Benarkah wajah bisa berubah saat pubertas?

Dilihat 18,5 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1



Pubertas atau sering kita menyebutnya dengan masa puber merupakan suatu tanda seorang anak sudh mulai memasuki usia remaja. Tak dapat dipungkiri masa-masa remaja merupakan masa yang paling indah. Pergaulan mulai meluas, rasa ingin tahu mulai membesar, penampilan mulai diperhatikan dan masih banyak hal lainnya yang terasa berubah.


Perubahan fisik pada masa pubertas merupakan hal yang paling mencolok ketika anak mulai menginjak remaja. Puber terjadi karena adanya perubahan hormon di dalam tubuh, sehingga tidak heran jika tubuh akan mengalami perubahan-perubahan baik secara fisik maupun emosional. 


Perlu diketahui, bahwa usia pubertas seorang anak berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain, ada anak yang memasuki usia pubertas lebih awal namun ada juga yang lambat. Perubahan fisik pada masa pubertas juga berbeda antara anak laki-laki dengan anak perempuan. 


Oleh karenanya, sebagai orang tua hendaknya mengenali ciri-ciri pubertas pada anak dan memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuhnya, sehingga orang tua dapat mendukung dan tentunya mengawasi pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa remaja ini. 

Apa saja sih perubahan-perubahan yang terjadi pada saat pubertas? Bagaimana mengenalinya? Nah, untuk lebih jelasnya, simak yuk uraian di bawah ini…



Perubahan Fisik Pada Saat Pubertas






Seperti yang telah dijelaskan, usia terjadinya pubertas pada seorang anak berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. 


Ada yang terjadi saat berusia 13 tahun namun ada juga yang baru mengalaminya saat berusia 16 tahun. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi usia pubertas seseorang, seperti makanan yang diasup, faktor lingkungan, faktor keluarga, faktor genetik, psikologis, faktor penyakit maupun keadaan sosial dan ekonomi.


Pada anak perempuan, perubahan fisik pubertas dimulai pada usia sekitar 10 atau 11 tahun. Sebagian besar memperlihatkan beberapa tanda perkembangan di usia 13 tahun dan cenderung tak ada perubahan selanjutnya setelah usia 16 tahun. 


Pada anak laki-laki, perubahan fisik pubertas dimulai lebih lambat daripada anak perempuan, sekitar usia 12 atau 13 tahun. Sebagian besar menunjukkan tanda perkembangan di usia 14 tahun, dan menyelesaikan seluruh pertumbuhan pubertas di usia 17 atau 18 tahun. Namun, hal ini bukanlah rumus baku, semua tergantung dengan kondisi masing-masing anak.


Saat anak perempuan dan laki-laki memasuki masa pubertas terjadi perubahan hormon yang merangsang pertumbuhan fisik, perubahan tingkah laku dan perkembangan organ seksual. 


Apa saja ciri-ciri pubertas yang dapat dikenali secara fisik?



Perubahan pada anak laki-laki:


  • Jakun mulai tumbuh.
  • Pembesaran pada organ kemaluan (ukuran testis dan penis membesar)
  • Tanda pematangan seksual anak laki-laki adalah terjadinya ejakulasi untuk pertama kalinya. Perubahan utama ditandai dengan diproduksinya sel sperma oleh testis. Walaupun seorang anak mampu ereksi sejak kecil, namun anak laki-laki hanya menghasilkan sperma saat hormon testosteron mulai bersirkulasi dalam tubuh mereka. Ejakulasi biasanya ditandai dengan terjadinya mimpi basah. 
  • Mulai mengalami mimpi basah (nocturnal orgasm)
  • Dada tampak lebih berbidang 
  • Pertumbuhan rambut pada wajah, dimulai dari rambut halus tipis menjadi lebih kasar. 
  • Kumis atau jenggot akan tumbuh pada beberapa anak. 
  • Pertumbuhan rambut pada bagian tubuh tertentu, seperti pada daerah kemaluan, ketiak atau dapat juga di daerah dada dan perut 
  • Perubahan pada suara menjadi lebih besar dan berat. Hal ini terjadi karena testosteron menyebabkan tulang rawan dalam kotak suara tumbuh lebih besar dan lebih tebal, yang menjadikan pita suara memanjang dan menebal dan pita suara bergetar di frekuensi yang lebih rendah sehingga suara menjadi lebih dalam.
  • Mulai muncul jerawat 
  • Hormon seks semakin matang 
  • Massa otot bertambah secara signifikan dan lebih besar. Bahu tambah melebar dan otot-otot berisi.
  • Secara fisik biasanya anak laki-laki memiliki tubuh yang lebih tinggi,lebih berat, dan kuat daripada anak perempuan 




Perubahan pada anak perempuan:


  • Payudara mulai tumbuh membesar. Puting payudara mulai muncul. Daerah di sekitar puting membesar dengan sejumlah kecil jaringan payudara di dalamnya 
  • Perubahan utama terjadi ketika sel telur mulai diproduksi oleh ovarium (indung telur). Perubahan ini ditandai dengan datangnya masa haid (menstruasi).
  • Biasanya seorang anak perempuan memiliki suasana hati yang berubah-ubah dan perasaan yang lebih sensitif dibandingkan anak laki-laki 
  • Pinggul mulai membesar dan melebar 
  • Tumbuhnya rambut pada daerah kemaluan maupun ketiak 
  • Tubuh mulai membangun lemak, terutama di dada, sekitar pinggul dan paha.
  • Tubuh mulai membesar, terutama pada lengan, paha, tangan, dan kaki.
  • Pertumbuhan tinggi badan.
  • Rambut dan kulit mulai berminyak, yang dapat menimbulkan jerawat. Jerawat disebabkan oleh perubahan kadar hormonal dalam tubuh.  


Itulah ciri-ciri pubertas yang secara fisik terjadi pada anak laki-laki dan anak perempuan. Terkadang masa puber membawa perubahan besar bagi banyak orang. Ketika sebelumnya seorang anak tidak begitu memperhatikan tampilan secara fisik, namun masa-masa puber dapat membuat seseorang menjadi lebih peka akan tampilan fisiknya, terutama wajah. 


Sebenarnya pubertas tidak merubah bentuk wajah secara signifikan, namun dapat membuat wajah terlihat berbeda karena jerawat dan bulu-bulu halus mulai tumbuh serta kadar minyak mulai bertambah di wajah, hal itulah yang kadang menjadi perangsang bagi seorang anak untuk mulai melakukan perawatan diri. 


Timbul kesadaran untuk merawat bahkan mempercantik wajah, jika perawatan dilakukan secara rutin, maka tidak menutup kemungkinan bentuk wajah terlihat ‘berubah’ menjadi lebih cantik atau tampan.  





Pada masa puber seorang anak berada dalam masa rawan. Rasa keingintahuan mereka membesar, agresif, dan pergaulan mulai meluas. Mereka selalu mencoba mencari tahu tentang banyak hal. 


Oleh karenanya, bagi orang tua yang memiliki anak yang memasuki masa puber hendaknya lebih memperhatikan, mendampingi serta mengawasi. Peran yang dimainkan sebaiknya tidak hanya menjadi orang tua semata, namun dapat menjadi sahabat dan teman bicara yang baik bagi sang anak


Demikianlah informasi yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat untuk kita semua! Satu hal yang tidak kalah penting, awasi dengan siapa anak Anda bergaul ya, karena pergaulan merupakan hal yang sangat signifikan dalam masa ini. Semoga berhasil!


Terjawab sekitar 3 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang