Bagaimana rasanya menderita sakit batu ginjal?

Dilihat 3,97 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Penyakit merupakan satu hal yang sangat dihindari dan tidak disukai oleh setiap mahluk. Penyakit seringkali terbentuk karena pola hidup yang tidak sehat dan sembarangan memasukkan benda asing yang tidak bisa ditolerir sistem imun kedalam tubuh. Setiap orang pasti berharap agar dirinya dijauhkan dari segala bentuk macam penyakit yang menyusahkan, termasuk di dalamnya adalah penyakit batu ginjal.


Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Material penyebab batu ginjal tersebut berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal yang kemudian mengendap dan mengkristal seiring waktu. Dari hasil proses pengkristalan itulah kemudian terbentuk sebuah batu yang lambat laun menghambat aliran drainase urin penderitanya. 


Pada sebagian besar kasus, penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun. Diperkirakan 10 persen wanita dan 15 persen pria pernah mengalami kondisi ini selama hidup mereka. Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.



Ciri-ciri dan Gejala Batu Ginjal


Ciri-ciri batu ginjal biasanya tidak akan dirasakan atau disadari penderitanya jika batu ginjal berukuran sangat kecil sehingga bisa keluar dari tubuh secara alami melalui ureter dengan mudah. Ureter adalah saluran yang menyambungkan ginjal dengan kandung kemih dengan fungsi sebagai selang drainase urin dari ginjal. Pada tahap ini penderita tidak akan merasa nyeri ataupun kesakitan ketika kencing, karena pada dasarnya ukuran dari batu tersebut tergolong terlalu kecil untuk menghambat saluran air seni.


Ciri-ciri batu ginjal baru bisa terasa jika batu berukuran lebih besar dari diameter saluran ureter. Batu yang besar akan bergesekan dengan lapisan dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi dan bahkan luka. Oleh sebab itu, urine kadang bisa mengandung darah. Selain mengiritasi ureter, batu ginjal juga bisa tersangkut di dalam ureter atau uretra (saluran akhir pembuangan urine) sehingga terjadi akumulasi bakteri dan bisa menyebabkan pembengkakan akibat infeksi.


Adapun gejala batu ginjal yang muncul apabila batu bergesekan dengan ureter di antaranya adalah nyeri pada pinggang, perut bagian bawah atau samping, dan selangkangan yang dapat disertai mual. Sedangkan gejala yang bisa dirasakan jika penderita batu ginjal mengalami infeksi ginjal di antaranya urine tampak keruh dan berbau tidak sedap, badan lemas, menggigil, dan demam tinggi.



Sebagai orang yang sedang dikaruniai nikmat kesehatan, sudah menjadi kewajiban kita untuk menerapkan pola hidup yang sehat. Karena dengan pola hidup yang sehat tersebut, kemungkinan kita akan terkena penyakit berat seperti batu ginjal ini akan lebih berkurang. Adapun sebagai pertimbangan agar kita senantiasa menjalani hidup sehat adalah dengan cara mendengarkan cerita orang yang pernah mengalami penyakit tersebut. Berikut ini adalah cerita dari seseorang yang pernah mengalami penyakit batu ginjal dan baru merasakan gejalanya ketika batu tersebut sudah membesar.


Bagaimana Rasanya Menderita Sakit Batu Ginjal?


Saya sering merasakan sakit, tapi rasa sakitnya tak tertahankan ketika mengalami sembelit yang dikarenakan oleh adanya batu ginjal yang menghalangi saluran kencing (yang disebut 'kolik') dan ginjal saya mulai membengkak dengan berbahaya. Sakitnya semakin terasa di malam hari dan menjadi sangat menyiksa sampai saya tidak tahu dimana saya berdiri, duduk, atau berbaring. Saya biasanya akan mandi untuk meredakan rasa sakitnya, minum 4 paracetamol, tapi sakitnya tidak berkurang.


Pada saat itu saya terjaga sepanjang malam, tidak tahu apa yang terjadi (saya tidak tahu kalau saya punya batu ginjal). Istri saya terbagun jam setengah 5 pagi ketika mendengar saya menangis di toilet. Saya benar-benar kelelahan, pucat dan muntah di wastafel, sementara istri saya mengisi mangkuk di toilet dengan obat pencahar.


Saya dilarikan ke rumah sakit, dimana mereka memberikan 3 morfin yang tidak bekerja meredakan sakit. Akhirnya mereka memberikan saya obat analgesik yang biasa digunakan untuk pasien kanker perut yang cukup membuat rasa sakitnya berkurang. Saat itulah dokter mengatakan bahwa saya punya batu ginjal dan harus dirawat di rumah sakit. Setelah saya dirawat di rumah sakit, batunya bergerak dan saluran kencing saya tidak lagi terhalang. Rasa sakitnya hilang dan saya pulang kembali ke rumah.




Akan tetapi saya mendapat kolik lagi ketika malam tahun baru. Batu sebesar 8 mm dihancurkan dengan gelombang ultrasonik, yang terasa seperti seseorang memukul-mukul ginjal saya dengan palu. Saya menerima 3000 tegangan, yang terakhir 750 pada intensitas tinggi. Belakangan saya tahu bahwa hanya 1 dari 10 pasien yang sanggup menerima gelombang ultrasonik pada intensitas tersebut, dan jarang sekali yang bisa menerima sampai ratusan tegangan. Batu sebesar 8 mm dipecah menjadi 6 bagian, yang kemudia mengantri di saluran kencing saya, mengakibatkan rintangan yang disebut "jalan".


Jalan tersebut harus dibuka dengan mendorong sebuah tabung metal ke penis saya melalui kandung kemih, ke dalam saluran kencing saya, dimana batu - batu penyebab batu ginjal dihancurkan dengan laser. Untuk mencegah efek samping salurah kencing saya hancur, saya menggunakan JJ stent (kawat dengan ikatan di ginjal dan kandung kemih) selama tiga minggu. Saya diberikan morfin untuk mengatasu rasa sakitnya. Jadi saya melalui itu semua selama tiga minggu sambil menjaga dua anak saya.


Pernah sekali saya berbicara kepada seorang wanita yang memiliki batu ginjal dan melahirkan anak kembar. Dia mengatakan bahwa lebih baik melahirkan anak kembar empat daripada harus melalui penderitaan kolik batu ginjal lainnya. Saya mengatakan kepadanya bahwa banyak orang yang bilang melahirkan jauh lebih sakit. Dia menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa tubuh mengeluarkan hormon pereda rasa nyeri yang menghilangkan rasa sakit ketika melahirkan (dan anda tahu rasa sakitnya memang akan berakhir), tapi rasa sakit karna baru ginjal bertahan lebih lama dan tidak ada yang bisa meredakannya.


Saya harap ini memberikan anda gambaran seperti apa rasanya sakit karena batu ginjal. Saya juga sudah melewati dua prosedur URS lainnya untuk menghilangkan batu-batu ginjal lainnya dan pengobatan dari URS kedua dengan JJ stent melukai saraf optik saya dan kornea mata saya yang sebelah kiri, jadi sekarang saya buta sebelah. Jadi kalau dokter memberikan resep obat yang akan meningkatkan tekanan mata anda, seperti VesiCare, pastikan anda tidak memiliki masalah dengan mata anda.


Demikian informasi mengenai penyakit batu ginjal yang terkadang tanpa disadari, siapapun bisa mengidapnya. Oleh karena itu sebaiknya sejak dini kita jaga pola hidup kita dengan mengonsumsi bahan makanan yang bernutrisi dan organik, sehingga organ tubuh kita terhindar dari bahaya endapan bahan kimiawi yang sewaktu-waktu bisa merenggut kesehatan jasmani kita.


Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang