Berapa banyak negara yang menjadikan Kristen Ortodox sebagai agama resmi mereka?

Dilihat 367 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1



Agama Kristen merupakan agama yang berkembang cepat didunia, termasuk di Indonesia. Dewasa ini, agama Kristen Ortodox telah memiliki 200 juta lebih orang pemeluknya. Agama Kristen tumbuh dalam berbagai bentuk yang mengagumkan. Secara internal agama Kristen terpecah menjadi tiga gerakan, yaitu Gereja Roma Katolik, Gereja Ortodox Timur, dan Kristen Protestan. Dalam sejarahnya, nenek moyang agama Kristen adalah agama Nasrani, yang diwahyukan serangkaian dengan agama yahudi dan berkaitan dengan agama Islam yakni dari Nabi Ibrahim (Abraham).


Sejarah menyebutkan,paham ortodox lahir dari perselisihan antara Gereja Alexandria, Gereja Roma, dan Kaisar Konstantin. Puncaknya, pada masa Kaisar Bizantium Marqilanus (450-458M) seabad lebih sebelum Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah (571). Kala itu, tepatnya pada tahun 451, diadakan Majma Khalkaduniyah (Konsili Kalkedonia) dalam hal ketuhanan. Buntut dari konsili ini menimbulkan perpecahan di antara gereja-gereja yang sulit disatukan kembali. Nah, rupanya, sejak inilah umat Kristen terpecah menjadi dua. Di satu pihak berpusat di Roma dan Bizantium, dipimpin Bapa Laon (440-461). Kelompok ini mengakui, al-Masih mempunyai dua sifat: Tuhan dan manusia. Kelompok ini kemudian lebih dikenal dengan Kristen dan Katholik.


Di pihak lain, berpusat di Alexandria dan Antakia di bawah pimpinan Bapa Disqures (444-454 Masehi). Kelompok ini berpegang kuat pada sifat tunggal bagi al-Masih. Mereka tidak setuju dengan aliran Kristen yang mengakui sifat Tuhan sekaligus manusia. Kelompok inilah yang kemudian dikenal dengan kelompok Ortodox. Nama 'ortodox' dipakai karena berarti: menganut ajaran agama yang dianggap benar, yang asli. Karena itu, penganut ortodox mencoba untuk hidup secara lurus, sesuai dengan tuntutan awal dari kelahiran agamanya. Penganut ortodox sendiri terdiri atas beberapa toifah (komunitas berdasarkan kesamaan kultur, tradisi, bahasa, dan bangsa). Karenanya ada toifah Koptik, Syrian, Armenian, dan Habasah sedang aqidahnya sama.


Nah di bawah ini akan diuraikan lebih lanjut mengenai Gereja Ortodox Timur, dan apa saja negara kristen di dunia yang mayoritasnya menganut Ortodox tersebut? Mari kita lihat uraiannya lebih lanjut!


Gereja Ortodox Timur

Gereja Ortodox Timur atau gereja Ortodox (Sebutan "Timur" biasa digunakan, walaupun tidak resmi, diambil dari kaitannya secara geografis dengan gereja-gereja "Barat", yang sekarang dikenal sebagai Gereja Katolik Roma, dan karena Konstantinopel merupakan ibukota Kekaisaran Romawi Timur) termasuk salah satu lembaga keagamaan tertua di dunia, yang mengajarkan bahwa Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik didirikan oleh Yesus Kristus dalam Amanat Agung-Nya kepada para rasul, dan mempraktikkan apa yang dipahami sebagai iman asli yang diwariskan dari para Rasul.


Gereja Ortodoks Timur berada dalam persekutuan dengan Gereja Latin sebelum Skisma Timur–Barat tahun 1054, dan dengan gereja-gereja Oriental selama kuartal pertama sejarahnya. Ortodoksi menyebar di seluruh Kekaisaran Romawi dan kemudian Bizantium serta daerah sekitarnya, memainkan suatu peran penting dalam budaya Eropa, Timur Dekat, Slavia, dan beberapa budaya Afrika. Tahta episkopalnya yang paling utama adalah Konstantinopel.


Ortodoksi tidak memiliki Kepausan ataupun keuskupan dengan ortoritas serupa. Kalangan Kristen lainnya cenderung menganggap bahwa perbedaan utamanya ialah bahwa Gereja Ortodoks banyak menekankan ritus dan doa dalam bahasa tertentu, terutama dalam Bahasa Yunani Kuno atau "Bahasa Slavonik Kuno Gerejawi" (Old Church Slavonic). Disamping itu teologi gereja Ortodoks lebih bersifat mistik. Gereja-gereja Ortodoks juga cenderung menjadi gereja nasional, misalkan Gereja Ortodoks Rusia, Yunani dan sebagainya. 


Gereja Ortodoks, Katedral Santo Basil di Moskwa

Gereja Ortodox Rusia (Katedral Santo Basil di Moskwa)


Negara Mayoritas Pengikut Ortodox

Di Eropa dan Amerika Selatan kini kebanyakan sudah tidak memiliki agama resmi, meskipun mayoritas beragama Katolik, Ortodox, atau Protestan. Banyak negara mengganggap dengan agama resmi akan membahayakan kebebasan beribadah agama lain. Oleh karena itu jumlah total seluruh pengikut Ortodox tidak bisa dipastikan secara pasti. Hal ini dikarenakan banyaknya negara yang tidak mengadakan sensus agama resmi yang dianut warganya.


Berdasarkan jumlah umat, Ortodoksi Timur adalah komunitas Kristiani terbesar kedua di dunia sesudah Gereja Katolik Roma. Estimasi paling umum mengenai jumlah umat Kristen Ortodox di seluruh dunia berkisar antara 225-300 juta jiwa.


Di wilayah Balkan (wilayah yang terletak di Eropa Tenggara), Ortodox tersebar di kalangan orang-orang Yunani, Bulgaria, Serbia, Montenegro, Republik Makedonia, Rumania, dan sebagian Albania. Di Eropa Timur, Ortodox tersebar di kalangan orang Rusia, Belarusia, Ukraina, Georgia, Gagauzia, Abkhazia, Ossetia, Moldavia, dan beberapa di antara suku bangsa di Rusia. Selain itu, ada pula sejumlah besar komunitas Ortodox di Afrika, Asia, Australia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan 



Ortodox di Yunani

Salah satu negara Kristen di dunia penganut Ortodox yaitu Yunani. Di Yunani, Kristen Ortodox diakui sebagai agama yang berlaku dalam pasal 3 pada konstitusi Yunani dan oleh karenanya diberikan status sebagai agama resmi. Konstitusi Yunani menjamin kebebasan mutlak dalam beragama. Yunani juga menyatakan bahwa setiap orang yang tinggal di wilayah Yunani akan menikmati perlindungan penuh akan kepercayaan mereka. Sebagai tambahan, setiap aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan rumah ibadah resmi harus disetujui terlebih dahulu oleh Gereja Ortodox. Nyatanya, agama mayoritas di Yunani adalah Ortodox (94%).


Wilayah pengunungan Athos (negara bagian otonom monastik dari gunung suci) bukanlah negara yang berdiri sendiri. Pasal 105 konstitusi Yunani mengatakan :

"Semenanjung Athos…. yang berada di sepanjang Megali Vigla dan merupakan wilayah Aghion Oros, sesuai dengan status istimewa kuno, merupakan bagian yang diperintah sendiri dari Negara Yunani, yang kedaulatannya tetap utuh…. Semua orang yang memimpin kehidupan monastik disana memperoleh kewarganegaraan Yunani tanpa formalitas lebih lanjut, saat masuk sebagai novis atau biksu"


Berbicara mengenai kontitusi itu sendiri, bahwa Konstitusi Yunani ditulis pada tahun 1975 namun faktanya status gereja Yunani merupakan isu hangat yang diperdebatkan. Sebenarnya konstitusi tersebut mencerminkan ide yang terbentuk jauh lebih awal ketika Yunani merdeka pada tahun 1830 dan banyak orang yang percaya bahwa pandangan terhadap agama sudah ketinggalan jaman bahkan pada saat konstitusi di tulis (tahun 1975). Saat ini, banyak yang mengganggap konstitusi Yunani bukan apa-apa lagi, mereka beranggapan isi konstitusi hanya sekedar pastor yang dibayar oleh Negara (bahkan sampai sekarang) dan gereja bisa menikmati bebas pajak. Gereja katolik di Italia juga mempunyai peraturan yang sama meskipun Katolik bukan agama resmi di negara tersebut.


Lain halnya dengan negara kristen di dunia di Eropa Timur, yang sebagian besar adalah kaum Ortodox, seperti Serbia, Bulgaria, Rusia, Romania dan lain sebagainya. Karena konstitusi mereka ditulis selama beberapa dekade terakhir, konstitusi tersebut memberlakukan pandangan modern/ sekuler dan ada pemisahan yang jelas antara negara dan gereja. 




Nah itulah uraian singkat mengenai sejarah Kristen Ortodox dan negara mayoritas penganut Ortodox. Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita bersama. Jika anda ingin mengetahu lebih banyak lagi mengenai Ortodox, anda dapat mengklik tautan berikut: Apa perbedaan Kristen Ortodox dengan aliran Kristen lainnya? dan Mengapa para penganut Kristen Ortodox memilih aliran tersebut daripada aliran Kristen lainnya?

Terjawab 12 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang