Bagaimana situasi industri perfilman di Indonesia?

Dilihat 1,9 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1



Industri perfilman Indonesia pada sepuluh tahun terakhir ini mulai bangkit kembali dengan ditandai hadirnya film-film baru.Sebelumnya, film-film Indonesia tidak mendapatkan tempat di hati penontonnya, tergilas dengan film-film Hollywood yang masuk ke Indonesia. 


Sekarang, didorong oleh teknologi-teknologi digital, berkembang banyak komunitas film indie yang kemudian menghasilkan banyak filmmaker, yang menghidupkan kembali industri film Indonesia.


Perfilman Indonesia kini makin gencar mencari tempat di hati penonton negerinya sendiri. Hal ini terbukti dengan meningkatnya produksi film, yaitu meningkatnya frekuensi kemunculan film-film baru. Sebenarnya banyak film Indonesia yang memiliki kualitas setara dengan film-film dari luar negeri. Namun, hal itu di Indonesia ternyata bukan merupakan jaminan kesuksesan sebuah film. Banyak (film) yang memiliki value baik, aktor aktris bagus, tapi terrnyata tidak banyak penonton. Malah sekarang ini seperti telah menjadi stigma bahwa film yang bagus di Indonesia akan minim penonton.


Nah, jadi bagaimana sebenarnya industri perfilman di Indonesia saat ini? Sebagai penggemar film-film Indonesia, berikut saya akan mengulas situasi industri pertelevisian dan perfilman di Indonesia menurut pandangan saya pribadi. Yuk, simak sampai tuntas.



Industri Film Indonesia



Ini memang hanya pandangan dari pihak ketiga, tetapi menurut saya inilah situasi pertelevisian dan perfilman Indonesia sekarang ini:


  • Banyak artis/seniman Indonesia yang berbakat, akan tetapi mereka terlalu ingin mendapatkan keuntungan yang cepat, jadi banyak acara TV di Indonesia, cuma mengadaptasi (baca: plagiat) dari acara-acara TV negara lain, sepeti Amerika, Inggris ataupun Korea, contohnya:


  1. Drama seri Amerika, Lost diadaptasi menjadi serial TV Masalembo
  2. Komedi Situasi Inggris, Mind Your Language diadaptasi menjadi komedi situasi yang berjudul Kelas Internasional.
  3. Serial drama Korea Selatan, My Love From The Stars, diadaptasi menjadi sinetron yang berjudul Kau Yang Berasal Dari Bintang
  4. Serial drama komedi musical Amerika, Glee -walaupun ini hanya asumsi saya- diadaptasi menjadi Stereo.
  5. Serial Amerika, Teen Werewolf diadaptasi menjadi sinetron Ganteng-Ganteng Serigala 

  • Dari apa yang saya amati, biaya produksi serial-serial TV cukup rendah, sehingga aktor yang sama terlihat di hampir disetiap acara TV lainnya dan banyak acara TV yang memiliki bintang tamu yang sama.


  • Di lain sisi terdapat beberapa pengecualian, ada beberapa acara TV yang sangat bagus dan sangat tidak konvensional. Contohnya, Malam Minggu Miko. Serial tersebut adalah adalah serial di Youtube yang menjadi cukup populer saat ditayangkan di TV. Dari semua acara TV yang saya tonton di Indonesia, serial TV ini adalah salah satu serial TV terbaik pada umumnya. Bahkan serial tersebut telah dibuat film layar lebarnya dan menjadi salah satu film Indonesia terbaik.


  • Biaya produksi yang rendah sepertinya juga mempengaruhi industri film Indonesia. Namun begitu tidak bisa dipungkiri meskipun biaya produksi tidak selalu tinggi, ada beberapa film Indonesia terbaik yang harus ditonton seperti Laskar Pelangi 1 & 2, film-film komedi yang dibintangi oleh Raditya Dika yaitu film Marmut Merah Jambu, Manusia Setengah Salmon dan beberapa judul lainnya. Ada juga film romantis seperti Perahu Kertas yang layak untuk ditonton. Serta ada juga film aksi Indonesia yang cukup bagus, yaitu The Raid dan Merantau. (Baca: Bagaimana caranya menonton streaming movie secara gratis di iPad?)



 

  • Masalah utama lainnya yang saya temukan dalam film Indonesia adalah, mereka tidak memasarkannya diluar Indonesia dan sangat sulit untuk menontonnya baik menonton secara online atau offline, baik legal maupun ilegal. Teman saya yang berada di Luar Negeri mencoba untuk membeli dvd/vcd beberapa film Indonesia, yaitu Malam Minggu Miko, Laskar Pelangi 2, The Raid dan Merantau, namun tidak menemukannya. Jadi, pendistribusian adalah masalah besar, padahal pendistribusian/memasarkan film-film tersebut di luar Indonesia sangat penting, hal ini untuk mengenalkan Indonesia di mata dunia, sehingga mereka tahu bahwa film-film Indonesia banyak yang memiliki kualitas setara dengan film-film dari luar negeri.


  • Hal lainnya mengenai film Indonesia adalah, bahwa anda akan melihat banyak aktor-aktor yang buruk pada layar kaca, dimana mereka mengandalkan aksi konyol sehingga terlihat bodoh terutama untuk film-film komedi atau film horor , mungkin anda akan bingung sebenarnya apa yang diceritakan dalam film tersebut di akhir cerita. 






Nah, itulah situasi industri pertelevisian dan perfilman di Indonesia sekarang ini menurut pendapat saya pribadi. Dapat disimpulkan bahwa film tidak hanya penting untuk sekedar hiburan belaka. Industri perfilman bisa menjadi lahan potensial dalam memajukan bangsa baik dalam segi perekonomian, ilmu pengetahuan, dan bahkan menjadi salah satu medium untuk melestarikan budaya Indonesia. 


Dukung terus perfilman Indonesia! (Baca: Apa film action yang paling bagus yang pernah ada?)


Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang