Bagaimana penerapan ilmu ekonomi pada kesehatan?

Dilihat 484 • Ditanyakan 11 bulan lalu
2 Jawaban 2



Ekonomi merupakan ilmu mengenai distribusi sumber daya yaitu sebuah studi tentang cara yang efisien untuk mentransfer sumber daya dari satu tempat ke tempat lain, mengkonversi sumber daya yang efisien dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya, dan bagaimana efisiensi penggunaan sumber daya yang terbatas. Ekonomi adalah ilmu tentang perilaku manusia dalam skala besar, sebuah studi tentang apa yang terjadi di balik pengambilan keputusan (apa yang orang hargai/nilai dan bagaimana mereka membuat keputusan bedasarkan hal-hal yang mereka hargai/nilai tersebut), dan ilmu yang mempelajari bagaimana orang bertukar sumber daya, dan bagaimana mereka bereaksi terhadap kelangkaan dan kelimpahan.


Ilmu ekonomi adalah ilmu mengenai bagaimana individu atau masyarakat, dengan atau tanpa uang menggunakan sumberdaya yang terbatas dengan berbagai pilihan penggunaannya, untuk keperluan konsumsi saat ini atau dimasa mendatang. Ilmu ini mengkaji semua biaya dan manfaat dari perbaikan pola alokasi sumber daya yang ada.

Definisi ini tidak terbatas hanya pada kegiatan yang berkaitan dengan manusia saja, akan tetapi dapat diterapkan pada semua kegiatan yang menghadapi keterbatasan atau kelangkaan sumber daya sehingga pilihan harus ditentukan. Oleh karena itu sering dijelaskan bahwa ekonomi adalah suatu ilmu mengenai keterbatasan atau kelangkaan sumber daya dan penentuan pilihannya.


Sedangkan, Ilmu ekonomi kesehatan merupakan salah satu cabang dari ilmu ekonomi seperti halnya cabang ilmu ekonomi lainnya, contohnya ilmu ekonomi lingkungan, ilmu ekonomi kesejahteraan dan lain sebagainya. Ilmu ekonomi kesehatan adalah penerapan ilmu ekonomi dalam upaya kesehatan danfaktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Jadi hubungan ekonomi dan kesehatan adalah bahwa ekonomi kesehatan sebagai penerapan teori, konsep dan teknik ilmu ekonomi dalam sektor kesehatan.  

Nah sekarang, apa saja yang dimaksud sumber daya dalam ekonomi kesehatan? Dan bagaimana orang membuat pilihan-pilihan dalam hubungan ekonomi dan kesehatan tersebut? Mari kita lihat uraiannya di bawah ini:



Sumber Daya Ekonomi Kesehatan 


Yang mencakup sumber daya dalam ekonomi kesehatan yaitu:


  • Tenaga kerja (pekerja)

Sumber daya ini bisa menjadi sangat langka atau terlalu berlimpah. Dalam hal ini ekonomi berlaku bahwa perawatan kesehatan tidak dapat diberikan tanpa adanya pekerja. Tenaga kerja untuk perawatan medis hanya akan tersedia apabila diberi kompensasi pada tingkat dimana calon pekerja menganggapnya itu adil, dan hal itu akan tergantung pada hambatan yang harus mereka atasi dalam pekerjaannya di bidang kedokteran, seperti tingkatan stress dalam pekerjaan, jumlah jam yang terkait dengan pekerjaannya, dan juga banyak faktor lainnya. Jika biaya lebih murah, lebih mudah, atau tingkat stres lebih sedikit untuk menjadi seorang dokter, maka akan lebih banyak orang yang a kan bersedia untuk memasuki profesi tersebut dan bersedia untuk tingkat kompensasi yang lebih rendah. Namun jika lebih sulit, biaya lebih mahal dan tingkat stres lebih tinggi untuk menjadi seorang dokter, maka tingkat kompensasi yang diperlukan untuk menarik tenaga kerja di bidang ini akan lebih tinggi. Di samping itu, kelangkaan sumber daya ini menyebabkan naiknya harga tenaga kerja tersebut. 


  • Peralatan medis

Sumber daya ini tidak harus berasal dari sumber daya fisik semata (peralatan medis) itu sendiri, tetapi juga berasal dari tenaga intelektual dari orang-orang yang membuat peralatan medis tersebut. Persaingan berbagai bentuk peralatan akan mengurangi kelangkaan dan juga mendorong harga per unit turun dalam banyak kasus (tetapi tidak semua).


  • Farmasi/Obat-obatan

Segala sesuatu yang dapat dikelola, ditransfer, dikonversi, dan lain-lain, yang hasil akhirnya menghasilkan bidang farmasi/obat-obatan adalah sumber daya, termasuk perawatan kesehatan oleh para profesional. 




Pilihan Penggunaan Sumber Daya dalam Ekonomi Kesehatan


Seperti telah disebutkan di atas, Ilmu ekonomi adalah ilmu mengenai bagaimana individu atau masyarakat, dengan atau tanpa uang menggunakan sumberdaya yang terbatas dengan berbagai pilihan penggunaannya, untuk keperluan konsumsi saat ini atau dimasa mendatang. Dalam halnya dengan ekonomi kesehatan, orang akan membuat pilihan/ membuat keputusan baik atau buruk tentang kesehatan pribadi mereka tergantung pada keadaan eksternal dan internal. Contoh beberapa pilihan yang dibuat olah individu/masyarakat dalam hubungan ekonomi dan kesehatan:

  • Beberapa orang lebih memilih menikmati waktunya hanya untuk bersantai atau bermalasas-malasan dibandingkan menghargai dampak positif dari olahraga, banyak yang menyukai rasa asin/manis dan senang dengan harga murah per kalori dibandingkan mempersiapkan makanan sehat yang harganya sedikit lebih mahal per kalori.
  • Memilih mendapatkan perawatan atau tidak untuk suatu penyakit adalah sebuah pilihan – Pilihan tersebut mencakup berapa banyak nilai uang yang harus dikeluarkan, berapa lama waktu pemulihannya, bagaimana efek samping dari pengobatan tersebut, bagaimana menjaga rutinitas yang baik dalam hubungannya dengan penyakit tersebut, dan lain sebagainya. Karena untuk setiap penyakit (terutama penyakit kronis) berhubungan dengan masalah mobilitas, resiko kematian, dan lain-lain. Misalnya untuk seseorang dengan cedera lutut, jika biaya terlalu mahal untuk mendapatkan pergantian lutut dan manfaatnya tidak cukup baik (yaitu tidak cukup menambah mobilitas yang layak ) mungkin dia hanya memutuskan memakai tongkat penopang, karena itu adalah keputusan yang dianggap lebih baik.
  • Keputusan berapa banyaknya asuransi yang harus dimiliki juga sebuah pilihan. Sementara tarif untuk jenis dan tingkat cakupan dalam asuransi adalah masalah ilmu aktuaria, sedangkan keputusan yang diambil oleh orang-orang bersifat ekonomi. Berapa banyak yang mereka harapkan yang pada akhirnya asuransi tersebut akan digunakan, beberapa banyak resiko uang yang harus dikeluarkan jika mereka tidak perlu menggunakan asuransi tersebut, dan lain sebagainya.

Jadi tujuan dari studi ekonomi dalam hal ini (membuat pilihan) adalah untuk mengetahui bagaimana membuat kesehatan menjadi lebih berharga daripada hal-hal lain yang bisa menghabiskan waktu, uang dan energi mereka. 




Kebijakan dalam Ekonomi Kesehatan


  • Kebijakan Ekonomi Makro - Menelaah sektor ekonomi secara makro/menyeluruh (global) serta hubungannya secara timbal balik dengan sektor lain, menganalisa pengaruh kebijakan dan implementasi pembangunan sektor lain terhadap kesehatan. Contoh:
  1. Dampak krisis ekonomi terhadap kesehatan dan gizi
  2. Kecendrungan pembiayaan kesehatan dengan perkembangan ekonomi suatu negara
  3. Pengaruh kebijakan moneter dan fiskal terhadap kecukupan biaya kesehatan
  4. Peningkatan sektor transportasi dengan kematian akibat kecelakaan.
  5. Perlu atau tidak nya pajak, subsidi makanan , sumber daya atau perawatan kesehatan tertentu.
  6. Apakah perlu menaikkan tingkat pertanggungan asuransi tertentu atau membatasi tingkat cakupan tertentu
  7.  Apakah perlu membatasi atau menggalakkan pasokan tenaga kerja medis dan sumber daya lainnya.
  8. Berapa lama memberikan hak paten dalam bidang kesehatan

  • Kebijakan Ekonomi Mikro - Menelaah aspek produksi (supply), konsumsi (demand/utilisasi) dalam pelayanan kesehatan. Contoh:
  1. Menelaah biaya dari berbagai input program kesehatan seperti sarana gedung, alat kesehatan dan tenaga kesehatan.
  2. Analisis pembiayaan dari berbagai alternatif program yang dapat memberikan gambaran tentang efisiensi biaya, efektifitas biaya dan pemanfaatan biaya.
  3. Menelaah aspek pembiayaan secara keseluruhan contoh: sumber pembiayaan kesehatan dari pemerintah, swasta, berapa besarnya, kecendrungannya dan sistem mobilisasi pembiayaan kesehatan (asuransi, pajak dan lain sebagainya).
  4. Menelaah pola penggunaan pelayanan kesehatan dan diferensiasinya menurut fasilitas, strata pendidikan, perkotaan-pedesaan, kelompok umur, pekerjaan. Bagaimana pengaruh tarif, subsidi, asuransi, pendapatan terhadap pola konsumsi pelayanan kesehatan. 



Nah itulah uraian singkat mengenai penerapan ilmu ekonomi dalam kesehatan. Intinya, ekonomi kesehatan perlu dipelajari, karena terdapat hubungan antara kesehatan dan ekonomi. Kesehatan mempengaruhi kondisi ekonomi, dan sebaliknya ekonomi mempengaruhi kesehatan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.(Baca: Apakah pada akhirnya kita sendiri yang bertanggung jawab atas kesehatan kita?)


 

Terjawab 10 bulan lalu

ekonomi, dalam pemikiran saya adalah ganda. Pertama, adalah studi tentang distribusi sumber daya -- studi tentang cara yang efisien dalam mentransfer sumber daya dari satu tempat ke tempat lain, konversi sumber daya yang efisien dari bentuk satu ke bentuk lain, dan penggunaan sumber daya terbatas yang efisien. Kedua, adalah studi tentang perilaku manusia dalam skala besar-- studi tentang apa yang terjadi dibalik pengambilan keputusan (apa yang orang nilai, dan bagaimana mereka membuat keputusan berdasarkan apa yang mereka nilai), cara orang-orang bertukar sumber daya, dan bagaimana mereka bereaksi pada kelangkaan dan kelimpahan. 


Aspek "ilmu suram" jauh lebih sulit karena orang tidak selalu rasional dan sering berperilaku dalam cara-cara yang sangat tidak terduga. Buruh adalah sumber daya. Hal ini dapat menjadi sangat langka atau terlalu berlimpah. Ekonomi berlaku untuk perawatan kesehatan dalam pelayanan kesehatan tidak dapat diberikan tanpa pekerja. Tenaga kerja untuk perawatan medis hanya akan diberikan bila kompensasi pada tingkat yang calon buruh merasa adil, yang akan tergantung pada hambatan apa yang mereka harus atasi dalam rangka untuk memasuki bidang kedokteran, stres dan jam terkait dengan kerja, dan berbagai faktor lainnya. Jika lebih murah, lebih mudah, atau lebih sedikit stres untuk menjadi dokter, lebih banyak orang akan bersedia untuk memasuki profesi untuk tingkat yang lebih rendah dari kompensasi, tetapi jika lebih sulit, lebih mahal dan lebih stress maka tingkat kompensasi yang diperlukan untuk menarik tenaga kerja yang lebih tinggi. Kelangkaan menaikkan harga . 


Artifisial konstriksi pasokan tenaga kerja melalui berbagai cara mendorong naiknya harga tenaga kerja. Peralatan medis adalah sumber daya - dan sumber daya yang harus berasal tidak hanya dari sumber daya fisik, tetapi juga tenaga intelektual orang-orang yang membuat peralatan. Persaingan antara berbagai bentuk peralatan mengurangi kelangkaan dan mendorong harga per unit turun dalam banyak kasus (tetapi tidak semua). Farmasi adalah sumber daya. Segala sesuatu yang dapat diberikan adalah sumber daya, dan itu semua harus dikelola, ditransfer, dikonversi, dll dalam rangka bagi orang untuk mendapatkan hasil akhir - pengobatan kesehatan oleh para profesional. Tujuan dari studi ekonomi dalam hal itu mungkin untuk memaksimalkan metrik tertentu atau satu set metrik dengan mengorbankan orang-orang yang dianggap kurang penting. 


Untuk aspek manusia, itu sama dengan aspek manusia dalam setiap penelitian ekonomi lainnya. Orang akan membuat keputusan yang baik atau buruk tentang kesehatan pribadi mereka tergantung pada kondisi eksternal dan internal. Beberapa orang menilai waktu di sofa, asin / rasa manis dan harga murah per kalori lebih dari yang mereka nilai dampak positif dari latihan dan persiapan makanan sehat yang harganya sedikit lebih per kalori daripada kentang goreng. Memilih apakah dirawat atau tidak mendapatkan perawatan adalah pertukaran - apakah itu bernilai uang atau tidak, waktu pemulihan, efek samping, harus menjaga rutinitas, dll untuk mendapatkan sakit kronis, masalah mobilitas, risiko kematian, dll untuk seseorang dengan cedera lutut, jika biaya terlalu banyak untuk mendapatkan penggantian lutut dan manfaatnya tidak cukup baik (yaitu tidak menambah mobilitas cukup untuk menjadi layak) ia mungkin hanya memutuskan meraba-raba di dalam kruk adalah keputusan yang lebih baik.


Keputusan tentang berapa banyak asuransi untuk menanggung adalah pertukaran juga. Berapa banyak yang Anda harapkan untuk akhirnya menggunakannya, berapa banyak risiko membayar dari saku sebelum cakupan pengeluaran di dalam pertukaran untuk membayar lebih sedikit jika Anda tidak perlu menggunakannya, dan sebagainya. Sedangkan tarif untuk jenis cakupan dan tingkat adalah masalah ilmu aktuaria, keputusan oleh orang-orang adalah ekonomi. 


Tujuan dari studi ekonomi dalam hal itu adalah untuk mengetahui bagaimana membuat kesehatan lebih berharga daripada hal-hal lain orang bisa menghabiskan waktu, uang dan energi pada. Ada keputusan makro-ekonomi yang akan dibuat - apakah atau tidak untuk pajak atau subsidi makanan tertentu atau sumber daya atau kegiatan, apakah mandat tingkat tertentu asuransi atau membatasi tingkat tertentu cakupan, apakah untuk membatasi atau mendorong pasokan tenaga kerja medis dan sumber daya lainnya, berapa lama untuk memberikan hak paten, dan lain sebagainya. Ada banyak hal mikro-ekonomi yang terjadi akhir bahwa sampai pengaturan harga barang dan jasa. Beberapa negara telah membuat keputusan untuk mengambil semua pembayaran untuk jasa ke tangan mereka sendiri dan membayar mereka dengan pajak, sementara yang lain memilih untuk menjaga sistem sepenuhnya pribadi. Beberapa memilih untuk mandat tingkat cakupan  tertentu, orang lain telah memilih untuk tidak. 


Beberapa memilih untuk mandat bahwa semua perusahaan asuransi menagih semua pelanggan yang sama berdasarkan demografi, sementara yang lain memungkinkan perusahaan asuransi untuk biaya premi yang lebih tinggi untuk berbagai indikator berisiko tinggi dan perilaku (yaitu Anda gemuk dan memiliki kolesterol tinggi, tingkat asuransi Anda sangatlah tinggi -- dan tidak, itu bukan apa yang terjadi di Amerika). Salah satu aturan besar ekonomi adalah ini: Ekonomi 101 selalu berlaku selama ada sumber daya yang terbatas untuk didistribusikan dan orang-orang membuat keputusan berdasarkan apa yang mereka nilai. Untuk mengatakan itu tidak adalah tidak peduli apa makna ekonomi itu.


Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang