Bisakah kamu ke UGD untuk sakit gigi?

Dilihat 514 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tentu saja. Seorang dokter UGD tak akan mampu memperbaiki gigi anda, tapi mereka dapat

a. memberikan anda beberapa pereda sakit, dan

b. memeriksa anda untuk memastikan tak ada sesuatu yang serius terjadi pada anda.


Dokter UGD terlatih untuk melakukan anestesi dental dan sebenarnya itu cukup menjadi rutinitas, bagian umum dari pekerjaannya. Anda pada dasarnya akan memperoleh injeksi penghalang syaraf dengan zat anestetik lokal seperti yang digunakan pada praktek dokter gigi. Mereka akan membuat mati rasa mukosa yang ada di atasnya dengan anestetik topikal pada awalnya supaya anda tak merasakan jarumnya.

Jika teknik mereka bagus, keseluruhan prosedurnya hampir tak sakit sama sekali. Makan waktu sekitar 30 detik. Jika anda tak merasakan reda nyerinya dengan komplit dari injeksi pertama, beberapa menit setelahnya akan diulangi hal yang sama dan seharusnya sudah selesai. Jika mereka berhasil menghambatnya, anda akan mengalami beberapa jam tanpa rasa sakit sebelum bius lokalnya hilang. Saat rasa sakitnya mulai muncul kembali, penting untuk mulai menanganinya segera dengan NSAID yang ada di toko (ibuprofen, a.k.a. Advil/Motrin, atau naproxen, a.k.a Alleve) sepanjang hari, contohnya dengan terjadwal, tidak "menunggu hingga sakitnya parah." (Anda tak perlu resep-kuat ibuprofen, dosis yang lebih tinggi tidak meredakan lebih banyak rasa sakit di gigi. Cukup minum 400mg ibuprofen tiap 6 jam, atau 500mg naproxen tiap 12 jam).

Anda juga aman menambahkan asetaminofen (a.k.a Tylenol) hingga 1000mg sekali minum, tidak melebihi dari 3000mg atau lebih per harinya. (Jika dokter anda meresepkan obat kombinasi opioid/asetaminofen, pastikan anda menyertakan asetaminofen dari resep itu). Apapun yang terjadi, idenya adalah jangan membiarkan "rasa sakit yang muncul" lepas kendali. Semua penanganan rasa sakit ini adalah untuk memberikan anda waktu hingga anda pergi ke dokter gigi.


Sakit gigi yang cukup parah bisa membuat anda masuk UGD (sekali lagi, ini sangat umum terjadi) biasanya ini menunjukkan penyakit yang secara teknis disebut irreversible pulpitis, contohnya jika rasa sakitnya tidak sembuh-sembuh tanpa penanganan definitif, dan penanganan definitif itu bisa merupakan

(a) pulpektomi diikuti saraf akar dan mahkota, atau

(b) cabut gigi diikuti beberapa macam restorasi (gigi tiruan atau implan)

Pada dasarnya ini tergantung jenis bentuk giginya. Jika anda memiliki struktur gigi yang bagus dengan akar yang jelek, maka anda akan melakukan yang saraf akar. Di sisi lain, jika itu adalah gigi yang buruk sekali serta membusuk, maka ada sedikit nilai fungsional atau kosmetik yang harus dibuang dan untuk itu diusahakan sebuah rekonstruksi yang tidak tertahankan, jadi....keluarlah giginya.


Jika anda tak punya dokter gigi, UGD biasanya bisa mengarahkan anda ke seseorang yang ahli untuk jangka waktu yang masuk akal. Biasanya ada seseorang yang mampu menangani orang-orang yang tak punya asuransi atau tak bisa membayar sekaligus. Semoga berhasil!

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang