Bagaimana tukang gadai melakukan verifikasi untuk barang yang digadaikan bukan hasil curian?

Dilihat 9 rb • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Dulu saya juga sering bertanya - tanya mengenai hal ini. Terutama karena cara pegadaian menjalankan bisnisnya cukup berbeda dengan bank yang biasanya memiliki persyaratan lebih rumit dan waktu pencairan yang lebih lama. Sementara itu di pegadaian dana dapat cair hanya dalam waktu 15 menit saja. Untuk menjalankan model bisnis yang demikian, pegadaian punya cara sendiri untuk mencegah adanya barang curian yang masuk ke gudang mereka. Mari kita lihat cara pegadaian melakukan hal tersebut.


Cara Pegadaian Melakukan Verifikasi Barang

Teman saya bekerja di pegadaian dan dia mengatakan bahwa pegadaian memiliki bagian hukum. Ada banyak pegadaian yang telah di upgrade dengan lebih banyak tampilan retail. Anda hanya perlu masuk ke sebuah pegadaian untuk melihatnya sendiri.


cara menggadaikan barang


Sebagai sebuah badan usaha yang memberikan penyaluran kredit kepada masyarakat dengan jaminan barang yang mereka bawa, sebenarnya memang merupakan hal yang penting bagi pegadaian untuk dapat membedakan apakah barang yang dibawa adalah benar milik nasabah atau merupakan barang curian, terlebih karena barang yang dapat digadaikan di pegadaian sangat bervairasi. Sayangnya, tidak ada cara bagi pegadaian untuk memastikan bahwa barang yang digadaikan adalah barang curian. Tapi pegadaian sebagai operator bisnis yang sangat etis, selalu berusaha sebaik - baiknya untuk menyaring barang - barang yang diduga merupakan barang curian dan mencegah barang - barang tersebut masuk ke pegadaian.


usaha pegadaian

Pegadaian melakukannya dengan memberikan pertanyaan kepada nasabah mengenai barang yang digadaikan. Misalnya, jika seorang nasabah datang dengan gitar akustik deluxe merk Gibson, mereka akan meminta si nasabah untuk memainkan sesuatu. Jika nasabah tersebut tidak bisa memainkan sebuah lagu, maka kemungkinan gitar itu bukan milik mereka. Contoh lainnya : Seorang pemuda Ambon berusia 22 tahun datang dengan sebuah iPhone tanpa charger. Pegawai pegadaian melihat iPhone tersebut dan menemukan gambar keluarga Sunda di dalamnya dan iPhone tersebut didaftarkan atas seorang wanita bernama Sutinah, maka sudah jelas bahwa iPhone itu bukan milik si pemuda. Selain itu, jika nasabah mengatakan, "Hey, saya mau menjual ini di luar catatan" maka orang pegadaian akan mengatakan kepada nasabah tersebut untuk pergi dan mungkin akan memanggil polisi. Di Amerika, banyak negara bagian yang menyuruh usaha pegadaian untuk melaporkan segala barang yang mereka terima ke dalam database polisi.


Pengecekan Barang Curian di Pegadaian


sistem pegadaian di Indonesia


Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pihak pegadaian untuk mengecek apakah barang yang dibawa ke pegadaian merupakan barang curian atau bukan.

  • Laporan ke polisi: Petugas pegadaian menelepon ke polisi dan bertanya apakah seseorang melaporkan kehilangan barang yang sama dengan barang yang akan mereka terima. Jika jawabannya adalah ya, maka mereka akan mencocokan model, nomor seri, dan deskripsi barang. 
  • Tingkah laku nasabah. Jika orang yang membawa barang untuk dijaninkan tidak dapat menjelaskan darimana mereka mendapatkan barang tersebut, atau tidak mengetahui apapun mengenai barang yang dia bawa, hal tersebut merupakan suatu pertanda bahwa mereka bukan pemilik yang sah dari barang yang dipertanyakan.
  • Tanda kerusakan. Situasi lain yang mungkin terjadi adalah jika terlihat tanda - tanda bahwa barang yang dibawa oleh nasabah baru saja disobek atau dihilangkan nomor serinya. Tapi hal ini jarang terjadi.

Pegadaian tidak akan mau menerima barang curian karena hal tersebut akan merugikan bagi kami ketika polisi menyitanya dan kami juga mungkin harus mengeluarkan biaya untuk pengadilan jika kami ingin mendapatkan kembali barang tersebut. Mereka pasti berusaha sebaik mungkin untuk memastikan bahwa barang yang dibawa ke pegadaian memang milik nasabah yang datang. Secara statistik, kurang dari 10% barang di pegadaian disita karena merupakan barang curian. Angka ini sangat rendah. 


Jika seorang penjahat berusaha menjual barang curian ke pegadaian, mereka adalah orang bodoh karena mereka akan tertangkap. Hal itu sama saja seperti mengangkat tangan sambil berkata, "Saya melakukannya". Polisi akan melihat barang yang dibawa dan pegadaian akan memberikan copy id nasabah, rekaman video nasabah saat berada di pegadaian, dan di beberapa kota, mereka mungkin akan mendapatkan sidik jari nasabah jika terdapat peraturan bahwa nasabah yang ingin menggadaikan barangnya harus memberikan sidik jari. Faktanya adalah, para penjahat biasanya menjual barang hasil curiannya secara online, melakukan pertemuan di tempat parkir, hotel, penawaran di gang belakarang, dan lain sebagainya. Meski demikian, saya tidak yakin bahwa pegadaian online dapat menjalankan langkah - langkah verifikasi yang sama untuk mencegah penerimaan barang curian sebagai jaminan pemberian dana. Tapi tentu saja hal ini hanya ada di luar negeri.


Jadi sekalipun pegadaian tidak dapat memastikan apakah barang yang dibawa ke pegadaian adalah barang curian atau bukan, mereka memiliki cara - cara yang dapat digunakan untuk meminimalisir masuknya barang curian ke dalam gudang mereka. 


Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang