksentrik, menerima telepon dari asistenmu yang sakit, atau harus melakukan operasi darurat. Hari - harimu akan berlalu dengan cepat. Masih ingat poin dari "kelebihan menjadi dokter gigi"? Walaupun kamu tidak akan merasa bosan, hal - hal yang tidak pasti dapat membuat hari - hari mu menjadi sangat menantang, panjang, dan melelahkan. 
  • Intensitas tinggi. Kamu akan berhungan dengan orang secara intensif sepanjang hari. Bekerja bersama orang lain mungkin merupakan kelebihan, tapi menghabiskan banyak waktu dalam jarak 20 cm dari orang - orang dapat sangat melelahkan. 
  • Faktor yang menjijikan. Kamu mungkin harus menghadapi nafas bau, orang - orang yang bau, dan kadang mulut yang sangat kotor. Ketika kamu masih berlatih, faktor - faktor yang menjijikan cukup jarang ditemui, tapi saya hampir muntah dalam mulut saya satu atau dua kali dalam 10 tahun saya praktek.
  • Kejutan. Di dalam buku teks, semuanya kelihatan pasti, tapi kenyataannya, beberapa hal sulit untuk dikendalikan. Kamu mungkin mengikuti apa yang tertulis di buku teks, tapi hasilnya belum tentu bagus. Untungnya ada beberapa kejutan yang menyenangkan juga.
  • Asuransi gigi. Untungnya, kita tidak menjalani jalur yang sama seperti obat - obatan, tapi masih merupakan penggerak pada praktek dokter gigi saat ini. Caikupan asuransi cukup buruk dan pada akhirnya, ini membuat baik pasien maupun dokter gigi menjadi kesulitan. Dokter gigi kesulitan untuk meminta bayaran atas apa pekerjaan mereka dan pasien kesal di tempat dokter gigi karena asuransi tidak mencakup satu prosedur gigi.
  • Stress fisik dan resiko. Menjadi dokter gigi bisa sangat melelahkan bagi tubuhmu. Kamu melihat dan bekerja dalam ruang yang sempit dan seringkali harus memutar tubuhmu dalam waktu yang lama. Suara mendenging dari peralatan dokter gigi dapat membuat pendengaranmu menjadi buruk. Dan bukannya tidak mungkin kamu akan menusuk tubuhmu sendiri dengan jarum atau peralatan gigi yang membuatmu rentan terhadap penyakit yang ditularkan melalui darah. Rasa sakit pada tubuhmu dapat dipilihkan dengan berolahraga secara teratur dan melakukan pijat. Resiko pendengaran menjadi buruk dapat dicegah dengan menggunakan penutup telingan. Dan resiko terkena HIV atau hepatitis sangat rendah.
  • Pembenci dokter gigi. Tapi jangan lupa.. Pasien benci dokter gigi, tapi toh mereka tetap mendatangimu. Ingat perasaan hangat yang saya sebutkan sebelumnya? Perasaan itu bisa saja hilang. Seringkali kita memiliki 9 pasien dalam sehari yang memberikan kita perasaan hangat, tapi 1 orang yang menyebalkan bisa membuat kita melupakan itu semua. Bukannya tidak mungkin mengacuhkan yagn negatifm tapi membutuhkan usahan untuk mengabaikan yang negatif dan merangkul yang positif.

Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang