Bisakah Indonesia menyukseskan rencana mereka untuk menarik uang kembali dari Singapura dengan amnesti pajak? Bagaimana dengan pengaruhnya terhadap industri keuangan di Singapura?

Dilihat 234 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Pertama-tama, aku senang kalau tahun depan (2017) Singapura akan melakukan pertukaran informasi aset dengan otoritas pajak Indonesia. Ini adalah langkah besar yang membutuhkan tepukan tangan dari Gelora Bung Karno, kalau dilaksanakan.

Kedua, aku benar-benar pesimis kalau tujuan pemerintahan kami yang sekarang adalah untuk mengurangi penggelapan uang dan pada saat yang sama meningkatkan pendapatan pajak sebanyak 30%. Ini adalah langkah yang baik dan akan berjalan ke arah yang benar - tapi 30%, serius? Dan lagi... kembali ke pertanyaan aslinya. Apakah pajak amnesti akan dapat menarik kembali uang dari Singapura dan mengisi keuangan kas pemerintahan untuk hal yang baik? Ha. Dalam beberapa cara, ya - tapi kalau kamu berpikir hal ini akan menyapu jumlah uang yang besar untuk pemerintahan Indonesia, maaf kawan, bersihkan pikiran optimis yang berlebihan itu. 

Hal ini akan sangat mempengaruhi OKB (Orang Kaya Baru) yang muncul setelah era Soeharto - dimana mereka sudah berinvestasi di Singapura, menanam beberapa aset, tapi tidak cukup kaya untuk diversivikasi aset mereka di tempat lain seperti Hong Kong atau Timur Tengah. Dan ya, walaupun sudah ada banyak OKB yang meningkat melewati peringkat dalam dekade akhir ini, ketika kamu membandingkan jumlah uang mereka sampai di Taipan asli / sangat, sangat kaya di Indonesia yang menanam aset mereka tidak hanya di Singapura tapi ditempat lain... Nilainya akan nol. Beneran. Aku tidak akan berbicara tentang data karena data itu mereka sendiri mungkin miring 80%. Coba aku beri satu contoh disini, yang masih didebatkan - peningkatan CT/Chairul Tandjung. Ya, dia mungkin sudah membuat pergerakkan yang benar sendiri dengan menumbuhkan Bank Mega sejak tahun 1990an, dan akhirnya melebihi perusahaan Trans TV - tapi peningkatan yang cepat sekali melewati peringkat orang yang sangat, sangat kaya di Indonesia dalam 5 tahun terakhir, tanpa latar belakang koneksi dengan nama-nama Taipan biasa seperti kakak-beradik Hartono atau kelompok Sinarmas memang mengumpulkan beberapa curigaan....... Terutama dengan iklan Indofood yang selalu ada dimanapun dalam kedua perusahaan TV itu, dan manajer tingkat-tinggi Indofood yang secara rutin diajak dalam acara TransCorp.... Membuat kita penasaran berapa banyak uang yang kelompok Salim (pemilik Indofood) uty sebenarnya "taruh" dalam TransCorp ini, semua walaupun Anthony Salim itu lebih rendah daripada Chairul Tandjung dalam daftar orang kaya di Forbes.

Kamu tahu, jenis "wakil kekayaan" ini merupakan praktisi umum untuk orang Indonesia Taipan yang sangat, sangat kaya untuk menyembunyikan kekayaan asli mereka (bahkan, jangan buat aku mulai berbicara tentang kelompok Lion Air milik Rusdi Kirana - salah satu temanku pernah bekerja untuk mereka; dia bilang kantornya itu dtidak membiarkan laporan keuangan untuk dibawa kerumah, kalau dia harus membaca dan menganalisanya disitu dan tidak membaca foto/data apapun kembali kerumah! Terlalu mencurigakan, kan) Jadi, untuk orang-orang ini, pajak amnesti dan pertukaran informasi keuangan antara Indonesia dan Singapura? Cuma mainan anak-anak! Dan lihat siapa yang membangun Singapura? Orang-orang Taipan ini. John Riady dan kelompok Lipponya merupakan pembangun besar di Singapura. Dan lagi, mereka bahkan punya salah satu gedung di NUS yang namanya berdasarkan Mochtar Riady yang lebih tua!

Coba bandingkat dengan Indonesia, yang satu-satunya gedung yang memegang nama mereka itu adalah UPH (universitas mereka) dan GRII network (Gereja yang mereka dukung). Apalagi Asian Agri nya Tanoto dan Wilmar nya Martua Sitorus, semua sudah dipusatkan di Singapura. Keduanya juga memberikan "tanda terima kasih" kembali ke pemerintahan Singapura, contohnya lewat NUS.

Jadi, pada akhirnya, ya, Indonesia mungkin bisa meningkatkan beberapa uang dari hal ini, tapi belum signifikan. Singapura mungkin akan kehilangan investor yang ada atau potensi investor dan klien properti, tapi perdagangan mereka, investasi properti dan pelabuhan akan terus berjalan tanpa ada gangguan. Tapi ada satu potensi yang bisa diekploitasi secara positif dari pajak amnesti baru ini dan rencara pertukaran informasi - Beberapa OKB/Orang Kaya Baru yang akan terkena rencana ini, adalah mantan atau yang sekrang ini menjabat sebagai Anggota Parlemen atau beberapa pemerintahan resmi lainnya yang korup, bisa tingkat daerah maupun nasional. Lagi, orang-orang ini sudah menyaku beberapa "komisi" dijalan, dan tempat terdekat mereka menyimpannya dan aman adalah Singapura. Akan sangat menarik melihat seberapa banyak SGD yang akan diambil dari potongan ini sendiri, dan seberapa banyak kelompok orang bereputasi ini yang akan jatuh ke jebakan ini.

...Harus dipasang dengan sukses.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang