Bahasa Korea : Kapan, bagaimana dan kenapa karakter China mengalami penurunan di Korea?

Dilihat 77,5 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

korea dan cina


Korea Utara dan Korea Selatan memiliki banyak perbedaan, termasuk Hangeul. Hangeul merupakan huruf atau abjad yang digunakan dalam kosakata bahasa Korea. Dari 6000 bahasa yang dituturkan di dunia saat ini, hanya 100 bahasa yang memiliki aksara mereka sendiri, salah satunya adalah Bahasa Korea yang menggunakan sistem penulisan Hangeul. Hangeul adalah satu-satunya aksara yang diciptakan oleh seorang individu berdasarkan teori dan maksud yang telah direncanakan dengan baik. Dulunya bahasa Korea mengajarkan Hangeul dengan baik. 


China memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap huruf di Korea.Tulisan China yang disebut hanzi dalam bahasa China, kanji dalam bahasa Jepang, dan hanja dalam bahasa Korea ini karakternya juga ditemukan di huruf bahasa Jepang, hiragana atau katakana.


Tapi, suatu hari, kenapa karakter China yang digunakan di Korea mengalami penurunan? Simak terus, ya!


Bagaimana Sejarah Hangeul?

Pada masa dinasti Sejong, ia mempublikasikan Hunminjeongeum (훈민정음;訓民正音; aka Hangeul)  pada tanggal 9 Oktober 1446 untuk mengajarkan membaca dan menulis kepada para penduduknya, tapi sayap konservatif dari pada penganut Confusian menetang adanya skrip baru dengan berdasar pada ideologi agar dapat tetap menyatu secara kebudayaan dengan Cina dengan menggunakan skrip yang sama. Mereka khawatir bahwa mereka akan terisolasi secara internasional dengan adanya skrip yang jauh berbeda. Namun begitu, beberapa dokumen yang menggunakan tulisan Hangeul mulai digunakan, tapi dokumen resmi tetap menggunakan tulisan Cina (yang saat ini hanja)      

                         

Tulisan Hangeul semakin umum digunakan, yang kadang dikombinasikan dengan tulisan hanja. Buku yang ditulis dengan menggunakan Hangeul sepenuhnya juga mulai diterbitkan. Ketika itu, bahkan dokumen resmi sudah mulai menggunakan kombinasi dari tulisan Hangeul dan Hanja. Harap diingat bahwa penggunaan Hangeul terbatas pada tanda baca, kata sambung, dsb. Sementara kata - kata utama masih ditulis dengan Hanja.


Di Masa Kependudukan Jepang


persamaan budaya korea dan cina


Bahasa Jepang menjadi bahasa resmi adn diajarkan di sekolah. Tapi bahasa korea masih diajarkan di sekolah sampai tahun 1930an, sebelum dimulaikan kebijakan untuk menghapuskan identitas Korea di tahun 1931. Hal yang menarik adalah bahwa Komunitas Bahasa Korea didirikan di tahun 1908 dan sistem pengejaan korea ditemukan di tahun 1933, berkaitan dengan pengembangan Bahasa Korea berdasarkan penggunaan Hangeul oleh penduduk Korea pada masa itu.


Setelah Perang Saudara Korea

Setelah perang antar Korea Utara dan Korea Selatan, Korea Utara sepenuhnya meninggalkan penggunaan Hanja di tahun 1949, yang diarahkan oleh Kim Il-Sung. Tapi Korea Utama mulai mengajarkan Hanja lagi di SMP dan SMA pada tahun 1968, karena mereka berpikir karena Jepang, Cina da, Korea Selatan tetap menggunakan Hanja, maka ada baiknya mereka juga menggunakannya.

Korea Selatan tetap menggunakan Hangeul dan Hanja bersama - sama sampai akhir tahun 1980. Walaupun pada tahun 1970 pemerintah secara resmi mulai menggunakan kebijakan penggunaan Hangeul. Pada masa itu sekolah - sekolah langsung menghentikan pelajaran Hanja, berkat pengaruh dari Komunitas Bahasa Korea, dan menteri pendidikan yang mendukung Hangeul. Anak - anak yang bersekolah pada masa itu tidak mempelajari Hanja kecual mereka kursus. Reaksi publik luar biasa dan kemudian penggunaan dan pengajaran Hanja berlanjut kembali di tahun 1972.Tapi, penggunaan Hanja di buku teks untuk anak sekolah mulai berkurang.


Pada masa perang, koran korea tetap menggunakan Hanja dan Hangeul, tapi mulai akhir tahun 1980an koran dan majalah mulai mengurangai penggunaan Hanja. Faktor yang paling berpengaruh adalah karena orang - orang korea sebagian besar dididik dengan tulisan Hangeul. Dan dengan perkembangan komputer dan internet di tahun 1990an, dokumen Hangeul menjadi semakin menyebar dan penggunaan dari dokumen Hangeul menjado bukti dari kesadaran publik Korea.


Tapi pada tahun 1997, kelompok hanja/hangeul mulai mendorong agar karakter hanja dimasukkan pada tanda jalan dan dokumen publik dan menjadi resmi di tahun 1999, tapi mereka tidak berhasil menjadikannya syarat wajib bagi anak - anak sekolah umum. Harap diingat bahwa Hanja masih digunakan secara luar dalam bidang hukum, bahasa korean dan kebudayaan  (국어국문학;國語國文學), dan studi literatur lainnya.  

 
                      persamaan cina dan korea

Dua Kubu Ideologi dalam Bahasa Korea

Kubu yang menggunakan seluruh karakter Hangeul (한글전용;韓文專用), yang didukung oleh Komunitas Bahasa Korea dan organisasi nasionalis lainnya memiliki kecenderungan untuk memurnikan bahasa korea dan berupaya untuk menggalakkan penggunaan bahasa korea lama yang sudah tidak digunakan selama berabad - abad dan seringkali memiliki asal muasal yang tidak jelas.  Mereka ingin menghapuskan seluruh penggunaan Hanja dari penggunaan bahasa korea modern dan meninggalkannya sebagai bukti sejarah. Kelompok ini mengklaim bahwa hanya 50% dari bahasa korea yang digunakan memiliki asal muasal karakter hanja.  


Kelompok campuran antara Hanja dan Hangeul (한자혼용;漢字混用). Kelompok ini mengklaim bahwa 70 - 80 % dari bahasa korea memiliki asal muasal Hanja. Beberapa diantara mereka juga mengatakan bahwa Dinasti Yin (atau Shang) dijalankan oleh orang - orang dari Timur yang dapat dianggap sebagai nenek moyang orang Korea, oleh karena itu Hanja, (atau karakter Cina) disebut - sebut diciptakan oleh orang Korea, karena itu mereka seharusnya tetap menggunakannya. Faktor lainnya adalah kenaikan Cina sebagai salah satu kekuatan politik dan ekonomi di duinia. Banyak yang memprediksi kembalinya dominasi kebudayaan Raya Tengah  (소중화사상;小中華思想; atau 한사문주의;漢沙文主義; Sinocentrism) di masa depan. 

Proporsi dari dua kelompok ideologi ini bahwa terpecah di Korea Selatan, yang juga dikenal dengan "Perang Tulisan" (문자전쟁;文字戰爭). 


Bagaimana Sekarang?

Mulai dari pertengahan tahun 1990an, dengan pertumbuhan ekonomi Cina, koran - koran mulai kembali menggunakan karakter Hanja, tapi tidak sebanyak di tahun 1980an. Diperkirakan orang korea mengetahui sekitar 2000 karakter ketika mereka lulus SMA. Bandingkan dengan 3000 karakter yang diketahui oleh pelajar Jepang dan jumlah yang hampir sama untuk pelajar CIna. Dan banyak juga yang masih terus belajar karakter Hanja melalui kursus, karena sudah merupakan bagian dari budaya untuk mempelajarinya, dan bahwa pengetahuan karakter Hanja dapat membantu membedakan arti dari kata yang memiliki bunyi sama (Hangeul merupakan skrip yang sangat fonetis).
Faktor sosial -  ekonomi tidak terlalu berpengaruh dalam pengetahuan mengenai karakter Hanja karena terdapat banyak sumber untku mempelajarinya. Efek dari kebijakan berbahasa nasional ke hukum dasar terkait dengan bahasa nasional (국어기본법; 國語基本法; atau kebijakan mengenai kebudayaan bahasa nasional) yang dibuat di tahun 2005, hanya berbicara tentang "bahasa nasional" dan hanya menyebutkan Hanja sekali, dengan asumsi bahwa skrip untuk bahasa nasional adalah Hangeul. Pasal 14 dari hukum ini secara jelas menyebutkan bahwa seluruh dokumen pemerintahan harus dibuat dengan Hangeul dengan hanya menggunakan Hanja atau bahasa asing dalam tanda kurung, secara resmi menurunkan penggunaan Hanja hanya sebagai karakter bantu.


 sejarah korea


Konsekuensi Potensial

Menjauhnya bahasa korea dari asalnya. Hal ini sudah terjadi seperti yang bisa kita lihat pada kata sa-geul-se  (사글세) yang merupakan kata resmi dari sewa bulanan. Namun sumber asli dari kata tersebut, yang sudah tidak lagi digunakan dalam bahasa korea adalah sak-wol-se (삭월세; 朔月貰). Versi yang  lebih mudah diucapkan menjadi lebih populer, dan dalam prosesnya berubah menjadi bahasa resmi


Yang paling dekat akan menjadi orang pertama yang terputus dari banyak dokumen sejarah Korea. Meskipun terjemahan bahasa korea terus mengalir, generasi baru dari Korea akan menjauh satu lapisan dari nenek moyang Korea yang hidup dengan karakter Hanja. BahkanJendral Yi Soo Shin yang hebat menulis buku hariannya dengan karakter Hanja. 


Akan terjadi pemutusan hubungan dengan Jepang dan Cina di masa depan. Hanja (atau kanji) telah lama disebut sebagai skrip dari Timur karena sifatnya yang mempersatukan. Pada akhir abad ke 19, ketika pelajar dari negara ini dapat berkomunikasi hanya dengan menggunakan tulisan. Pengikut Confusian yang konservatif dulu mungkin ada benarnya ketika mengatakan bahwa penggunakan Hangeul akan membuat Korea menjadi negara yang semakin terisolasi. Lihat saja pengalaman berbahasa dari Korea Utara. Orang - orangnya tidak hanya terisolasi secara ekonomi, budaya dan informasi, tapi juga secara bahasa. 


Menurunkan keunggulan kompetitif dengan Cina. Perdagangan dengan Jepang dan Cina sedang mengalami kenaikan, dan pihak Jepang memperkuat penggunaan huruf kanji dan menekankan pentingnya hal tersebut. Bahkan Korea Utara mengajarkan huruf kanji sekitar 3500 karakter (sampai dengan perguruan tinggi). Hanya Korea Selatan yang bersikap lemah terhadap penggunaan Hanja di wilayah itu,


Pandangan Pribadi 


Saya sebagai seorang yang menyukai sejarah, saya lebih suka membaca dokumen atau naskah asli dalam bahasa aslinya. Pengetahuan tentang Hanja tidak hany memungkinkan hal tersebut, tapi juga memungkinkan saya mengenal karakter Jepang dan Cina, meskipun beberapa karakter digunakan secara berbeda pada setiap negara. 


Meninggalkan Hanja adalah suatu hal yang bodoh karena Hanja menawarkan pendidikan dan komunikasi. Rasa cinta tanah air yang berlebihan kadang dapat membuat kita menjadi buta.


Begitulah, bagaimana? Bahasa Korea itu memiliki keindahannya sendiri, lho!
Kalau kamu ingin belajar bahasa Korea lebih lanjut, ada juga cara cepat belajar bahasa Korea!

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang