Bagaimana cara menghilangkan rasa nyeri di perut selama masa menstruasi?

Dilihat 3,84 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Apa yang kamu rasakan saat mengalami menstruasi atau haid? Hampir 90% wanita merasakan sakit di perut bagian bawah mereka, sebagian orang menyebutnya kram, dan sebagian lainnya lebih familiar dengan kata 'dilep'. 


Sebenarnya apa yang terjadi saat seseorang mengalami haid? Kenapa banyak wanita yang mengeluhkan sakit perut yang amat sangat saat dirinya haid dan merasa sangat lemas? Bahkan, tak sedikit wanita yang sampai-sampai tidak bisa menjalankan aktivitasnya karena tidak tahu bagaimana cara mengatasi nyeri haid tersebut. 


Umumnya periode menstruasi atau haid pada wanita berlangsung 3-7 hari. Periode menstruasi ini disebut juga dengan siklus menstruasi yang datang sebulan sekali, pada tanggal-tanggal yang biasanya selalu teratur setiap bulannya. 


Jika seorang wanita mengalami siklus haid yang teratur, maka hal tersebut merupakan salah satu pertanda bahwa organ-organ penting di dalam tubuhnya (seperti ovarium) bekerja secara normal.


Namun, banyak juga wanita yang mengalami siklus menstruasi yang tidak normal dan hal ini kerap disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kram perut tersebut.


Di bawah ini saya akan membahas mengenai nyeri haid, penyebab, dan cara mengatasinya. Mari simak penjelasannya!


Nyeri haid


Apa Itu Nyeri Haid?


Nyeri haid atau dismenorea adalah kram otot yang dirasakan pada perut bagian bawah yang muncul sebelum atau ketika mengalami menstruasi. Rasa nyeri ini ditandai dengan gejala nyeri pada perut bagian bawah yang dimulai satu atau dua hari sebelum waktu menstruasi, terkadang rasa nyeri itu bisa dirasakan di pinggul dan bisa menyebar sampai ke punggung bagian bawah dan paha. 


Rasa nyeri pada perut bagian bawah ini dibarengi dengan beberapa gejala yang lainnya, seperti mual kadang-kadang sampai muntah, lekas marah, diare, pusing, dan perasaan mau pingsan.


Kram pada perut saat haid juga bisa disebabkan oleh kontraksi otot perut ketika mengeluarkan darah dari dalam rahim. Sebagaimana kontraksi otot pada bagian tubuh yang lain, otot rahim yang telah bekerja sangat intens ini pun akan mengalami ketegangan (kram). 


Sebenarnya rasa kram pada perut ini wajar dan merupakan kondisi yang normal, selama rasa sakit itu tidak mengganggu aktivitas sehari-hari atau bahkan sampai membuat anda pingsan. 


Siklus menstruasi yang dialami wanita biasanya terjadi selama 3-7 hari, namun tidak jarang wanita yang menjalaninya selama lebih dari 7 hari. Jika wanita mengalami siklus haid di rentang waktu tersebut, siklus haidnya masih dikatakan normal. Banyak orang yang bertanya-tanya, mengapa siklus haid bisa terjadi secara teratur pada wanita? 


Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa siklus menstruasi mirip dengan siklus lunar, namun hal ini masih menjadi misteri. Dalam dunia medis, siklus menstruasi yang rutin terjadi pada manusia sangat berpengaruh pada berapa lama perjalanan sel telur menuju rahim yang biasanya terjadi dalam rentang waktu 28-30 hari. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jika sel telur tidak kunjung dibuahi oleh sperma, sel telur yang menempel akan meluruh diikuti dengan meluruhnya pembuluh darah pada rahim. 


Siklus menstruasi akan berhenti saat menopause dan pasti akan terjadi pada wanita yang sudah matang, dan 'matang' di sini tidak bisa kita pastikan umurnya, karena pasti akan berebeda pada setiap individu. 


Siklus menstruasi



Jenis-jenis Nyeri Haid


Berbicara tentang nyeri perut saat haid, ada dua jenis nyeri haid (dismonerea) yaitu dismenorea primer dan dismenorea sekunder. 


Berikut adalah penjelasan tentang keduanya:


1. Dismonerea primer


Dismonerea primer merupakan nama lain dari kram pada perut saat menstruasi terjadi. Kram perut biasanya terjadi pada satu atau dua hari sebelum wanita mendapatkan menstruasi. Dismonerea primer terjadi pada saat menstruasi biasa atau nyeri ketika wanita memasuki siklus haid tertentu. Nyeri biasanya terasa di perut bagian bawah atau punggung. Nyeri haid jenis ini bisa dibilang sebagai nyeri haid yang umum terjadi.

 

2. Dismonerea sekunder


Dismonerea sekunder adalah nyeri yang disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi wanita. Kram ini biasanya mulai lebih awal dalam siklus menstruasi dan berlangsung lebih lama dari kram menstruasi pada umumnya. Nyeri yang muncul pada dismonerea sekunder disebabkan oleh adanya penyakit lain, seperti endometriosis, fibroid uterin, adenomyosis uterin, dan pelvis kronis. 



Apa yang Menyebabkan Kram Perut?


Kram perut saat menstruasi terasa sangat menyiksa karena perut terasa diremas-remas dan melilit, bahkan sampai keluar keringat dingin. Ada juga yang merasa sakit atau sensasi seperti ada yang menusuk pada bagian bawah perut yang terkadang menyebar ke daerah punggung dan paha. 


Penyebab kram perut saat menstruasi ada beberapa, seperti:


  • Endometriosis

Merupakan kondisi ketika endometrium tumbuh di luar rahim, yang seharusnya tumbuh di dalam rahim. Jaringan endometrium yang letak seharusnya di luar rahim ini menyebabkan perut menjadi kram saat menstruasi.


  • Fibroid Uterus

Penyebab kram perut ini merupakan sejenis tumor jinak dan bila terus tumbuh di dinding rahim bisa mengakibatkan kram pada saat menstruasi.


Cara mengatasi nyeri haid


  • Adenimiosis

Adenimiosis mirip dengan endometriosis, di mana sel-sel rahim tumbuh di luar otot rahim. Jaringan lapisan dinding rahim yang terkikis tiap menstruasi mulai tumbuh ke lapisan bagian luar atau dinding otot rahim. Adenimiosis ditandai dengan gejala kram yang sangat menyakitkan pada bagian perut.


  • Penyakit Radang Panggul

Merupakan kondisi ketika bakteri telah menginfeksi rahim, tuba falopi, dan ovarium. Sehingga mengakibatkan terjadinya pembengkakan dan iritasi yang parah. Penyakit ini merupakan peradangan yang ditimbulkan oleh bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual, jika terjadi peradangan pada panggul dapat menyebabkan pemicu terjadinya kram perut yang sangat menyakitkan pada saat menstruasi.


  • Mulut Rahim yang Sempit

Sebagian wanita memiliki mulut rahim yang cukup sempit. Mulut rahim yang tidak terbuka lebar ini dapat menghalangi keluarnya darah saat menstruasi. kondisi ini menyebabkan peningkatan tekanan pada rahim dan rasa sakit yang juga menyebabkan kram perut pada saat menstruasi.


Cara mengatasi kram perut


Cara Mengatasi Nyeri Haid


Bagaimana supaya anda tidak sakit perut saat menjalani siklus menstruasi? Bagi anda yang sering mengalami dilep atau kram perut adalah beberapa cara mengatasi nyeri haid yang cukup mudah, seperti:


  • Menggunakan kompres panas 

Dengan meletakkan bantalan pemanas pada perut atau pinggang, bisa juga dengan handuk yang diberi air panas. Hal ini bisa membuat rileks perut dan pinggang anda.


  • Berolahraga secara teratur 

Melakukan olahraga bisa membantu mengurangi rasa nyeri pada saat menstruasi, seperti berenang, bersepeda, dan berjalan-jalan. Saat olahraga tubuh mengeluarkan hormon endorphin, yaitu zat yang berfungsi sebagai painkiller dan peningkat mood secara alami. Berolahraga juga bisa membantu melancarkan peredaran darah ke organ reproduktif, melepaskan stress, dan sebagai relaksasi tubuh.


  • Makan makanan yang sesuai 

Makanan yang bisa mencegah anda terkena kram perut saat menstruasi adalah makanan yang memiliki kadar lemak yang rendah dan makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran hijau, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan. Hindarilah makanan berlemak seperti gorengan juga berbagai macam makanan cepat saji.


  • Konsumsi multivitamin 

Konsumsi multivitamin yang terdiri dari vitamin B-6, vitamin B-1, vitamin E, kalsium, asam lemak omega-3, kalsium, dan magnesium. Mengkonsumsi asupan vitamin tersebut bisa mengurangi hormon yang menyebabkan kram otot atau bisa membantu meringankan ketegangan otot dan peradangan pada perut saat menstruasi.


  • Banyak minum air 

Tubuh akan kehilangan banyak zat besi saat terjadi menstrasi karena darah kotor banya keluar. Untuk mencegah kita terkena dehidrasi dan tubuh menjadi lemas, kita bisa membantu menyeimbangkannya dengan meminum banyak air putih. 


  • Mandi air hangat 

Cara mengatasi nyeri haid yang paling nyaman memang mandi air hangat dengan ditambahkan minyak aroma terapi sambil mendengarkan musik. Cara ini bisa membantu mengurangi rasa sakit karena anda merangsang tubuh agar tetap rileks sehingga secara tidak langsung bisa mengurangi rasa sakit perut saat haid.


  • Mimijat perut dengan ringan 

Memijat lembut perut bagian bawah dengan gerakan memutar bisa membantu meredakan sakit yang muncul. Anda juga bisa melakukan pijatan beberapa hari sebelum haid tiba.


  • Mengonsumsi obat 

Obat-obatan pereda sakit dapat dikonsumsi untuk membantu meredakan gejala yang muncul. Biasanya berbagai obat pereda rasa sakit saat datang bulan bisa dengan mudah anda dapatkan di apotek terdekat, seperti feminax.


-


Itulah penyebab kram perut dan cara mengatasi nyeri haid yang bisa anda lakukan di rumah. Jika anda sudah melakukan cara di atas namun nyeri haid masih anda rasakan, sebaiknya kunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan dan untuk mendapatkan obat yang lebih tepat.

 

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang