Bagaimana seseorang merawat/mencegah infeksi saluran kencing kambuh?

Dilihat 8,77 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Sebagai tambahan berguna yang dikirim dari "pengguna acak", berikut akan membantumu: escherichia coli  merupakan penyebab sampai dengan 95% semua infeksi saluran kencing. Staphylococcus Saprophyticus dan Proteus Mirabilis bukan penyebab yang umum. Ada bukti nanti akan dibahas penyebab gen manusia yang mengakibatkan pasien infeksi saluran kencing tidak kambuh lagi.

1.  Diabetes juga mejadi faktor pendukung.

2. Pada wanita: hubungan seks.

3. Uretritis atrofi dan vaginitis (paska menopause).

4. Ketidaknormalan saluran kencing (pembengkakan katerer, kandung kemih neuropatik, vesicoureteric refluks, saluran pembuangan yang terhambat, anomali anatomi).

5. Pembuangan kemih yang tidak sempurna, (disfungsi kencing). Kontrasepsi - diafragma, kondom pemati sperma.

6. Operasi saluran kemih. ketidakkebalan sistem imun, seperti, HIV, Penyakit kambuhan: dirawat dengan obat anti mikroba selama tiga hari dan akan berlajut jika simptom masih ada.

Infeksi ulang: rawat tiap infeksi dengan anti mikroba selama 7 hari dan perimbangkan prophylaxis (tiga terjadi tiga kali dalam setahun). Prophylaxis: jika terkait dengan hubungan seks maka pertimbangkan antibiotik 3 kali per minggu, kurang lebih sampai lima tahun. Pertimbangkan juga jus cranberi.

Namun, penelitian di Amerika menemukan perbedaan dalam populasi umur kuliah. Ada bukti kalau oestrogens vagina tertentu akan membantu wanita paska menopause. Terkait hubungan seks: ubah metode kontrasepsi jika diafragma atau kondom pemati sperma sedang digunakan. Sarankan menggunakan pelumas. Jika pasien mengalami 3 kali infeksi saluran kencing dalam setahun sarankan antibiotik penangkal diminum kurang dari 2 jam setelah hubungan seks. Jika itu gagal, budaya dan sensitivtas serta ganti antibiotik.

Jika tiga cara diatas gagal. Penelitian infeksi saluran kencing pada wanita muda menemukan: mengkonsumsi amoxicillin digunakan pertama kali daripada trimethoprim sebelum obat berikut.

Tidak ada perbedaan signifikan antara tingkat gagal trimethoprim,nitrofurantoin, norfloxacin, ciprofloxacin, atau cephalosporins. Perawatan tiga hari sama efektifnya seperti perawatan 5-7 hari.

Perawatan dosis rendah dalam jangka waktu lama dibutuhkan pada pasien untuk mencegah kambuhnya infeksi; indikasi termasuk pelepasan berulang dan kerusakan ginjal signifikan. Trimethoprim, nitrofurantoin dan cefalexin direkomendasikan untuk jangka waktu lama.

1. Zaffanello M, Malerba G, Cataldi L, et al; Genetic risk for recurrent urinary tract infections in humans: a systematic. J Biomed Biotechnol. 2010;2010:321082. Epub 2010 Mar 30. [abstrak].

2. Gorter KJ, Hak E, Zuithoff NP, et al; Risk of recurrent acute lower urinary tract infections and prescription pattern Fam Pract. 2010 Aug;27(4):379-85. Epub 2010 May 12. [abstrak].

3. Scholes D, Hooton TM, Roberts PL, et al; Risk factors for recurrent urinary tract infection in young women. J Infect Dis. 2000 Oct;182(4):1177-82. Epub 2000 Aug 31. [abstrak].

4. Scholes D, Hooton TM, Roberts PL, et al; Risk factors associated with acute pyelonephritis in healthy women. Ann Intern Med. 2005 Jan 4;142(1):20-7. [abstrak]

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang