Bisakah anda melakukan diet sehat tanpa makan buah-buahan?

Dilihat 1,71 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ya, anda bisa sehat meski menghindari buah, tapi anda harus mengganti nutrisi yang diberikan buah dengan makanan lain yang mengandung nutrisi yang sama. Buah-buahan dianggap sehat karena antioksidan yang terkandung dalam buah telah menunjukkan kemampuannya sebagai anti-inflamasi, meningkatkan fungsi pembuluh darah dan mengurangi risiko kanker serta mengatur kadar gula dalam darah (hal yang sama ditunjukkan pada penggunaan suplemen).

Nutrisi utama yang ada pada buah-buahan adalah vitamin C, potasium dan serat. Vitamin C adalah sebuah antioksidan. Ia juga membantu penyerapan, penyebaran dan penyimpanan zat besi, dan membantu biosintesa karnitin, neurotransmiter dan kolagen. Anda bisa mendapat vitamin C dalam jumlah banyak dari merica, kale, brokoli, kembang kol, kubis brussel, sawi, kacang polong.

Potasium diperlukan untuk melawan efek negatif akibat kadar sodium yang tinggi pada diet anda. Ia juga membantu mengumpulkan protein, membantu pembentukan otot, dan menjaga pertumbuhan tubuh normal. Kentang, kacang-kacangan (termasuk selai kacang), biji bunga matahari, dan polong-polongan memiliki jumlah potasium yang tinggi. Mereka juga mengandung serat yang tinggi. Serat membantu rutinitas pergerakan usus, mencegah konstipasi, membantu menyeimbangkan kadar gula dalam darah dalam tubuh anda, dan membatu menurunkan kolesterol dalam darah. Serat tersedia di semua makanan yang berasal dari tumbuhan, sangat tinggi pada polong dan gandum.

Jika tujuan anda ingin menjadi sehat, saya sarankan hilangkan susu dari diet anda dan ganti bahan daging yang anda konsumsi dengan polong-polongan seperti kacang, biji-bijian, buncis, kapri. Polong memiliki beberapa mikronutrien esensial yang kita butuhkan untuk menjadi sehat, sekaligus menyediakan protein dan serat dan mengandung lemak tak jenuh. Simpan konsumsi daging hanya untuk satu atau dua kali paling banyak per minggu. Daging tidak memberikan mikronutrien yang tinggi, tak ada serat, dan dipenuhi lemak jenuh dan kolesterol. American Heart Association menyarankan bahwa lemak jenuh tak boleh melebihi 6% dari konsumsi kalori harian (dan 0% dari lemak trans) agar menurunkan risiko penyakit jantung. Ini berarti bahwa 90% dari diet anda harus berasal dari makanan yang bebas dari lemak jenuh dan lemak trans. Pertimbangkan juga untuk menambahkan gandum dalam diet anda. Gandum memberikan serat, protein, dan banyak sekali mineral-mineral. Mengkonsumsi karbohidrat kompleks penting sekali untuk menjadi sehat.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang